
Sampai di kamar arsen membantu kinara menggendong nya dan menidurkan nya di kasur dengan pelan
"Maaf biasany aku manggil kamu apa"ucaap kinara
"Gimana kamu aja ingatnya manggil apa"ucap arsen menggemgam tangan kinara
Kinara memgangguk
Di sebuah kamar terlihat wanita yang sedang mengamuk menghancurkan semuah barangny
"Bagaimana mungkin dia selamat jika aku tidak bisa memiliki arsen wanita itu pun tak boleh memilikinya
Baiklah kali ini kamu selamat tapi aku gak akan nyerah aku pasti akan membunuh mu kinara "guman wanita itu tersenyum licik
Di kamar kinara arsen menyelimuti kinara yang tertidur setelah minum obat
"Maafkan aku sudah melibatkan mu tapi demi istri ku demi keselamatan kalian berdua aku harus lakukan ini"guman arsen dalam hatiny
Arsen pergi meninggalkan kamarny membiarkan kinara tidur
"Kenapa ibu diam aja kalo mau lihat kinara masuklah "ucap arsenio
"Ibu ga sanggup kalo sampai kinara gak inget ibu"ucap maira
"Maafkan aku bu aku gagal menjaga kinara tapi aku janji aku akan memperbaiki semuahny"ucap arsenio
"Ini bukan salah kamu nak kalo gituh ibu pulang dulu ibu tidak mau mengganggu kinara yang sedang tidur,"ucap maira
Arsenio mengangguk dia menyalami tangan mertuanya
Maria pergi meninggalkan rumah arsenio
"Mah aku harus ke kantor banyak kerjaan yang udah aku tinggal beberapa hari ini semenjak kinara kecelakaan ,"ucap arsenio
"Kamu gak usah hawatir kinara biar mamah jaga lagian ada adek kamu aurora,"ucap irene
Arsen pergi menuju kantorny
Di kantor arsenio
Arsenio menuju ruangany "di mana bagas,"ucap arsen
"Pak bagas sedang mengurus ekspor, "ucap bagian administrasi
"Kalo nanti dia kembali tolong suruh ke ruangan saya,"ucap arsenio
Arsenio berjalan menuju ruangany
Di rumah
Kinara mulai membuka matany dia berusaha turun dari kasur
Brug kinara terjatuh karna masih lemah
"Kinara,"teriak irene yang baru masuk ke kamar kinara
Irene membantu kinara untuk berdiri dan membantu ny duduk di kursi roda
"Maaf merepotkan ,"ucap kinara
__ADS_1
"Kenapa bicara gituh kamu itu menantu mamah udah mamah anggap seperti anak mamah sendiri ,"ucap irene
"Apa aku bener bener sudah menikah aku gak bisa ingat apapun siapa diriku siapa kalian ,"ucap kinara
Irene tersenyum "kamu memang sudah menikah dengan anak mamah ya itu arsen lihat cincin di jari kamu itu cincin pernikahan kalian dan soal ingatan dokter bilang nanti akan pulih dengan perlahan yang pasti kamu jangan terlalu memaksa untuk mengingat yah ,"ucap irene
Kinara menatap cincin di jariny kinara memegangi kepalany
"Kenapa nak,"ucap irene
"Kepala ku sakit aku lihat perempuan di mobil yang sama dengan ku tapi wajany gak bisa aku ingat ,"ucap kinara
"Gapapah sayang kamu jangan paksa buat ingat sekarang kamu istirahat nanti mamah siapkan bubur buat kamu makan, " ucap irene
"Makasih mah ,"ucap kinara pelan
Irene tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan kinara
Kinara memandangi kamar yang dia tempati
"Aku merasa asing dengan kamar ini apa benar aku pernah tinggal di kamar ini ,"guman kinara
Di kantor arsenio
"Tuan manggil saya"ucap bagas
"Bagaimana pekerjaan mu sudah selesai ,"ucap arsenio
"Sudah tuan bagian ekspor sudah beres dan lancar ,"ucap bagas
"Bagus aku suka kerja mu sangat cepat aku punya tugas baru aku ingin kamu cari kemana pun kinara , "ucap arsenio
"Ini masalah ku jika sampai dia tau bahwa yang ada di rumah ku kinanti kau tau kinanti bisa dalam bahaya karna dia saksi saat kecelakaan itu terjadi saat ini aku berusaha melindungi keduany ,"ucap arsenio
"Tuan tidak takut jatuh cinta pada sodara kembar istri mu bagaimana pun kalian tidak bisa tinggal satu kamar maaf jika perkataan ku lancang ,"ucap bagas
"Kamu tau dulu menikahi kinara bukan karna cinta tapi perjodohan jadi bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada kinanti sedangkan mencintai kinara saja baru aku rasakan beberapa bulan ini
Dan soal pernikahan aku akan menikahi ny secara agama tapi setelah aku menemukan kinara dan ingatan kinanti sudah pulih aku akan menceraikan dia ,"ucap arsenio
"Baiklah terserah tuan tapi saya hanya memberitau hati hati karna cinta itu gak bisa kita cegah untuk datang ,"ucap bagas tersenyum
"Jalankan saja tugas mu cari kinara kemana pun tapi ingat jangan sampai ada yang curiga nanti pasti akan ku beri bonus,"ucap arsenio
"Baik tuan kalo gituh saya permisi , "ucap bagas lalu pergi meninggalkan ruang arsenio
Arsenio memejamkan matany "jangan hawatir kinar aku hanya mencintaimu, "guman arsen dalam hatinya
" Makasih bi udah anterin sampai sinih ,"ucap kinara tersenyum
"Sama sama non tapi gak papah non kinar ke halaman belakang takutny anginya gak bagus buat kesehatan nona ,"ucap bi melani
"Gappah bi malah kalo di kamar terus jadi sumpek"ucap kinara
"Kalo gituh saya permisi ke dapur yah non ,"ucap bi melani
Kinara memgangguk
Bi melani pergi meninggalkan kinara di halaman belakang
__ADS_1
Kinara menatap sekeliling halaman belakang
"Kenapa aku merasa kalo aku bukan kinara yh,"guman kinara dalam hati
"Hay kinara ,"ucap seseorang dari belakang membuat kinara langsung menatapnya
"Ini bunga favorit kamu, "ucap felix memberikan bunga mawar merah pada kinara
"Kamu siapa ,"ucap kinara
"Oh iyah aku lupa kamu pasti gak inget aku oke perkenalkan aku felix kk iparmu sekaligus pria yang mencintai mu ,"ucap felix
"Apa maksud kk bukan kah aku sudah menikah,"ucap kinara
"Yah kamu memang sudah menikah pernikahan karna perjodohan bahkan arsen tidak pernah mencintai mu aku hanya mengatakan kalo kamu gak bahagia sama arsen aku akan selalu menunggu mu ,"ucap felix
"Felix, "ucap irene
Irene mendekati kinara dan felix
"Berhenti mengganggu rumah tangga adikmu ,"ucap irene
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya mah bukan kah arsen tidak mencintai nya ,"ucap felix
"Tapi kamu tau betul kalo arsen sudah mulai membuka hatiny untuk kinara dan kinara memberikan kesempatan pada arsen untuk memperbaiki hubungan mereka, "ucap irene
"Terserah mamah deh, "ucap felix lalu pergi meninggalkan mereka
"Kamu jangan dengarkan omongan felix yah nak , "ucap irene
kinara memgangguk pelan
Melani datang membawa bayi
"Nyonya sejak tadi non vanya gak berenti menangis ,"ucap melani
" Berikan pada ku ,"ucap irene mengambil alih bayinya
"Kenapa kamu rewel sekali sayang ,"ucap irene menatap kinara
"Dia anak mu nak kamu mau menggendong nya mungkin saja dia berhenti menangis jika di gendong ibuny, "ucap irene
Kinara memgangguk
Irene memberikan vanya pada kinara yang duduk di kursi roda
Kinara menatap wajah bayi yang ia gendong
"Kamu mau di nyanyikan lagu ,"ucap kinara tersenyum
Malaikat kecilku tidurlah jangan menangis pejamkan matamu ku selalu menjaga mu
"Kamu masih ingat lagu ini nak kamu sering menyanyikan lagu ini untuk vanya ,"ucap irene
"Aku tidak tau mah lagu itu replek aku nyanyikan, "ucap kinara tersenyum
"Ini pertama kalinya aku melihat senyuman itu di wajah menantu setelah kecelakaan ,"guman irene dalam hati
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih dukungany