
Saat itu aurora telah sampai ke apartemen miliknya,lalu ia segera berlari menuju balkon untuk melihat pemandangan di sekitar apartemennya,aurora telah memiliki apartemen itu namun sudah lama ia tidak menempatinya.
Aurora
"Pada akhirnya ,aku bisa kembali ke tempat tinggal ternyaman ku" (menghirup udara"
Aurora
"Terkadang pemandangan seperti ini yang aku harapkan" (memejamkan matanya)
Timmy
"Ini untuk mu" (Memberikan kopi)
Aurora
"terima kasih. Bukankah pemandangan disini sangatlah bagus?" (tersenyum)
Timmy
"Hmm.... Yah tapi ada pemandangan yang lebih bagus daripada yang kamu lihat"
Aurora
"Apa itu?"
Timmy
"Kamu. Kamu adalah pemandangan yang bukan hanya bagus tapi juga sangatlah cantik"
Lalu timmy memegang pinggang aurora,aurora pun langsung beralih menghadap ke arah timmy,mereka berdua saling menatap satu dengan yang lain.
Aurora
"Benarkah?" (menggodanya)
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu kamarnya......
Aurora
"Tunggu sebentar yah" (tersenyum)
Timmy
"yah"
Aurora pun langsung membuka kan pintu kamarnya ternyata orang yang mengetuknya adalah erland,Aurora menjadi terkejut karena kedatangan erland di kamar apartemen miliknya,Erland memasuki kamar aurora lalu langsung erland memukul timmy.
Aurora
"Stop! Stop!"
Langsung aurora pun berteriak-teriak.....
Aurora
*Untung saja itu hanya mimpi*
(kata hati)
Saat itu juga aurora langsung terbangun dari tempat tidur dan langsung mencuci mukanya.......
Patrick
"Rasanya aku tidak menyangka pertemuan kita hari ini" (tersenyum)
Grizelle
"Aku pun juga begitu" (tersenyum)
Meskipun mereka sudah tidak memiliki hubungan mereka tetap menjadi teman saat mereka bertemu kembali.......
Patrick
"Kamu sekarang jauh lebih sukses sekarang. Dan aku bangga akan semua kerja keras mu"
(tersenyum)
Grizelle
"Bukan aku saja yang sukses tapi kamu pun juga sangat sukses. Aku juga sangat-sangat bangga padamu" (tersenyum)
Patrick
"Bagaimana dengan grizzly? Apa dia sedang kuliah atau sudahkah dia bekerja?"
Grizelle
"Adik ku sedang kuliah di jurusan arsitektur. Dia memiliki pemikiran yang berbeda denganku"
Patrick
"Yah semua orang pasti memiliki pemikiran yang berbeda. Bukan hanya sesama saudara saja. lagi pula bukannya itu bagus ya?"
Grizelle
"Yah memang benar bagus"
Patrick
"Oh yah..... ini sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang di luar?"
Grizelle
"Yah boleh saja"
Patrick dan grizelle pun segera keluar untuk makan siang bersama.....
Laviona
"Sebenarnya mau kemana? Kenapa dari tadi nggak sampai-sampai!"
Ansel
"Yah sabar lah yah ampun"
Lalu ansel pun menghentikan mobil yang dikendarainya untuk berhenti di pinggir jalan.....
Ansel
"Tunggu disini aja jangan turun. Kalau mau turun yah nggak papa sih"
Laviona
"Emang mau kemana kamu?"
Ansel
"Ada yang harus di beli. Mau ikut nggak?"
Laviona
"Nggak deh. Yah udah cepetan. Takutnya nanti kena angkut lagi kalau berhenti di pinggir jalan"
Ansel
"Iya sebentar aja. Lagian ini kan jalannya sepi mana mungkin ada truk pengangkut" (Membuka sabuk pengaman mobilnya)
Laviona
"Yah kan jaga-jaga aja lah"
Ansel pun meninggalkan laviona sendirian di dalam mobil,lalu laviona menekan tombol pengunci mobil,saat itu laviona melihat-lihat di sekitar mobilnya.
Laviona
"Agak horor juga sih kalau sendirian disini. Tapi ini kan siang mana mungkin ada hantu di sekitar sini"
Saat itu laviona menyibukkan diri dengan melihat ke arah ponselnya......
Erland
"Bagaimana apakah ada kabar terbaru tentangnya?"
"Bos sepertinya aurora telah pergi kemarin malam"
Erland
"Maksud mu?"
"Dia pergi meninggalkan tempat ini"
Erland
"Bagaimana bisa dia pergi! Bukankah sudah saya bilang untuk berjaga-jaga dengan anak buah mu!"
"Saya minta maaf bos. Tapi ada salah satu temannya yang membantunya pergi"
Erland
"Siapa dia? Cepat cari tahu sekarang juga! Karena informasi kemana Aurora pergi semua ada di dia"
"Baik bos"
Erland
"Tunggu!!"
"Ada lagi bos?"
Erland
"Pastikan jangan sampai gagal apa lagi sampai membuat kegaduhan!"
"Baik. Siap bos"
Erland
*sampai kapan pun aku mau kita bersama! Aku akan melakukan segala cara apa pun supaya kita bisa bersama!* (tersenyum)
(kata hati)
Saat itu laviona yang tertidur di dalam mobil tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobilnya,ternyata orang yang mengetuk pintu nya adalah seseorang anak kecil,lalu laviona langsung keluar dari mobilnya.
"Help me! Help!"
(Tolong saya! Tolong!"
__ADS_1
Laviona
"Maksudnya bantu kenapa?"
"can't you help me?"
(tidak bisakah kamu membantu saya?)
Laviona
"speak in Indonesian!"
(berbicaralah bahasa Indonesia)
"I can not speak Indonesia)"
(Saya tidak bisa berbahasa Indonesia)
Laviona
"Oke wait-wait!"
Lalu anak kecil itu membuka pintu mobil belakang dan ia pun langsung masuk,laviona pun juga kebingungan dan ada 2 orang mendatangi laviona, ternyata 2 orang itu sedang mencari anak kecil tersebut.
"Mohon maaf mbak. Mbak nya tahu anak kecil di sekitar sini nggak?"
Laviona
"Saya nggak tahu!"
"Mbak nya perlu saya temani kan sendirian"
Laviona
"Jangan kurang ajar yah! Saya bisa lapor kan anda ke polisi!"
"Mumpung lagi sepi mbak"
salah satu dari mereka pun mendekati laviona,tiba-tiba ansel pun mendatangi dan berteriak kepada orang tersebut, seseorang itu langsung segera pergi.
Ansel
"Kamu nggak papa kan? Kan udah aku bilang jangan keluar!"
Laviona
"Ini gara-gara kamu. Kenapa lama!" (menangis)
Ansel
"Aku minta maaf ya vi. Yah udah ayo kita masuk aja dalam mobil"
Laviona pun segera masuk ke dalam mobil dan ansel segera menyalakan mesin mobil dan segera mereka pergi dari tempat itu......
Ansel
*Bukannya malah bikin laviona bahagia malah bikin dia sedih*
(kata hati)
Laviona pun menangis di dalam mobil.....
Ansel
"Udah yah jangan nangis! Aku bener-bener minta maaf"
Anak kecil yang bersembunyi di belakang tadi pun langsung berdiri,dan langsung berterima kasih kepada laviona,ansel pun terkejut dan langsung menghentikan mobil.
"Hey can you do it right!"
(Hei bisakah kamu melakukannya dengan benar!)
Ansel
"anak ini siapa vi?"
Laviona
"Aku nggak tahu dia siapa! justru tadi itu aku mau tanya sama dia. Tapi anak ini malah langsung masuk aja ke dalam mobil"
Ansel
"Kamu siapa?"
"What's?"
Laviona
"Dia nggak bisa bahasa Indonesia karena dari tadi itu dia bilang bahasa Inggris terus."
Anak itu melihat makanan ringan favorit nya yang di beli oleh ansel....
"Uncle, can you give this food to me?"
(Paman, bisakah kamu memberikan makanan ini kepadaku?)
Ansel
"dia ngomong apa vi?"
Laviona
Ansel
"kamu mau? Ambil-ambil. bahasa Inggris nya silahkan ambil apa?"
Laviona
"please take"
Ansel
"Oh yah.... Please take"
"Oh thanks uncle"
Laviona
"kita laporin polisi aja nggak sih?"
Ansel
"kalau kita laporin polisi bukannya malah nanti kita yang di tuduh penculik?"
Laviona
"Yah nggak lah! Kan pasti dia cerita nanti kejadian asal mula nya"
"Jangan bawa aku in police station "
Ansel
"itu dia bisa bahasa Indonesia"
Laviona
"Lah tadi perasaan bahasa Indonesia dia bilang nggak bisa"
"aku bisa sedikit bahasa Indonesia"
Ansel
"Bisakah kamu cerita apa yang sedang terjadi tadi?"
"tadi aku sedang di kejar oleh 2 orang penjahat"
Laviona
"Dimana orang tua mu sekarang?"
"I don't know. Aku sepertinya terpisah dengan mereka"
Ansel
"bagaimana Vi ini?"
Laviona
"Aku juga bingung"
"Bisakah saya tinggal with you two?"
(merayu laviona)
Ansel
"Bagaimana Vi?
Laviona
"baiklah...... Biarkan dia tinggal bersama kita"
"Thanks you kak"
Lalu anak itu memeluk viona dan juga Ansel dari belakang....
Laviona
"nama mu siapa?"
"Nama vinson"
Ansel
"Namanya aneh banget"
Vinson
"What did you say? (marah)
(Apa katamu?)
Laviona
"No he's just kidding"
(Tidak dia hanya bercanda)
__ADS_1
Ansel
"Lah ngomong apa an sih?"
Laviona
"Jangan ngomong gitu dia marah"
Ansel
"Emang gitu kan"
Laviona
"Ansel!!"
Ansel
"Iya, Sorry-sorry"
Vinson
"It's okay uncle"
(Tidak apa-apa paman)
Lalu ansel pun mengendarai mobil untuk perjalanan pulang........
Prince
"Finally our work is done"
(Akhirnya pekerjaan kita selesai)
Jaime
"Completed work. Can we go together?"
(Pekerjaan selesai. Bisakah kita pergi bersama?)
Timmy
"great idea. Where are we going?"
(ide yang hebat. Kemana kita akan pergi?)
Prince
"how on the beach?"
(Bagaimana di pantai?)
Jaime
"we can join in the evening beach party"
(kita bisa bergabung di pesta pantai malam)
Timmy
"night party? Would have been nice!"
(pesta malam? Pasti menyenangkan!)
Prince
"Yeah true"
(Yah benar)
Jaime
"All right, let's go now!"
(Baiklah, ayo pergi sekarang!)
Pada akhirnya mereka pergi bersama menuju ke pantai.....
Grizelle
"Terima kasih untuk makan siang dan aku berterima kasih juga karena kamu sudah menerima saya sebagai model di perusahaan mu"
Patrick
"Aku juga sangat berterima kasih kepada kamu karena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan ku ini"
Grizelle
"Baiklah. Kalau begitu mulai hari ini aku akan memanggil pak patrick"
Patrick
"Kamu bisa memanggil ku pak hanya di kantor saja. Kalau di luar cukup panggil aku dengan nama saja"
Grizelle
"Baiklah. Kalau begitu aku pamit untuk pulang"
Patrick
"Kamu pulang dengan siapa?"
Grizelle
"Aku akan memanggil supir ku untuk menjemput ku"
Patrick
"Tidak perlu. Biar aku saja yang mengantarkan kamu lagi pula aku ingin bertemu dengan adik mu grizzly"
Grizelle
"Jadi kamu mau bertemu dengan adik ku sekarang ini?"
Patrick
"Ya. Apakah adik kamu bisa?"
Grizelle
"Yah bisa"
Patrick
"Yah sudah ayo"
Grizelle
"Yah... Baiklah"
Lalu patrick dan grizelle meninggalkan tempat makanan tersebut......
Laviona
"Sudah sampai"
Ansel
"Ayo turun"
Vinson
"Benarkah ini rumah?"
Laviona
"Yah benar"
Vinson
"kakak dan uncle hanya tinggal berdua saja?"
Ansel
"Iya. Kamu jangan panggil aku uncle. Panggil aku kakak"
Vinson
"Why?"
(Mengapa)
Ansel
"Apakah aku terlalu tua bagimu?"
Vinson
"Of course"
(Tentu saja)
Ansel
"Ngeselin nih anak!"
Laviona
"Udah-udah. Vinson say brother not uncle okey?"
(Vinson katakan kakak bukan paman oke?")
Vinson
"But dia terlalu old" (tertawa)
Laviona
"do not say that!"
(jangan katakan itu!)
(Tersenyum)
Ansel
"Dih... Ngomong apa an sih?
__ADS_1
Vinson
"Okey-okey"