
Tanpa menunggu lama Mrsha sudah terlelap ,padahal sdah pahi tapi Sasa tidak ambil pusing dia hanya inign istirahat sebentar.
Sedang Hardi sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuknya dan juga putrnya ,hingga Hardi selesai dengan kegiatannya putrinya belum juga bangun ,Hardi heran kenapa putrinya belum juga bangun ,Hardi melihat jam dinding dan waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
" Aneh.....kenapa dia belum banyun ,apa kemaren dia kelelahan sampai sampia jam segini belum bangun ,tumben sekali dia bangun siang tidak biasanya " gumam Hardi.
Hardi segera menuju kamar putrinya itu.
Tok
Tok
Tok
" sayang ,nak .....bangun sudah pagi " panggil Hardi setelah mengetuk pintu kamar sang putri tapi tidak juga mendapatkan jawaban dari putrinya itu.
" Apakah belum bangun juga ,aahh...mending aku cek saja sendiri siapa tahu putriku sakit di dalam" monolog Hardi .
Ceklek
Ternyata pintu kamar utrinya tidak di kunci dan dia melihat sang putri masih tidur dengan damainya.Hardi mendekati ranjang sang putri.
" Sayang ,lihatlah putri kita sungguh sangat cantik sama seperti dirimu dan aku bangga mempunyai putri yang cantik dan rendah hati serta tidak pernah mengeluh akan keadaan,terimakasih sayang kau telah hadirkan peri cantik ini untuk menemani di hari tuaku,aku tidak bisa hidup jika kalian meninggalkankan ku " gumam Hardi yang masih memandangi wajah cantik Marsha.
" Terimakasih sayang ,kau telah berkorban begitu banyak untukku dan putri kita,aku akan selalu menjaga putri kita dengan nyawaku " lanjutnya Hardi.
Hardi tidak tega membangunkan Marsha yang sangat nyenyak tidurnya itu dan hardi segera merapikan selimut ke tubuh putrinya ,dan dia segera keluar dari kamar putrinya.
" sasa juga akan selalu ada buat ayah,terimakasih sudah menjaga ,menyayangi dan merawat sasa selama ini ayah ,sasa janji akan membahagiakan ayah ,meski saat ini sasa yang asli sudah bersama dengan bunda tapi sekarang aku juga putri ayah ,aku yang akan menjaga ayah mulai sekarang " batin sasa,dan ternyata Marsha sudah bangun ketika Hardi masuk ke dalam kamarnya,karena dia merasakan ada yang ingin masuk,jiwa jendral Xio shi yang selalu waspada akan keadaan sekitar masih melekat.
Marsha sudah tidak bisa tidur lagi ,dia segera mengambil baju ganti dan segera keluar kamar karena dia ingin mandi dan segera ingin menemani sanga ayah sarapan.
" Pagi ayah,maaf sasa bangun kesiangan yah " ucap Sasa tiba tiba dan itu mengejutkan Hardi yang sedang memegang piing yang ingin sarapan terlebih dulu.
" astaga nak ,kau membuat ayah jantungan ,kenapa kau datang tiba tiba dan ini kenapa ayah tidak bisa mendengar suara langkah kakimu hmm....." ucap HArdi sambil mengelus dadanya yang berdetak dengan cepat karena terkejut mendengar suara sasa yang tiba tiba karena dia berfikir anaknya masih tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
" he...he...maaf ayah "
" ya sudah kalau ayah mau sarapan dulu ,sasa mau mandi " balas Sasa dan dia segera berlalu pergi dari hadapan sang ayah.
" huft....anak itu, tapi sejak kapan aku tidak bisa mendengar suara langkah kakinya ,padahal kakinya nempel dengan lantai dan tadi dia juga pakai sandal ,apa pendengaranku mulai tertanggu ya,aahhh....mungkin karena faktor umur juga bisa jadi , aku semakin tua " gumam Hardi .
Dan tak berselang lama Sasa datang.
" Loh ayah kenapa belum sarapan juga ?"ucap Sasa yang membuat lamunan Hardi buyar kemana mana.
"ah...tidak nak,ayah hanya ingin menunggu mu karena ayah ingin sarapan bareng denganmu sayang "balas Hardi untuk menghilangkan kegugupannya .
"Baiklah ,mari kita sarapan ,setelah ini Sasa masih punya urusan yah " ucap Sasa.
" apa kamu akan melakukan rencanamu yang semalam nak "tanya Hardi.
"Iya yah "balas sasa.
" baiklah ,kamu hraus hati hati ayang,jangan mudah percaya dengan omongan orang nak" ucap Hardi di tengah mereka sedang sarapan.
Dan mereka sarapan dalam diam mereka hanya sarapan dengan nasi goreng telur ceplok .Setelah selesai dengan sarapannya Sasa segera membersihkan bekas sarapan mereka berdua.
Saat ini mereka berada di ruang tamu dan juga berfungsi sebagai ruang televisi.
" Yah,Sasa pergi dulu ya yah " pamit Sasa.
" iya sayang hati hati ya nak"
" iya yah "
Cup
" da..ayah " setelah memberukan ciuman kepada sang ayah Sasa berlalu pergi .
"Aaahhh.....anakku menciumku ha...ha....ha....lihatlah sayang putri kita begitu manis sekarang " ucap Hardi sambil memegang pipinya yang telah di cium oleh Sasa,ya dulu Sasa tidak pernah mencium ayahnya ,dulu sasa hanya menyalami Hardi dan memeluk Hardi itupun jarang .
__ADS_1
Saat ini Sasa menuju tempat dia janjian bertemu dengan Riko cs ,Sasa tidak ingin bertemu di kontrakannya karena dia berfikir akan sangat berakibat buruk nantinya karena Riko cs adalah preman yang sering memalak setiap orang yang lewat ,sasa takut jika orang yang di palak oleh mereka adalah salah satu tetangga Sasa saat ini ,jadi untuk menghindari keributan Sasa memilih untuk bertemu di luar saja.
Setelah sampai di tempat pertemuan Sasa menyapa mereka semua.
" Maaf apakah aku terlambat " tanya Sasa tiba tiba kepada Ro cs.
" aahh...nona selamat pagi,tidak nona ,kami juga baru datang nona " jawab Riko.
" oh ya ini untuk kalian semua "Ucap sasa ssambil memberikan paper bag kepada Riko.
" apa ini nona ?"tanya Riko
" Abang buka saja ,bolehkan aku panggil kalian semua abang,karena sepertinya umur kalian lebih tua dariku "
" A..apa itu tidak apa apa nona,kalau kami tidak merasa keberatan ,iya kan teman teman "tanya Riko ke teman temannya.
" iya nona " jawab mereka serempak.
" ah baiklah mulai sekarang aku akan memanngil kalian abang saja biar lbih enak,karena aku juga anak tunggal tidak punya sausara ,jadi mulai sekarang kalian adalah abang abangku dan aku dik kalian yang paling cantik di ssini he,,,he..." ucap Sasa.
"baik nona"
" janan panggil aku nona ,sasa cukup sasa atau adek juga boleh " ucap Sasa penuh binar karena dia membayangkan mempunyai kakak yang banyak karena Sasa maupun Xio shi juga anak tunggal tidak punya saudara.
" baiklah dek,abang ngikut aja " balas Riko dan dia segera membuka paperbag yang diberikan oleh Sasa tadi.
" i..in..ini.ponsel buat kita semua dek " tanya Riko ,dia terkejut melihat ponsel di dalam paper bag itu dan itu bukan hanya satu ada 8 ponsel sesuai dengan jumlah mereka saat ini dan harga ponsel itupun Riko tau ,harganya yang tidak main main ,meski mereka menabung setahun tidak bisa membelinya.
Semua yang ada di situ sungguh terkejut melihat ponsel yang ada di tangan Riko saat ini.
" Dek,apa itu tidak berlebihan kamu membelikan untuk kami ponsel itu!"ucap Johan.
" tidak bang,memang itu untuk kalian,kan aku sudah bilang mulai saat ini kalian adalah saudaraku jadi itu tidak apa apa dan dengan adanya ponsel itu kita bisa saling berhubungan satu sama lainnya ,bang Riko segera bagikan ponselnya dan habis itu kita akan bahas masalah tugas yang aku berikan kepada kalian semua kemaren " ucap Sasa.
Tanpa menunggu perintah dua kali Riko segera membagikan ponsel itu kepada teman temannya itu yang dulunya adalah anggotanya saat ini mereka sudah jadi saudara satu sama lain berkat Sasa.
__ADS_1