
Semua kaum hawa yang akan menjadi pekerja mereka sudah ada yang pingsan berjamaah .Semua orang kaget mendengar suara benda jatuh dan mereka melihat ke arah asal suara danmereka sungguh terkejut melihat hampir semua wanita yang ada di sana pingsan bahkan ada juga yang laki laki pnsna.
" Eh....itu kenapa mereka rebahan di lantai " ucap Sasa.
" Mereka itu tidak tidur dek tapi pingsan gara gara melihat kemunculan kian secara serentak " balas Riko.Sedangkan Bram hanya bisa diam dengan wajah cengonya melihat wajah wajah tampan dan cantik di luar nalar.
" Apakah mereka para dewa yang sedang liburan turun ke bumi " gumam Bram.
Mereka semua langsung duduk .
" Bangunkan teman kalian itu " ucap Hardi.
" Baaik tuan " ucap beberpaa orang yang masih dalam keadaan sadar meski hati dan fikiran mereka tidak baik baik saja.
" Oh ya Tuan Bram perkenalkan ini ayah kami Hardi " ucap Riko memeprkenalkan Hardi di depan Bram sedangkan Bram hanya bisa melongo.
" Apa...ayaah ,bagaimana bisa ,wajahnya saja mereka terlihat seumuran ,bagaimana bisa " ucap Bram dalam hati ,dia sulit mempercayai ucapan Riko.
" Iya.....beliau adalah ayah kami tuan ,karena kemaren ketika kita datang untuk mensurvei rumah ini ayah kami sedang ada keperluan jadi beliau tidak bisa datang ke sini bersama kami " jelas Dion karena dia melihat raut muka Bram yang tidak percaya akan ucapan Riko .
" wajah ayah kami memang tampan sama seperti kami ini " sela Jojo dengan percaya diri yang sangat tinggi.
" Ah,,,maafkan saya tuan ,bukan maksut saya meragukan ucapan tuan muda Riko tapi raut wajah kalian terlihat seumuran jadi saya meragukan itu " jelas Bram merasa sangat tertekan berada di depan pemilik rumah ,padahal kemaren mereka biasa saja tapi kenapa sekarang seperti mencekik leher Bram..
" Tidak apa apa tuan Bram saya maklum akan hal itu " balas Hardi penuh wibawa dan tenang .
Akhirnya Bram membahas tentang para pekerja yang mereka inginkan .Sasa sudah sejak tadi setelah mereka yang pingsan sadar dan melihat setiap para pekerja dengan seksama melalui keahlian nya yang seorang peretas awal,meski di katakan awal tapi kemampuannya tidak bisa di pandang sebelah mata serta dia jugaa membaca setiap fikiran para pekerja yang sungguh sungguh ingin bekerja atau datang dengan tujuan lain.
Hanya beberapa saja yang mereka terima setelah sasa memberikan pendapatnya dan semua abangnya menerima itu semua termasuk ayahnya Hardi.
" Baiklah untuk yang sudah di terima bekerja di kediaman Starlite ini kalian boleh ke kamar kalian masing masing untuk istirahat sejenak sebelum kalian datang lagi ke sini naanti sore dan semua sudah kami sediakan kalian bisa tinggal di pavilun belakang yang kami khususkan untuk kalian yang bekerja di sini dan bagi kalian yang tidak bisa bekerja di sini ,mungkin tempat kalian untuk bekerja di temapat lain karena kami sudah mendapatkan pekerja dengan jumlah yang sudah sesuai dengan keinginan kami " jelas Riko dengna nada dingin.
__ADS_1
Semua pekerja yang di terima segera pergi dari sana mengikuti langkah kaki Jafar salah satu tuan muda mereka.Yang akan menunjukkan tempat tinggal mereka .
" ah....tidak apa apa tuan dan ini surat surat untuk kendaraan ynag tuan muda pesan tempo haari memlalui saya " sela Bram sambil mengeluarkan berkas berkas surat kepemilikan kendaraan.
" Terimakasih banyak Tuan Bram sudah banyak membantu kami semua " ucap Hardi .
" tidak apa tuanbesar ,saya senang bisa membantu tuan muda dan nona muda,jika ada sesuatu yang kalian butuhkan kedepannya jangan ungkan untuk menghubungi saya tuan besar " ucap Bram dengan tulus.
" teriamkasih banyak "balas Hardi lagi
" Baiklah kalau begitu kami permisi dulu tuan " lanjut bram.
" Tunggu dulu tuan " sela Sasa tiba tiba datang membawa amplop coklat dan di serahkan ke Bram.
" ini untuk paman ,boleh saya panggil paman Bram " ucap Sasa.
" Boleh nona,suatu kehormatan bagi saya nona dan maaf ini apa nona "tanya Bram.
"itu untuk paman Bram dan tidak terima penolakan " balas sasa sebelum Bram membukaa amplopnya.
Dan Bram segera membuka amplop coklat yang di berikan sasa kepadanya.
" Nona ini ?'ucap Bram dengan mata berkaca kaca dan tangannya bergetar melihat uang sebanyak itu ,karena dia meski bekerja sebagai manager pemasaran dia belum pernah pegang uang sebanyak itu secara langsung.
" Nona maaf ,ini terlalu banyak untuk saya " ucap Bram.
"tidak paman itu pantas untuk paman karena paman sudah mau membantu kami sampai sekarang dan satu lagi apaman tida pernah memandang rendah kami ketik awaktu pertama kita bertemu pakaian kami sangat sederhana " balas Sasa.
" itu sudah menjadi tanggung jawab saya nona sebagai karyawan " bals Bram.
" Tetap saya tidak mua menerima penolakan dari paman dan anggap itu rejeki untuk anak dan istri paman di rumah " jelas Sasa.
__ADS_1
" ambillah itu memang sudah rejeki buat kamu " sela Hardi.
" Terimakasih tuan besar ,terimakasih tuan muda, terimakasih nona muda " ucap Bram dia sudah menangis terharu karena dia butuh biaya banyak untuk pengobatan anaknya yang sekarang ada di rumah sakit menunggu untuk dioprasi karena kekurangan biaya jadi terhambat.Bram sungguh bersyukur .
Dan Bram segera meninggalkan mansion Starlite bersama dengan mereka yang tidak di terima segera keluar dari rumah .
" Kenapa kamu tadi tiba tiba memberi uang buat pak BRam "tanya Akbar.
" Tadi adek meretas semua data orang orang akan bekerja di rumah kita bang dan adek juga meretas data paman Bram dan ternyata saat ini dia butuh uang banyak untuk biaya oprasi anaknya yang mengidap penyakit kanker dan harus segera di oprasi sedangkan dana paman bram tidak cukup " jelas Sasa.
" ayah bangga padamu nak " ucap Hardi sambil mengelus kepala putrinya itu.
Semua abangnya hanya menganggukkan kepalanya tanda mereka faham,merka juga bangga mempunyai adek yang sangat murah hati itu tapi jika marah jangan di tanya.
"Bang mending abang pesen aja makan untuk makan siang buat kita juga buat para pekerja karena mungkin mulai besok saja mereka bekerja "ucap ucap Hardi memberikan perintah kepada putra pertamanya itu.
"baik yah "balas Riko.
"Abang punya uang,kalau tidak minta sama adek saja,adek tadi low habis ngeluarin uang banyak bang" ucap Hardi mengejek putrinya sambil melirik anak perempuannya .
"ish .....ayaaaaahh......"rengek Sasa ,karena sadar dia sedang di ledekin ayahnya
"ha...ha...ha...ha...."tawa Hrsi pecah melihat muka anaknya yang di tekuk terlihat sangat imut dan semakin menggemaskan.
"Ok.yah kalau begitu kita hari ini makan besar dong,bagaimana kalau kita nanti malam BBQ an di belakang mansion bersama para pekerja sebelum besok mereka memulai pekerjaan mereka "usul Adrian.
"waaahhh..boleh juga tuh idenya " sela Johan.
"Bagaiama yah ?"tanya Riko.
"Ayah ngikut anak anak ayah saja kita friend"gurau Hardi dan membuat anak anaknya tetawa bahagia.
__ADS_1
"Ya sudah nanti setelah makan siang kita ke mall untuk beli kebutuhan untuk acara nanti mlam "ucap Sasa.
"Siap bos"kawab semua abangnya