
Sasa sungguh tidak menyukai sifat orang orang yang suka menindas orang lain karena uang dan kekuasaan ,jika oraang yang di tindas bisa memilih mereka juga tidak mau hidup di bawah dan di tindas orang lain.Tapi itulah takdir mereka yang mereka jalani dengan ihklas dengan sabar dan lapang dada.
Sasa segera menuju toko electronik dimana semua yang dia inginkan aada di sana .
" Akhirnya selesai juga ,saatnya pulang ,dan pasti barang barang yang aku beli sudah sampai rumah " gumam Sasa.
Dia segera menghubungi abangnya Riko jika dia sudah selesai dengan urusannya dan segera bertemu dengaan abang abangnya di parkiran.
Entah itu kebetulan atau sengaja ,sasa bertemu dengan laki laki yang tadi bersama ondel ondel itu.
" Nona kita bertemu lagi " sapa laki lai itu.
Sasa hanya memiringkan kepalanya mengingat siapa laki laki yang ada di depannya saat ini.Karena saat ini dia bersama dengan wanita paruh baya yang terlihat sangat anggun dan cantik meski umur tidak bisa di bohongi.
" maaf kamu siapa ?"tanya sasa karena dia tidak akan ingat dengan orang yang menurutnya tidak penting.Mendengar ucapan dari gadis yang dia sapa membuatnya sangat malu sedangkan mamanya menahan tawa,ternyata masih ada gdis yang tidak mengenali anaknya yang tampan,sombong dan terkenal sebagai pebisnis muda .
" Saya adalah laki laki yang tadi bersama dengan wanita yang sudah memarahimu dan saya ucapkan banyak terimakasih karena sudah membuka kedoknya supaya orang yang sudah tertipu dengan wajah sok polos dan lugunya itu tidak akan tertipu lagi " terang Ricard,sambil menyindir sang mama.
Belum juga Sasa menjawab abang abangnya sudah menyapanya.
" Ada apa dek ,apa kamu buat masalah hmm...."tanya Jojo dan sekarang Jojo tidak memakai masker karena dia fikir tidak ada di parkiran.Di ikuti oleh abang abangnya yang lainnya.
" Gak ada bang ,ya sudah yuk kita pulang ,pasti ayah sudah menunggu kita " balas Sasa dan ingin segera pergi dari sana .Sebelum melangkahkan kaki mereka Akbar menghentikan langkahnya.
" ereka siapa dek ?"tanya Akbar.
" oh.....gak tau bang,tadi laki laki itu datang ketika adek menabrak ondel ondel yang sebetulnya tidak sengaja kami bertabrakan ,adek sudah minta maaf tapi tuh ondel ondel marah marah dan hina adek gitu bang dan dia itu pacarnya "terang Sasa.
__ADS_1
" Jangan bilang vidio yang ada di mall tadi yang abang lihat beneran kamu dek " tanya Riko yang sudah menahan emosi mendengar adeknya di hina orang lain.Karena tadi dia juga melihat walau hanya sekilas.KArena banyak sekali kerumunan .
" Hmmm....." balas sasa hanya menganggukkan kepalanya.
" Maafkan gadis itu ,dia seperti itu karena dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu,saya mewakilinya untuk meminta maaf kepadamu nak " terang Dian ,mamanya Ricard.
" Maaf saya bukanlah Tuhan yang bermurah hati akan memberikan maaf begitu saja,apa dengan kata maaf akan membalikkan keadaan ,jika anda berada di posisi saya apa yang akan anda lakukan jika ada orang yang menghina anda miskin dan juga Ja**ng apa yang akan anda lakukan nyonya " tegas Sasa ,dia tidak mau punya hati sabar da pemaaf seperti ayahnya ,dia tidak ingin harga dirinya di injak injak.
" Itulah kata kata yang di lontarkan gadis yang anda bela ,padahal saya sudah meminta maaf bahkan berkali kali tapi ujung ujungnya dia justru menghina saya " lanjutnya lagi.
" jika anda bilang dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu, saya juga tidak memiliki seorang ibu tapi saya bisa berprilaku dengan baik ,dan dengan alasan itu anda bilang jikaa dia kuraang kasih sayang ,itu tergantung dari orang itu sendiri jangan anda bilang karena kurang kasih sayang dia dengan bebas bisa merendahkan orang lain, aanda salah besar nyonya " lanjut Sasa laagi dan itu membuat tamparan bagi Dina karena dia juga tidak mneyangka jika gadis di depannya jugaa tidakpunya ibu.
"maafkan saya " ucapkan karena sungguh malu dan menyesal akan ucapannya yang amasih membela sisil yang jelas jelas salah,sedangkan Ricard hanya tersenyum dalam hati selama ini dia tidak berani melawan mamanya karena dia begitu menyayangi mamanya dan sekarang ada orang yang membuat mata hati mamanya terbuka.
" Memangnya siapa dek ondel ondel itu " sela Riko karena dia tidaak bisa menahan emosiny.
" Hendrawan " gumam Riko dan Johan.Tanpa basa basi lagi Riko mengambil ponselnya menhubungi seseorang.
tut
" Halo,apakah kita ada kerja sama dengan perusahan tuan Hendrawan?"tanya Riko.
"......"
" Tolak kerja sama dengan perusahaan itu?'
"...."
__ADS_1
" Putrinya telah menghina adik kesayangan ku di depan umum ,jadi selsaikan " tegas Riko dan dengan mengeluarkna aura yang tidak bersahabat.
glek
Ricard dan Dian menelan ludahnya susah payah mendengar ucapan laki laki di depan mereka ini.Siapakah mereka ini,sisil berurusan dengan orang yang salah kaliini batin mereka berdua.
" ayo dek kita pulang ,ayah pasti sudah khawatir di rumah " ajak Riko.Dan mereka perg begitu saja tanpa memperdulikan ibu dan anak itu .
" Mama lihat sendiri gadis yang selalu mama bela sekarang telah berurusan dengan orang yang salah sepertinya sebentar lagi perusahaan paman Hendrawan akan gulung tikar karena ulah putrinya yang sombong itu dan selalu mama bela itu ,Ricard sudah pernah bilang ke mama tapi mama tidak pernah percaya dan sekarang mama lihat sendiri kan,tadi mama juga sudah melihat vidio sisil tapi mama masih membela wanita rubah itu di depan gadis itu dan malah membuat mereka para laki laki itu yang kemungkinan adalah abangnya marah " ucap Ricard dan membuat Dian semakin menyesal .Dia menyesal telah salah membela orang ,selama ini dia telah di butakan oleh sikap sopan santun ,polos dan lugu sisil.
Ricard segera mengajak mamanya pulang dan akan menbahas dengan papanya,pasti sisil akan menangis dan meminta bantuan kepada keluarga mereka nanti.
Tak berselang lama Ricard sudah sampai di mansionnya dan segera masuk kerumah dan dia melihat sang ayah sedang bersantai di ruang keluarga .
" Kamu daari mana Ri kok baru pulang ?"tanya sang papa.
" Pa ,Ricard ingin ngomong sesuatu ke papa ?"ucap Ricard tanpa menjawab pertanyaan sang papa.
" Ada apa,Sepertinya sangat penting ,sampai sampai wajah kamu serius seperti itu"tuturr papa ricard.
" eh tapi mana mama kamu"tanyanya lagi.
" Mama ada ,dia masih di luar ,Ricard ingin bicara di ruang kerja papa " balas Ricard.
" Ayo " dan akhirnya mereka berjalan menuju ruang kerja Tan David.
" Jelaskan " tegas David.
__ADS_1
Dan akhirnya......