
Setelah berpamintan kepada ayahnya ,Sasa pergi menuju kamarnya .Langkah Sasa berhenti dan ingin mengucapkan sesuatu kepada ayahnya dan Hardi menyadari akan hal itu dan dia bertanya kepada anaknya .
" Ada apa sayang ?"tanya Hardi ketika melihat langkah kaki putrinya berhenti.
" yah mulai besok kita akan pindah dari sini dan kita akan tinggal di rumah kita bersama abang abang di sana "jelas Sasa.
" baiklah sayang,ayah nanti akan bersiap besiap"balas Hardi.
Waktu berlalu begitu cepat dan tanpa terasa sang mentari menyapa hari yang begitu ceah.
Sasa sudah menyiapkan semua barang barangnya karena dia memang tidak memiliki banyak barang ,dan barang barangnya yang berharga di simpan di cicin ruang karena dia tidak ingin melihat ayahnya curiga jadi hanya yang penting penting saja dia simpan di cincin ruangnya.
"Pagi ayah,apakah ayah sudah siap ,ayah tidak perlu memasak untuk sarapan kita beli nanti di warung saja yah "
" PAgi sayang,aiklah nak,ayah sudah selesai "
Sasa segera keluar dari rumah itu dan menuju rumah pemilik kontrakan untuk mengembalikan kunci rumah sekaligus untuk berpamitan kepada tuan rumah.
Tok
Tok
Tok
" Selamat pagi "
" Pagi" jawab seseorang dari dalam rumah.
Ceklek
" eh ada Sasa sama pak Hardi,mari silahkan masuk " ucap sang tuan rumah.
" Terimakasih bu,kami di sini saja karena kami hanya sebentar saja bu,kedatangan kami ke sini karena kami ingin berpamitan kepada ibu dan ingin mengembalikan kunci rumah ibu,karena kami ingin pindah bu " jelas Sasa sedangkan Hardi hanya diam saja mendengarkan apa yang d ucapkan sang putri.
" loh...kenapa kalian ingin pindah apa rumahnya tidak nyaman ?"tanya sang tuan rumah.
" tidak bu,rumahnya nyaman hanya saja kami sudah dapat hunian baru bu "jelas Sasa.
"terus bagaimana dengan sisa uang kalian ,karena saat ini saya tidak punta uang cash "terang tuan rumah.
" tidak apa apa bu,itu buat ibu ,saya berterimakasih karaena ibu mau memberikan tempat sementara buat saya dan ayah saya bu " kata sasa.
" sama sama nak"
" ya sudah ini kuncinya dan terimaksih banyak bu ,akmai pamit bu mari bu "
__ADS_1
" ah....hati hati ya sa,pak Hardi juga hati hati lain kali jika ada waktu datang ke sini untuk bermain atau menengok ibu yang tua ini Sa " ucap tuan pemilik kontrakan.
" iya bu ,mari'
Setelah berpamitan Sas dan Hardi pergi dari sana dannmenuju jalan raya guna mencari taksi karena kendraan yang bisa masuk ke kawsan mansionnya hanya taksi dan ojek untuk angkutan umum tidak bisa masuk.
Tak berselang lama mereka sudah sampai di depan mansion dan sasa segera menghubungi abangnya.
" Halo bang ,Sasa sudah ada di depan bersama ayah,abang jemput ya "
Tut
"kamu menghubungi sipaa nak ?"tany Hardi.
" Abang Riko yah"
Dan tak lama Riko sudah membuka pintu gerbang .
" dek ayo masuk,silahkan masuk tuan " sapa Riko karena dia masih canggung dan tidak tahu hars memanggil apa ke tuan Hardi.
" baik kak ayo yah "
" Panggil ayah saja sama seperti Sasa ,bukankan kamu abangnya Sasa secara tidak langsung kamu juga putra ayah sekarang " kata Hardi dan itu membuat Riko terharu ,keluarganya membuang dirinya dan tidak mau mengakuinya sebagai anak sedangkan di depannya justru orang lain menganggapnya anak dan abang .Mata Riko sudah mengembun.
" Ayah " ucap Riko lirih .
" Iya nak ini ayah "balas Hardi dan Riko semakin mengeratkan pelukannya ,da Hardi memberikan satu kecupan di pucuk kepala Riko dan itu membuat hati Riko menghangat seperti inikah pelukan seorang ayah ucap Riko dalam hati karena dia mersakan kehangatan i dalam pelukan Hardi.
" ish....kalian ini kok malah peluk pelukan sih,....adek sudah pegel ini " gerutu Sasa ,padahal dalam hati dia sangat senang melihat momen itu.
" aish .... iya iya ,ayo yah masuk "ucap Riko.
" Adek ngak di tawarin masuk bang " gerutu sasa lagi.
" Ya ampun dek ini kan rumahmu sendiri kenapa harus di tawarin masuk juga dek ,astaga dek " geram Riko.
" he,,,he....he...peace bang..." balas Sasa.
Hardi yang melihat tingkah mereka berdua hanya menggelengkan kepala saja,dia terkejut melihat tingkah putrinya yang usil itu karena selama ini Sasa adalah gadis yang pendiam jika bertemu dengan orang lain hanya kepada Hardi saja dia akan terlihat ceria tapi sekarang yang di lihat Hardi sungguh berbeda dan Hardi tidak menyadari perubahan anaknya itu.Karena Yang ada di fikiran Hardi selama ini anaknya butuh teman .Dan mereka bertiga langsung masuk mobil dan menuju mansion mewah tempat tiggal mereka sekarang.Begitu sampai di depan mansion Hardi begitu takjub melihat interior mansion itu tapi Hardi hanya diam saja tanpa bertanya banyak kepada putrinya.
" Adeeeeekkkkk puulllaaaaaannngg " teriak Sasa karena keadaan mansion begitu sepi karena para pkerja akan sampai siang nati dan abang abang yang lainnya sedang sarapan di meja makan.
" Y ampun dek ini bukan hutan dek ,gak perlu triak triak juga kan " ucap Riko.
" Habisnya sepi banget bang " elak Sasa tidak mau di salahkan.
__ADS_1
" Ngeles aja kayak bajai " gumam Riko.
" Kenapa kalian jadi berantem sih dari tadi hmm..." ucap Hardi .
" eh,,..ayah he...he...he....maaf yah,adek itu tumben tumbennya dia triak triak yah biasanya loh tidak begitu "jelas Riko.
" Kan tadi sudah adek jelasin supayaa tidak sepi mansion ini,kayak kuburan saja sepi " kata Sasa.
" hush...gak boleh bilang kayak gitu nak "jelas Hardi.
" maaf yah "
Mereka mengikuti langkah kaki Riko .
" Pagi semua " Sapa Sasa dan mereka semua yang beradadi meja makan langsung menoleh secara seremapk dan menjawaab sapaan adek mereka yang paling cantik itu.
" Pagi dek " balas mereka.
" Oh ya yah kenalin mereka itu abang abang adek dan bang kenalin ini ayah Sasa "
" Selamat pagi tuan ,elamat datang " ucap mereka canggung sama seperti Riko tadi.
" ah...selamat pagi juga " balas Hardi.
" oh ya yang sebelah sana itu namanya abang Johan,sebelahnya bang Akbar,abang Kohar,abang Jali,abang Burhan,abang Jafar dan abang jojo " jelas sasa.
Dan satu persatu mereka mendekat ke arah Hardi dan menyalami Hardi saatu persatu dengan takjim.
" panggil ayah sama seperti Sasa dan Riko ya " ucap Haardi .
" Baik yah " balaas mereka seremapk.
" hmm...yah boleh Jojo minta peluk ya "ucap Jojo takut jika di tolak.
Daan tidak menunggu lama Hardi membuka tangannya seakan mempersilahkan Jojo memeluknya .
Jojo langsung memeluk Hardi dan langsung pecah tangis Jojo karena dia merasakaan kehangatan sebuah pelukan seorang ayah yang selama ini dia ingin rasakan sekarang terpenuhi ,selama ini dia tidak ingat bagaimana orang tuanya dia hanya ingat jika dia di tinggal oleh kedua orang tuanya di pinggir jalan begitu saja.
Semua orang yang ada di sana juga ingin di peluk oleh Hardi ,sesaat Hardi melihat semua wajah para laki laki tampan di depannya itu dan tanpa melepas Jojo hardi membuka tangannya tanda dia ingin memeluk mereka,Hardi begitu peka dengan situasi saat ini,dia masih teringat akan ucapan putrinya jika mereka semua tidak ada yang punya keluarga dan ada yang senga di buang oleh orang tuanya,Hardi juga merasakan sedih dan sakit di hatinya ketika mendengar isak tangis di sana meski mereka laki lakii tapi mereka juga ingin menangis menumpahkan segala sesuatu yang selama ini mereka pendam sendiri tanpa ada orang tahu.
Sedangkan Sasa dan Riko juga ikut memeluk ,mereka saling berpelukan sampai Hardi meraskan sesak .
" Sudah sudah ayah tidak bisa bernafas "
" eh...
__ADS_1