KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI

KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI
Bab 10 : Pelatihan#01


__ADS_3

Li Wei menatap Liu Fei sejenak kemudian ia tertawa terbahak-bahak, seketika perhatian semua orang langsung tertuju kepada mereka.


"Oh.. Ya ampun! Maafkan saya tapi... Tetua Liu apa maksud perkataanmu? Mana mungkin aku melakukannya kepada Tuan Muda?" Li Wei beranjak dari tempat duduknya dan meminta izin kepada Bai Changyi untuk pergi meninggalkan paviliun tersebut, Bai Changyi menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia setuju dan setelah itu Li Wei pergi meninggalkan paviliun tersebut.


"Baiklah, Muridku ayo kita cari tempat yang pas untuk mempelajari buku itu" Liu Fei beranjak dan langsung mengajak Bai Changyi untuk pergi ke taman belakang dan langsung melatih Bai Changyi.


"TINGKATKAN LAGI KECEPATANMU! TUMPUKKAN KEKUATAN KECEPATAN PADA KAKI DAN KETAHANAN DI DAERAH PAHA!"


"BAIK"


SWUSH


DUK


DUK


DUK


BATS


Kini langkah Bai Changyi menjadi sangat cepat dan kekuatannya pun bertambah, semakin lama langkahnya menjadi berat dan menyebabkan tanah yang ia tapaki menjadi berlubang dan meninggalkan bekas tapak kaki yang lumayan dalam.

__ADS_1


Liu Fei memperhatikan dengan rinci setiap gerakan Bai Changyi dan mengamatinya, jujur saja sebelumnya ia sempat terkejut dengan perkembangan yang di tunjukkan oleh Bai Changyi, karena mau di lihat dari sisi mana pun juga perkembangan Bai Changyi sangat tidak masuk akal!


"Sulit di percaya orang yang beberapa tahun yang lalu seorang sampah dan hampir di asingkan dan di keluarkan dari Keluarga Bai karena tidak mempunyai Basic Kultivasi namun, kini ia malah berkembang dengan sangat pesat dan perkembangannya sangat tidak masuk akal! Bagaimana bisa ia bisa sehebat ini hanya dalam 1 malam saja?" Liu Fei benar-benar di buat takjub dengan pertumbuhan Bai Changyi namun di satu sisi ia khawatir jika suatu saat nanti perkembangan Bai Changyi ini akan membawa musibah bagi dirinya sendiri dan juga keluarganya.


"Cukup! Latihan untuk hari ini sampai disini saja, besok kau datanglah ke air terjun Wang dan tunggu aku di bawah air terjun itu" Liu Fei membalikkan badannya dan pergi begitu saja, sementara itu Bai Changyi membungkuk memberi salam hormat kepada gurunya itu. Setelahnya ia menatap kepergian gurunya itu dan kemudian melanjutkan kembali latihannya.


1 Jam sudah berlalu dan kini Bai Changyi sedang bermeditasi, ia langsung bermeditasi begitu merasakan aura yang sangat panas di bagian meridiannya. Biasanya jika ada aura yang panas di bagian pusat meridian maka itu artinya dia akan menerobos ranah atau tingkatan Kultivasi!


SHHHH.....


Kini Bai Changyi sudah selesai bermeditasi dan ia merasakan bahwa kini kekuatannya bertambah.


"Wah! Luar biasa!!! Satu kali lagi berlatih tentang pusat pernafasan yang ada di buku suci maka aku akan naik ke ranah prajurit dan resmi menjadi kultivator! Hahaha! Aku benar-benar sudah tidak sabar" Bai Changyi sangat senang dengan pencapaiannya, ia tak menyangka ternyata ia bisa berkembang pesat seperti ini benar-benar di luar dugaan!


• Di dalam Paviliun •


Saat ini Bai Changyi sedang menyantap makanannya tak lupa di belakangnya juga ada 2 orang pelayan perempuan dan 1 pelayan laki-laki yang siap melayani Bai Changyi. Di saat Bai Changyi sedang menikmati makanannya tiba-tiba saja dari arah jendela ada sesuatu yang terbang dan langsung mendarat tepat di meja makan. Bai Changyi menatap sebuah kotak yang saat ini berada di depannya dan mengambilnya.


"Kotak apa ini? Kenapa bisa ada di sini?" Bai Changyi memperhatikan kotak itu dengan cermat, kemudian salah satu pelayannya memberikan saran kepadanya untuk membuka kotak itu namun, Bai Changyi berpendapat lain dan ia menyimpan kotak itu di cincin penyimpanannya. Ia berniat untuk membuka kotak itu nanti saat ia sendirian dan tidak ada 1 orang pun di sisinya.


Wajar saja ia melakukannya karena ia tidak mau ada mata-mata atau orang yang tidak bertanggung jawab yang nantinya akan membocorkan informasi dan nantinya malah merugikan dirinya dan Bai Changyi tidak mau mengambil resiko tersebut.

__ADS_1


"Kenapa ya firasat ku mengatakan bahwa orang yang memberikan kotak ini adalah Li Jia? Wanita yang ada di Paviliun Yun itu ya?" Entah kenapa Bai Changyi merasa bahwa semua ini adalah ulah Li Jia yang ia temui di paviliun Yun, jujur saja ia masih sedikit bingung dengan motif wanita itu, kenapa wanita itu melakukan ini? Padahal mereka tidak saling kenal, aneh sekali! Tidak mungkin kan hanya karena pernah bertemu 1 kali saja Li Jia malah menganggap Bai Changyi sebagai orang yang penting?


Sementara itu di sebuah tempat yang cukup gelap terlihatlah seorang wanita sedang berdiri di depan sebuah pohon yang mengeluarkan cahaya yang cukup terang, wanita itu memegang batang pohon itu dan mengelusnya sambil tersenyum.


"Hm~ Hm~ senang sekali rasanya! Dia akan sadar kan? Kan? Kau juga setuju kan? Hehe, jika bukan karena dirimu 'dia' mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan kedua. Terima kasih"


SRASH


Seketika pohon itu pun melebur dan berubah menjadi abu, wanita itu mendongakkan kepalanya dan tersenyum bahagia, ia benar-benar senang karena nampaknya orang yang sangat berharga bagi dirinya telah berhasil bereinkarnasi. Setelah itu wanita itu pergi meninggalkan tempat tersebut dan menghilang di telan oleh kegelapan.


Keesokan harinya......


Saat ini Bai Changyi sedang berada di bawah air terjun, dia sedang menunggu Liu Fei datang. Sambil menunggu Bai Changyi memutuskan untuk melatih ranahnya agar ranah tersebut tetap seimbang dan tidak hancur. Sementara itu Liu Fei memperhatikan muridnya itu dari jauh, ia sangat terkejut karena tanpa di suruh pun Bai Changyi langsung berlatih untuk menyeimbangkan ranah kultivasi nya.


Memang akan sangat berbahaya jika kemampuan menampung Meridian tidak di sesuaikan dengan ranah saat ini karena jika sampai Meridian tersebut hancur atau meledak maka secara otomatis orang yang Meridiannya hancur akan langsung tewas!!


"Hebat sekali! Instingnya sangat kuat, dia ini monster! Semoga saja perkembangannya ini membawanya dirinya ke puncak yang tertinggi dan tidak tersesat" Liu Fei menaruh harapan yang sangat besar kepada Bai Changyi, ia berharap bahwa nantinya Bai Changyi akan menjadi pemuda yang sukses dan tidak membawa kehancuran bagi dirinya sendiri. Setelah itu Liu Fei menghampiri Bai Changyi yang saat itu masih melatih kultivasi nya. Karena merasakan ada seseorang yang mendekat dengan sigap Bai Changyi melemparkan belati yang ia bawa.


SWUSH


TAP

__ADS_1


Hampir saja Belati tersebut mengenai mata Liu Fei, untung saja ia dengan cepat menangkap belati tersebut.


"....."


__ADS_2