
4 jam kemudian.....
Sudah 4 jam berlalu namun.. Masih belum ada tanda-tanda bahwa Bai Changyi akan keluar dari dalam kamarnya sampai....
DUARRR!!!
Suara ledakan yang begitu nyaring seketika membuat semua orang yang berada di kediaman menjadi panik dan berbondong-bondong pergi menuju asal suara.
Pintu kamar terbuka lebar dan terlihat lah seorang pria yang keluar dari dalam kamar tersebut dengan pakaian yang compang-camping dan pria itu adalah Bai Changyi, melihat hal ini membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan merasa heran karena saat ini aura yang di keluarkan Bai Changyi sangat berbeda dengan aura yang ia keluarkan selama ini.
"Changyi? Putraku kau baik-baik saja kan? Kenapa pakaianmu menjadi seperti ini?" An Chyou benar-benar di buat panik dengan keadaan Changyi, dia benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada anaknya itu. Changyi tersenyum dan menggelengkan kepalanya setelah itu semua orang yang peduli kepadanya merasa lega. Namun... Dari mereka yang ada di sana orang yang paling terlihat lega adalah Bai Shilin, kakak pertama Bai Changyi. Ia sangat takut terjadi sesuatu kepada adik bungsunya itu, karena jika Bai Changyi sampai kenapa-napa maka kakak keduanya mungkin akan marah besar dan mengobrak-abrik daratan Xuan.
"Adik sialan! Apakah kau tidak tahu betapa paniknya aku saat mengetahui bahwa sumber ledakan itu berasal dari tempatmu?" Bai Shilin memeluk erat Bai Changyi, sementara itu Changyi hanya bisa terdiam saja saat di peluk oleh kakaknya itu baru kali ini dia di peluk dengan sehangat ini, padahal dulu saat ia masih menjadi Ming Hao ia tak pernah merasakan perasaan ini.
__ADS_1
"Ah... Jadi begini ya rasanya di peluk dengan tulus dan penuh cinta oleh orang yang benar-benar menyayangi kita" Bai Changyi hanya dapat tersenyum dan menerima pelukan hangat itu akhirnya ia mendapatkan apa yang belum pernah ia dapatkan di kehidupannya yang dulu. Dan kini Bai Changyi sudah memutuskan untuk membuat ayah dan keluarganya menjadi bangga pada dirinya bukannya malu!
"Terima kasih banyak, mulai hari ini aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan kalian. Ayah, lihat saja! 1 tahun lagi aku akan melampaui mereka semua." Bai Changyi tersenyum dan membulatkan tekadnya, melihat semangat putranya yang begitu menggebu-gebu Bai Heng hanya dapat tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Putraku sudah banyak berubah ternyata, akhirnya setelah sekian lama kau berhasil menemukan jalan hidupmu nak. Tapi... Kenapa basic kultivasinya baru kelihatan sekarang? Apakah ada yang salah? Aku harus memeriksa makanan dan semua yang bersangkutan dengan Bai Changyi! Nampaknya ada yang tidak beres di sini" Perkiraan Bai Heng tidak salah! Memang ada yang aneh pada makanan yang selama ini di konsumsi oleh Bai Changyi, seperti yang kita ketahui pada bab-bab sebelumnya bahwa basic kultivasi milik Bai Changyi itu terhalang oleh racun yang telah ia konsumsi selama bertahun-tahun lamanya. Itu artinya di dalam kediaman itu ada pengkhianat yang benar-benar teliti karena sudah bertahun-tahun namun perbuatannya itu masih belum ketahuan. Tapi... Entah karena orangnya yang pintar menyembunyikan perbuatannya atau memang karena pada saat itu Bai Changyi yang bodoh dan polos.
"Nak, karena kamarmu hancur seperti itu untuk sementara waktu tinggallah bersama kakakmu" Bai Heng pergi meninggalkan lokasi dan menghilang di telan oleh keramaian, Bai Changyi hanya dapat menganggukan kepalanya, sementara Bai Shilin terlihat begitu bahagia karena akhirnya setelah sekian lama akhirnya ia dan Bai Changyi bisa dekat lagi seperti ini walaupun karena sebuah tragedi.
"Syukurlah! Akhirnya Tuhan berada di pihak kami juga, jujur saja sebelumnya aku benar-benar panik karena takut hubungan mereka semua semakin renggang, sekarang saja ayah mereka sudah mulai menunjukkan kepeduliannya kepada Bai Changyi" An Chyou tersenyum tipis kemudian ia pergi meninggalkan kediaman yang di tempati oleh Bai Changyi. Sementara itu dari kejauhan terlihat seorang wanita paruh baya yang menatap ke arah mereka (Keluarga Bai utama) dengan tatapan penuh iri dan dengki ia benar-benar marah saat melihat bahwa keluarga Utama Bai hidup dengan rukun dan akur seperti itu.
"Baj*ngan! Kenapa jadi seperti ini? Jelas-jelas waktu itu aku kan sudah menyuruh salah satu pelayan kepercayaan Bai Heng untuk menaruh racun yang dapat menghilangkan basic kultivasi!! Tapi kenapa sekarang semuanya jadi seperti ini? Kenapa basic kultivasi milik Bai Changyi kembali lagi? Ada apa ini? Sialan!" dengan perasaan kesal wanita itu pergi meninggalkan kediaman Changyi, ia benar-benar tidak menduga bahwa ternyata semua keberuntungan ada di pihak keluarga Utama Bai.
• Kamar Bai Shilin •
__ADS_1
Saat ini Bai Shilin sedang menyiapkan alkohol terbaiknya untuk ia minum bersama Bai Changyi, sementara itu Bai Changyi saat ini sedang mandi dan menganti pakaiannya Bai Changyi benar-benar senang karena ia berhasil mendapatkan kembali basic kultivasi miliknya itu.
Ceklek
Pintu terbuka lebar dan terlihatlah Bai Changyi yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah, melihat ini Bai Shilin sempat terkejut dan tak percaya ternyata jika memakai hanfu yang bagus seperti ini maka ketampanan Bai Changyi akan bertambah.
"Hoho! Memang benar bahwa kau adalah adikku Hahahahaha!!! Kau sangat tampan sama seperti diriku" Bai Shilin merangkul Bai Changyi dan mengajaknya duduk untuk meminum alkohol yang sebelumnya telah ia siapkan, Bai Changyi menurutinya dan duduk di tempat yang telah di sediakan.
"Hm.. Bagaimana rasanya setelah mendapatkan kembali basic kultivasi?" Tanya Bai Shilin sambil menuangkan alkohol ke dalam gelas, Bai Changyi menatap kakaknya itu kemudian tersenyum.
"Jujur saja kak, aku benar-benar senang! Akhirnya aku bisa menjadi kulitivator" kini senyuman Bai Changyi semakin melebar ia benar-benar senang karena langkah demi langkah berhasil ia lalui dan itu artinya ia semakin dekat dengan balas dendamnya!
"Begitu ya? Hm.. Untuk merayakannya ayo kita minum sampai mabuk hari ini dan besok aku akan memberikan hadiah kepadamu!" Bai Shilin mengangkat gelasnya tinggi dan meminum Alkohol itu dalam sekali teguk. Bai Changyi menganggukan kepala menandakan ia setuju dan meminum alkohol tersebut dalam sekali teguk juga.
__ADS_1