
Sesampainya di klan Bai mereka berdua langsung di sambut oleh Bai Shilin yang saat itu sedang berpatroli di sekitar klan Bai utama guna mengantisipasi serangan dari musuh yang mungkin berniat untuk menghancurkan meridian milik Bai Changyi. Ya, memang tidak ada salahnya untuk mencegah, karena mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Setelah itu mereka bertiga duduk di bawah pohon rindang dan Chu Shen pun menceritakan tentang apa yang terjadi di bukit iblis.
"Apa-apaan Klan sialan itu?! Mereka benar-benar mau berperang dengan kita ya?" Bai Shilin sangat marah dengan apa yang di katakan oleh Chu Shen ya, memangnya siapa yang tidak akan marah jika mengetahui bahwa kebahagiaan keluarganya akan terancam? Bai Shilin tak mau jika kehidupan adiknya yang baru saja keluar dari neraka itu malah masuk kembali ke dalam neraka! Dan ini benar-benar membebani pikirannya.
"Bagaimanapun caranya kita harus mencegah klan sialan itu, aku tidak mau adikku kembali menderita karena para baj*ngan itu!" Bai Shilin sangat marah, nampaknya ia bisa saja melakukan sesuatu yang di luar batas saat ini juga.
"Tuan muda, anda harus sabar dan jangan terbawa emosi. Jika seperti ini nantinya anda yang bisa kesulitan" ujar Liu Fei, Liu Fei mengatakan hal ini karena ia tahu betul apa yang akan terjadi jika seseorang sudah di kuasai oleh emosi atau ego mereka dan ini bisa berakibat fatal bagi Bai Shilin, ya... Walaupun terkadang dengan adanya amarah kekuatan kita akan meningkat pesat namun ada kerusakan yang cukup parah dan mungkin membahayakan nyawa.
Setelah mendengar saran dari Liu Fei, Bai Shilin menenangkan dirinya. Ya.... Yang dikatakan oleh Liu Fei ada benarnya juga, jadi ia tidak bisa membantahnya.
"Terima kasih banyak atas saran anda Tetua Liu, sekarang saya sudah merasa lebih baik" ujar Bai Shilin sambil tersenyum. Setelah melihat situasi agak tenang, Chu Shen memutuskan untuk pergi menghadap Bai Heng yang merupakan kepala klan guna melaporkan semua informasi yang telah ia dapatkan.
"Tuan muda, Tetua Liu, saya permisi dulu. Masih ada beberapa hal yang harus saya bicarakan dengan kepala klan." ujar Chu Shen sambil beranjak dari duduknya dan kemudian pergi menjauh, kemudian Liu Fei dan Bai Shilin kembali berbincang mengenai perkembangan Bai Changyi.
__ADS_1
Paviliun utama
Chu Shen masuk dan langsung berlutut di hadapan Bai Heng, kemudian Bai Heng menyuruh Chu Shen untuk berdiri dan mengatakan apa yang sedang terjadi di bukit iblis. Dengan teliti Chu Shen memberitahukan tentang apa saja yang ia lihat dan ia dengar bersama Liu Fei, setelah selesai melapor Chu Shen terkejut saat melihat ekspresi wajah Bai Heng yang terlihat sangat marah, ya itu wajar saja mengingat kedamaian yang telah ia jaga selama bertahun-tahun akan segera hilang begitu perang di kumandangkan.
"Chu Shen, lakukan persiapan! Kita harus mengantisipasi apapun itu yang akan mereka lakukan nantinya kita harus bisa mencegah dan meminimalisir kerugian!" ujar Bai Heng, Chu Shen menganggukkan kepalanya setelah itu Bai Heng menyuruh Chu Shen untuk kembali ke paviliunnya guna beristirahat. Chu Shen menuruti perintah Bai Heng sang kepala keluarga dan pergi meninggalkan paviliun utama.
Bruk
"Hah.... Sialan! Kenapa semuanya selalu saja di luar perkiraan? Ini benar-benar tidak terduga! Bisa jadi berbahaya jika klan naga seribu api terus di biarkan" Bai Heng menghela nafas dengan kasar, ia benar-benar di buat depresi dengan kejadian yang saat ini sedang ia alami. Bagaimana tidak? Baru juga dirinya berbahagia karena sang putra yaitu Bai Changyi berhasil mendapatkan basic kultivasinya kembali namun sekarang? Ia sudah di hadapkan dengan sesuatu yang nantinya akan merugikan dirinya bahkan membuat nyawa orang-orang yang berada di sekitarnya terancam!
Bai Changyi saat ini sedang berlatih, ya dia sudah mendengar kabar bahwa Liu Fei guru Bai Changyi di berikan tugas oleh sang ayah untuk pergi membantu penyelidikan Tetua Chu di bukit iblis dan ada kemungkinan besar hal ini akan memakan waktu yang cukup lama, dan jika dirinya ingin mengejar anggota klan Bai yang lain maka ia tidak boleh malas dan harus berlatih apapun yang terjadi!
Tanpa Bai Changyi sadari dari kejauhan ada seseorang yang sedang mengawasinya, orang itu menatap Bai Changyi dengan tatapan penuh rasa amarah, iri, dan juga benci entah apa yang sebenarnya di pikirkan oleh orang itu tapi yang pasti orang itu nampaknya tidak menyukai Bai Changyi.
__ADS_1
"Kenapa si brengs*k itu masih saja berlatih? Dan kenapa auranya terasa berbeda? Apa jangan-jangan rumor itu benar?! Jika memang benar maka aku harus melaporkan ini kepada ayah" orang itu pergi meninggalkan taman belakang dan menghilang entah kemana, tak berselang lama setelah orang tersebut pergi Bei Chouji datang ke tempat itu untuk melihat perkembangan Bai Changyi seperti yang di perintahkan oleh Bai Heng.
"Kepala klan menyuruhku untuk melatihnya selama Tetua Liu tidak ada di sini, ya... Ada bagusnya juga, kini aku bisa melihat perkembangan Tuan muda secara langsung" ungkap Bei Chouji dengan raut wajah yang senang dan senyuman yang terukir di wajahnya itu, nampaknya ia sangat senang karena Bai Changyi yang mengalami perubahan dan kini telah kembali menjadi seorang kultivator dan tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri di antara para tetua yang ada di kediaman klan utama.
Drap... Drap... Drap
WUSH
BRAK!!!
"Hosh! Hosh! Hosh!" Bai Changyi melangkah dengan sangat cepat kemudian melayangkan tinju angin salah satu jurus tingkat surgawi. Bersamaan dengan di lepaskannya tinju itu sebuah pohon berukuran besar seketika tumbang dan ambruk bersama akarnya. Melihat hal ini Bei Chouji sangat terkejut karena seingatnya walaupun jurus ini kuat itu pun hanya bisa membuat beberapa dahan pohon berukuran besar patah dan merobohkan pohon yang berukuran sedang itu pun tidak bersama akarnya namun.... Yang di lakukan Bai Changyi benar-benar di luar dugaan.
"Monster" itu lah kalimat yang keluar dari mulut Bei Chouji, rasanya sebutan 'jenius' sudah tidak cocok lagi untuk Bai Changyi yang mengalami kemajuan yang begitu pesat, menurutnya sebutan 'monster' lebih pas untuk Bai Changyi. Setelah selesai menumbangkan pohon tersebut Bai Changyi merasakan keberadaan Bei Chouji dan langsung menyapanya.
__ADS_1
"Tetua Bei ada apa? Kenapa anda datang ke sini?" ujar Bai Changyi sambil berjalan mendekat ke arah Bei Chouji, Bei Chouji terkejut karena seharusnya di tingkatan Bai Changyi saat ini ia belum bisa merasakan keberadaan seseorang yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari pada dirinya. Namun mengapa Bai Changyi malah sudah dapat merasakan keberadaan Bei Chouji?