KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI

KEMBALINYA SANG DEWA KULTIVASI
Bab 24 : Kepulangan Bai Peiru#02


__ADS_3

Kehangatan pun terasa dalam kediaman itu, semua orang berbincang-bincang dengan gembira dan melupakan semua masalah mereka, seketika mereka benar-benar melupakan hal lain dan bergembira bersama.


Tak terasa 2 jam sudah berlalu, dan kini mereka pergi ke ruang makan untuk makan bersama. Dan pada saat makan inilah suasana menjadi serius karena tanpa aba-aba Bei Chouji datang dan memberi kabar bahwa klan seribu naga menunjukkan pergerakan yang aneh. Seketika semua yang ada di sana menjadi serius dan suasana pun menjadi tegang.


"Apa? Pergerakan yang seperti apa?" tanya Ahn Chyou kepada Bei Chouji.


"Mereka melakukan gerakan secara acak dan pergerakan mereka itu sangat mencurigakan." ujar Bei Chouji panik.


"Begitu ya.... Baiklah! Pastikan untuk terus mengikuti mereka, dan serang mereka begitu ada kesempatan" sambung Bai Heng, saat ini Bai Heng sedang memikirkan sebuah strategi guna menetralisir kerugian sebesar mungkin.


"Tetua Bei, tolong panggil Tetua Chen ke ruang kerjaku nanti sore" ucap Bai Heng dan Bei Chouji pun menganggukkan kepalanya lalu izin pergi untuk kembali melakukan tugasnya dan Bai Heng pun memberikan izin.


Suasana yang sebelumya hangat kini berubah menjadi hening dan suasana pun menegang. Semua orang berpikir bagaimana cara terbaik untuk menghadapi klan naga seribu api itu, ketika semua orang sedang terlarut dalam pikirannya tiba-tiba saja Bai Changyi memberikan sebuah saran yang membuat keluarganya itu menjadi terdiam dan terkejut dengan strategi yang di usulkan oleh Bai Changyi. Mereka semua sangat terkejut karena bisa-bisanya Bai Changyi memiliki pemikiran yang terbuka dan ide yang sangat cermelang seperti ini.


"Mengejutkan! Sesuai yang di harapkan dari adikku yang jenius ini" ujar Bai Shilin dengan bangga, ia sangat senang dengan perkembangan Bai Changyi. Padahal dulu Bai Changyi tidak pernah berani untuk mengemukakan pendapatnya dan selalu bersembunyi di belakang Bai Peiru, namun kini ia sudah dewasa dan bisa melakukannya dengan sangat baik!

__ADS_1


"Adikku memang yang paling keren!" sambung Bai Peiru.


"Ya, Bai Changyi memang sudah banyak berubah. Idemu itu benar-benar hebat" sambung Bai Heng kagum.


"Hm, sudah ku duga bahwa anakku ini memang hebat" sambung Ahn Chyou bangga.


Semua orang memuji kepintaran dan kecermelangan ide Bai Changyi, jika ada yang memuji tentu saja ada yang menggolok bukan? Dan itu lah yang di lakukan oleh tetua ke-5 dia sangat benci ketika Bai Changyi di puji seperti itu. Dan hal ini benar-benar membuat dirinya marah besar. Ia sangat tidak suka melihat Bai Changyi yang di perlakukan baik seperti ini, ia lebih suka melihat Bai Changyi yang di hina dan di caci maki oleh orang-orang.


"Tetua ke-5, jika memang tidak suka tolong jangan di tunjukkan secara terang-terangan seperti ini" ujar Liu Fei, ya dari tadi dirinya sudah memperhatikan setiap gerak-gerik serta ekspresi wajah dari Mu Cha.


"Apa maksudmu? Tetua Liu, saya harap anda tidak menyebarkan yang tidak-tidak tentang saya" ujar Mu Cha dengan nada tidak sukanya.


"Heh! Tetua Mu, kenapa anda menatap dan berbicara dengan nada seperti itu? Ingatlah! Posisimu itu berada di bawah tetua Liu" sambung Li Wei dengan tatapan tajam.


"Ya ampun! Kenapa kalian malah ribut seperti ini? Sudahlah, tetua Mu lebih baik anda cepat minta maaf kepada tetua Liu agar semuanya selesai" ujar Bei Chouji.

__ADS_1


Ya, dapat di lihat bahwa 5 tetua dengan peringkat teratas tidak ada satupun dari mereka yang menyukai tetua Mu/Mu Cha. Mereka membenci Mu Cha bukan tanpa sebab, melainkan karena Mu Cha yang selalu bersikap semena-mena dan seenaknya. Tak hanya itu, Mu Cha juga sering mengolok-olok tetua yang lain di depan para bangsawan, bahkan tak jarang dirinya tertangkap sedang melakukan suatu hal yang tidak senonoh terhadap para pelayan wanita yang ada di klan ini.


Namun, mereka semua mencoba untuk menutup mata karena mereka masih menghargai posisi Mu Cha yang merupakan tetua ke-5 itu! Jadi mau tak mau mereka harus bersikap seolah-olah tidak tahu. Namun, kini mereka tidak akan melakukan hal itu lagi!


"Apa maksudnya? Kenapa kau mengatakan hal itu Bei Chouji?" ujar Mu Cha dengan nada marah, Bei Chouji hanya tertawa melihat ekspresi wajah Mu Cha.


"Ya ampun! Tetua Mu, saya mengatakan yang sebenarnya loh~" balas Bei Chouji dengan nada mengejek, tentu saja mendengar nada bicara Bei Chouji yang mengejeknya itu membuat Mu Cha marah besar.


"Hei, tetua Mu jika ingin marah lebih baik kau marah saja pada dirimu sendiri. Benar-benar tidak tahu malu!" sambung Li Wei menghina, dan hal ini semakin membuat Mu Cha semakin marah. Namun, di saat Mu Cha hendak membalas semua perkataan dari Li Wei dan Bei Chouji tiba-tiba saja Bai Peiru datang dan langsung menengahi pertengkaran mereka bertiga.


"Hei! Ini adalah pesta penyambutanku, jadi aku harap kalian bertiga tidak mengacaukan acara ini dengan cara bertengkar dan membuat keributan ya" ujar Bai Peiru tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Seketika suasana pun menjadi hening, tak ada satupun orang yang berani membuka mulutnya. Mereka semua tidak mau mengacaukan acara penyambutan Bai Peiru itu. Dan akhirnya ruangan itu kembali di penuhi dengan canda tawa kembali, seolah-olah mereka telah melupakan masalah yang tadi. Di tengah-tengah acara Bai Peiru naik ke atas salah satu meja sembari mengangkat tinggi kendi yang berisi arak dan berteriak.


"HARI INI KITA HARUS MINUM SAMPAI MABUK! TIDAK MABUK TIDAK PULANG!" teriak Bai Peiru dengan riang gembira dan semua orang pun menyambut hangat hal itu, mereka semua meminum arak sampai benar-benar mabuk. Kecuali Bai Changyi yang meminum arak tersebut hanya sedikit saja karena batasan kultivasi. Kali ini dirinya telah berada di ranah jenderal level 3 dan batasan ketika sudah berada di ranah ini adalah mereka tidak boleh terlalu banyak meminum alkohol atau sejenisnya, jika tidak maka proses penerobosan ke tingkat selanjutnya akan sangat sulit bahkan bisa saja mereka berhenti di ranah/tingkat jendral dan tidak berkembang sama sekali.

__ADS_1


Melihat semua orang yang tertidur, serta ada beberapa dari mereka yang mengigau tidak jelas Bai Changyi memutuskan untuk pergi dari ruangan tersebut dan pergi ke taman belakang untuk melakukan pelatihan, ia berlatih semalaman. Dan mencoba teknik pernapasan yang di berikan oleh sang guru. Namun, dirinya sama sekali tidak puas dengan hasil dari latihan teknik pernapasannya itu.


__ADS_2