
Semuanya baik-baik saja sampai suatu hari... Tang Fen mendengar kabar bahwa meridian milik Bai Changyi tiba-tiba saja terblokir dan hal ini membuat Bai Changyi kehilangan basic kultivasinya, sebelumnya Tang Fen hendak menjenguk Bai Changyi dan memberikan dukungan kepadanya namun.... Kaisar terdahulu melarang Tang Fen melakukannya. Jika Tang Fen pergi menemui Bai Changyi maka ia akan di cabut dari posisi tahta, tentu saja hal ini tidak membuat Tang Fen takut.
Malam harinya Tang Fen pergi menemui Bai Changyi dan mengajak Bai Changyi untuk bermain, pada saat itu Bai Changyi sedang di awasi dengan sangat ketat oleh orang-orang dari klan Bai, mereka mengawasi Bai Changyi karena mereka tidak mau jika nantinya Bai Changyi melakukan sesuatu yang dapat merugikan dirinya sendiri, dulu mereka semua berpendapat bahwa kekuatan Bai Changyi akan kembali seperti semula namun... Ternyata, semua itu hanyalah angan-angan mereka saja. Sudah 10 tahun mereka menanti namun Bai Changyi sama sekali tidak menunjukkan adanya kemajuan sehingga setelah hari itu mereka mulai memperlakukan Bai Changyi dengan sangat kejam!
Dan perlakuan anggota klan Bai kepada Bai Changyi dengan cepat tersebar dan sampai ke telinga kaisar, saat mendengar hal ini Kaisar langsung mengurung Tang Fen dan melarang Tang Fen untuk berkomunikasi dengan pihak luar kecuali orang tersebut sudah mendapatkan izin dari kaisar terdahulu. Dan hal ini berlangsung cukup lama sampai Kaisar terdahulu wafat dan Tang Fen menjabat sebagai Kaisar, setelah menjadi kaisar Tang Fen memutuskan untuk bertemu dengan Bai Changyi.
Namun, saat dirinya hendak menemui Bai Changyi. Bai Heng, kepala klan tersebut menghalau Tang Fen, sebenarnya Bai Heng merasa sangat bahagia ternyata Tang Fen masih peduli kepada anaknya yaitu Bai Changyi namun... Di satu sisi ia juga tidak mau jika nantinya perlakuan anggota klan semakin menjadi karena Tang Fen yang notabenya seorang Kaisar dengan posisi terhormat malah menemui Bai Changyi yang merupakan sampah masyarakat dan anak buangan.
Dengan berbagai alasan Bai Heng selalu saja menolak kunjungan dari Tang Fen, dan hal ini membuat hubungan Tang Fen juga Bai Changyi menjadi renggang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Changyi? Kau tau? Aku sangat merindukanmu namun, ayahmu selalu saja mencari-cari alasan agar kita tidak bertemu" Tang Fen melepaskan pelukannya dan mulai mengoceh layaknya seorang perempuan, Bai Changyi merasa bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini, sebenarnya siapa Tang Fen? Dan bagaimana seorang Kaisar menunjukkan sikap seperti ini?
"Ku dengar dia seorang Kaisar kan? Lalu kenapa sifatnya seperti ini? Di mana letak wibawanya? Dasar aneh!" Batin Bai Changyi, ia benar-benar merasa heran dengan perilaku Tang Fen namun, saat ini Bai Changyi juga sedang menyesuaikan diri. Ia selalu berpikir bahwa Bai Changyi di kelilingi oleh orang-orang yang sangat unik. Di mulai dari ayahnya yang selalu menyembunyikan perasaannya, sang ibu yang tanpa pikir panjang selalu memperhatikannya, sang kakak yang selalu siap sedia dalam membantu adiknya, guru yang nampaknya tidak peduli namun sebenarnya peduli, dan teman yang setia dan tidak memandang status.
"Ku pikir... Tidak rugi juga" Bai Changyi tersenyum tipis, kali ini ia benar-benar sudah menerima takdir hidupnya, kini ia tidak akan pernah mengeluh lagi kenapa Tuhan mereinkarnasikannya ke tubuh Bai Changyi yang merupakan sampah masyarakat. Kini keluhan itu akan hilang dan tidak akan pernah terucap lagi dari mulut Bai Changyi.
"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan saya Yang Mulia, saya baik-baik saja" Walaupun Tang Fen adalah sahabat Bai Changyi namun, Bai Changyi tidak melupakan status mereka. Karena mau bagaimanapun juga status Kaisar itu adalah status yang paling tinggi. Tang Fen tersentak ia sedih karena Bai Changyi kini sudah tidak bisa memanggilnya dengan sebutan nama lagi, ya... Itu wajar saja karena posisi mereka yang sudah tidak memungkinkan lagi!
"Changyi, bagaimana jika kau mengajak Kaisar ke paviliunmu? Di sana kalian bisa mengobrol dan mengenang masa lalu kan?" Ujar Bai Shilin, ia menyarankan adiknya itu untuk berbicara dan mengobrol berdua saja dengan Tang Fen, mengingat sudah lama mereka tidak bertemu pastinya sudah banyak pula cerita dan kisah yang di pendam oleh mereka berdua. Kini mereka bertemu dan tentunya Bai Shilin berharap adiknya dan Kaisar dapat berteman dekat kembali seperti dulu.
Sesekali mereka berdua tertawa bersama dan ini menyebabkan suasana menjadi hangat dan Menyenangkan. Benar-benar menyenangkan sehingga tak terasa mereka sudah berada di depan paviliun milik Bai Changyi setelah itu mereka berdua masuk ke dalam Paviliun itu dan kembali mengobrol di sana.
__ADS_1
Sementara itu dari kejauhan terlihatlah Liu Fei, guru Bai Changyi sedang memperhatikan mereka berdua. Ia tersenyum tipis nampaknya ia sangat bahagia melihat muridnya itu bisa tertawa dengan bahagia tanpa harus menutupi rasa sedih dan kesepian di dalam hatinya. Liu Fei tahu bahwa sebenarnya jauh di dalam lubuk hati Bai Changyi ia merasa sangat kesepian mengingat panggilan Sampah yang sudah melekat padanya sejak lama sehingga membuat semua orang menjauhinya termasuk ayahnya sendiri.
"Kau sangat hebat muridku, kini sudah waktunya bagi dirimu untuk bahagia dan meninggalkan kesedihan serta masa lalu yang kelam itu. Kita akan membuat gebrakan baru di dunia bela diri! Ayo kita sama-sama membuat mereka yang menghina kita menyesal dan berlutut di bawah kaki kita, muridku... Bai Changyi" Setelah mengatakan beberapa patah kata Liu Fei menghilang. Nampaknya ia tidak ingin menganggu kesenangan muridnya itu.
• Paviliun Utama •
Saat ini semua tetua kecuali Tetua pertama dan ke-2 sedang berkumpul di Paviliun utama atas perintah dari Kepala klan mereka yaitu Bai Heng, Bai Heng mengumpulkan mereka semua bukan tanpa alasan. Ia mengumpulkan semua tetua karena ada beberapa hal yang harus di diskusikan dengan para tetua tersebut.
"Kepala klan ada apa ini? Kenapa anda memanggil kami semua?" :- Tetua ke-8
"Iya, apakah ada hal yang sangat penting sampai-sampai anda mengumpulkan kami semua?" :- Tetua ke-12
__ADS_1
"Tapi kepala klan, Tetua pertama masih dapat di tolerir namun kenapa tetua ke-2 juga ikut-ikutan?" :- Mu Cha (Tetua ke-5)
"Apa maksud dari perkataanmu Tetua Mu?" :- Li Wei (Tetua ke-3)