Kembang Desa

Kembang Desa
Spek Kembang Desa


__ADS_3

“gila baru juga post yang like udah ribuan aja, emang spek kembang desa gak ada duanya” ucap ali


aku hanya diam sambil makan pesananku tanpa ingin menimpali ucapan ali


sedangkan kiki hanya mengangguk angguk sambil melihat hpnya.


tak terasa mata pelajaran sudah selesai dan waktunya pulang, aku dan kiki memutuskan untuk menunggu ali di gerbang sekolah, biasanya kita pulang sama-sama.


“hai geulis” sapa salah satu kakak kelasku laki-laki namanya kenzi, dia adalah termasuk most wanted di sekolah tak heran banyak wanita yang mengaguminya karena ketampanannya termasuk kiki namun tidak denganku.


“eh hai kak” ucap kiki


“lagi nungguin siapa?” tanyanya


“ini kak lagi nunggu ali” sahut kiki


“oh, boleh gue temenin nunggu?”


“boleh kak , silahkan” sahut kiki sambil menggeser tubuhnya


“kita belum kenalan, namaku kenzi” ucapnya


“namaku kiki kak”


“kalo itu namanya siapa”


aku yang sedari tadi fokus dengan hp tak tau kalau ada orang pun, disenggol kiki, dan aku melihat kiki seolah bertanya


“nama” sahut kiki pelan


“oh namaku Sisil kak” ucapku ramah


“cantik seperti namanya” guman kenzi sangat pelan


“hai guys, punten lama” ucap ali


“eh ada kak kenzi, hai kak” ucap ali


“hai ali” ucap kenzi


“kita pulang dulu ya kak udah telat soalnya takut dicariin orang rumah” ucap ali


“oh iya mangga”


“assalamualaikum” lalu aku kiki, dan ali pun berlalu tanpa menunggu jawaban dari kenzi


“waalaikumsalam, cantik sekali, aku harus bisa dekat dengannya” ucap kenzi yang sedari tadi melihat sisil tak berkedip


Di jalan pulang


“eh sil kayaknya kak kenzi suka deh sama lu, cieee” ucap kiki


menggodaku


“aku pikir juga gitu kalo diliat dari cara dia natap lu” sahut ali


“apaan si, gak ya mungkin perasaan kalian aja” ucapku


“ciieee” ucap kiki menggodaku


“lu pada tau sendiri kalo gue gak bakal pacaran kan”


“eh iya ya kalo gitu buat gue aja gimana” ucap kiki


“hahah ambil sono dah” ucapku sambil tertawa


“kasihan kak kenzi lah kalau dapat triplek ini” ucap ali meledek


“enak aja triplek”


“huffttt, gue tinggal juga lu baru tau rasa” ucapku lalu berjalan cepat


“gak setia kawan lu main tinggal-tinggalin kita-kita” ucap kiki dan ali


“lagian kalian berantem mulu”

__ADS_1


“iya maap gak lagi deh”


“hmm”


setelah memasuki desa tempat tinggal mereka langsung berpencar menuju rumah masing-masing


Di Depan Rumah Sisil


“kok sepi” gumamku


“Assalamualaikum ayah ibu, zain”


"kok gak ada jawaban sih” langsung masuk ke dalam rumah mencari keberadaan ayah ibu dan zain


“ayah” membuka pintu kamar ayah


“ibu” ucapku saat berada di dapur


“lah kok gak ada semua sih, kemana ya”


setelah mencari keberadaan ayah ibu dan adiknya namun tidak ada tanda-tanda ada orang di rumah, sisil pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan bebersih.


Setelah mandi


“Alhamdulillah, segarnya” sambil mengeringkan rambutnya yang basah


“Dengerin musik kayaknya enak nih”


aku pun menyalakan musik sambil berbaring di kasur hingga tak terasa aku tertidur.


“Assalamualaikum” ucap ibu dan ayah


“Kok sepi ya yah, apa sisil belum pulang” tanya ibu


“mungkin gak denger kali” sahut ayah


“coba zain lihat di kamar kakak ya yah bu” ucap zain berlari ke kamarku


“pantesan gak ada jawab orangnya molor” ucap zain sambil menutup pintu perlahan


“kakak lagi molor yah, makanya gak ada jawab salam”


“hahaha”


“ya udah kamu sekarang juga ke kamar ya zain bersih-bersih terus istirahat” ucap ibu


“oke ibukkkkku sayang” ucap zain


ayah dan ibu hanya menggelengkan kepalanya.


Sore hari


“astagfirullah, aku ketiduran” gumamku, lalu pergi keluar kamar


“ibu, ayah”


“ibu di dapur” teriak ibu agar aku dengar


“sudah bangun” ucap ibu melihat aku di sampingnya


“sudah ibu, tadi ketiduran” ucapku


“ibu ayah sama zain tadi kemana kok aku pulang sekolah rumahvsepi”


“ayah ibu sama zain tadi di ladang buat ambil buah naga tu” tunjuk ibu di baskom yang berisi buah naga segar yang akan dicuci


“ohh pantes” mengangguk anggukan kepala


“cuci muka dulu kak” saat aku tengah mencomot tempe goreng yang sudah matang


“iya iya bu, tapi aku bawa ini” ucapku sambil berlari ke kamar


“hadeh” ucap ibuku menggelengkan kepalanya


“Assalamualaikum” ucap seseorang di depan pintu rumah

__ADS_1


“Waalaikumsalam” ucap ibu lalu menghampiri orang tersebut


“eh pak RT, mangga masuk dulu pak” ucap ibu


“hatur nuhun, punten pak ramdannya ada buk?” ucap pak RT


“ada pak, mangga duduk dulu pak, saya panggilkan bapak”


“iya bu”


Tak lama Pak Ramdan dan Ibu Fatima Pun muncul


“Assalamualaikum pak rt” ucap pak ramdan sambil menjulurkan tangan


“Waalaikumsalam pak ramdan” menjabat tangan ayah


“mangga duduk pak” ucap pak ramdan


Saat sudah duduk terdengar suara salam dari pintu rumah lagi


“Assalamualaikum”


“waalaikumsalam” ucap semua orang yang ada di ruang tamu lalu menengok ke arah sumber suara


“nak zafran” ucap pak rt


“ada pak rt” ucp zafran sambil menyalami semua orang di ruang tamu


“iya nak zafran, baru pulang” tanya pak rt ramah


“iya pak rt baru pulang, zafran pamit ke belakang ya ayah ibu, pak rt, mangga” ucap zafran sopan


“iya” ucap semua orang yang berada di ruang tamu itu


“mau dibuatkan minum apa pak?” tawar bu fatimah


“tidak usah bu, saya cuma sebentar” ucap pak rt


“ini pak ramdan saya mau mengantarkan surat undangan gotongvroyong bersih-bersih di kampung” ucap pak rt lalu memberikan selembar kertas


“oh iya pak rt, hatur nuhun pisan” ucap pak ramdan


“sami sami pak, kalau begitu saya saya permisi ya pak, bu”


“iya pak mangga” ucap pak ramdan dan ibu


“Assalamualaikum” ucap pak rt lalu berlalu


“waalaikumsalam” sahut pak ramdan dan ibu fatimah


Di dalam rumah


“siapa bu yang datang” ucapku


“pak rt” jawab ibuku lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka


“ada apa yah?” ucap abangku yang tiba-tiba nongol


“itu nganter undangan kerja bakti” jawab ayah


“kapan yah?” tanya abangku lagi


“hari minggu, jadi kalian semua ikut ya, kan libur” ucap ayah melihatku dan abang


“siap ayah” ucapku dan abang bersamaan sambil memberi hormat seperti ketika sedang upacara pengibaran bendera


“sisil bantuin ibu masak sana” ucap ayah


“iya ayah” ucapku


“jangan iya iya aja, jadi cewek tu harus bisa masak, nanti gimana kalo kamu punya suami” ucap abangku


“iya bang, lagian kan sisil masih sekolah masih lama kali”


“dibilangin juga”

__ADS_1


“hmmm yelah yelah sisil yang cantik ma ngalah” ucapku berlalu sambil mengibaskan rambutku ke abang


__ADS_2