
Aku pun berlari menuju ke kelas sebelum guru mata pelajaran pertama datang terlebih dahulu.
“hosh hosh hosh” nafas yang tidak teratur
“nih minum dulu” ucap kiki menyodorkan minumannya
“bismillah” lalu aku meminum minuman yang diberikan kiki
“pelan pelan” ucap kiki
aku pun menjawab dengan anggukkan kepala tanpa ingin menunda minumku
“gue sama ali nungguin dari tadi di tempat biasa lu gak nongol-nongol”
“iya sorry ya, gue bangun kesiangan”
“tumben”
“iya semalam gak bisa tidur soalnya”
“kenapa”
“itu…”
belum selesai aku menjawab guru mata pelajaran yang pertama pun masuk
“Assalamualaikum” ucap pak amin guru kewirausahaan
“Waalaikumsalam pak” jawab murid-murid
“ok bapak absen terlebih dahulu ya” ucapnya lalu menyebutkan nama teman sekelas satu persatu
Namun saat nama eko dan arif disebut tidak ada sahutan membuat pak amin yang tadi melihat buku absensi pun mendongak mencari nama murid yang disebutnya tadi
“Muhammad Arif” ucap pak amin
“belum datang pak” ucap ketua kelasku
“kalau Muhammad Eko Nurdin”
“juga belum datang pak” sahut ketua kelasku lagi
“ok bapak lanjutkan absensinya terlebih dahulu ya setelah acara absensi itu datanglah Arif dan Eko dengan mengetuk pintu tanpa memberi salam
“Arif, Eko kalian ini selalu telat, apa tidak bosan kalian saya hukum” marah pak amin
“Sekarang kalian bersihkan WC sampai istirahat kedua bapak selesai”
“hmmm ya pak” jawab keduanya
Jangan kira Arif dan Eko akan menjalani hukumannya ya itu tidak mungkin justru mereka akan pergi ke warung Saat mereka akan melangkahkan kaki suara pak amin pun membuat mereka mengurungkan langkah kakinya.
“Jangan harap kalian bisa pergi ke warung sekarang sini kunci motor dan hp kalian setelah hukuman kalian selesai akan pakan kembalikan, dan sekarang kalian ke WC nanti bapak akan susul kalian”
“gak bisa gitu dong pak”
“kenapa, mau bapak pangkas rambut kalian di tengah lapangan kalian?”
“baiklah pak” ucap mereka pasrah dan marah
Setelah kejadian tadi pak amin pun menerangkan pelajarannya secara singkat padat dan mudah dipahami, lalu memberikan soal agar di kerjakan yang lain.
“ok, sekarang kalian kerjakan soal halaman 56 sampai 58 nanti dikumpulkan di meja bapak”
“mengerti”
__ADS_1
“mengerti pak” sahutku dan temanku yang lain
“gila banyak bener soalnya, gara-gara arif dan eko nih kita di kasih soal segini banyak” ucap salah satu temanku
“udah kerjain aja nanti tambah marah pak amin” sahut kiki lalu satu kelasku pun lalu mengerjakan soal yang dikasih pak amin tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 dimana istirahat kedua pun dimulai
“yey istirahat” ucap teman sekelasku
“hari ini hari penuh dengan soal, astagfirullah” ucap temanku yang lain
“iya tangan gue sampek kram” sahut temanku lain
“halah lebay lu” sahut kiki
“sok kuat lu” ucap ketua kelasku ke kiki
“udah-udah kalian ini ribut”
“ayok ke masjid” ucapku menarik tangan kiki
“eh tunggu sil gue belum bawa mukena”
“iya udah ambil gue tunggu di depan kelas”
“ok”
Setelah melaksanakan sholat aku dan kiki pun memutuskan untuk ke kantin tapi saat keluar dari masjid aku dan kiki berpapasan dengan ali yang juga dari masjid
“eh sil, dari mana aja lu gue sam kiki tadi pagi nungguin lu gak nongol-nongol”
“iya udah nanti gue ceritain di kantin gue laper cong, belum sarapan tadi pagi”
“iya udah ke kantin kita”
“eh gue sama ali juga sil”
“iya iya”
“buk ralat pesen soto sama es tehnya 3 ya”
“iya neng, nanti ibu panggil ya”
“ok buk” jawabku
“eh lu kenapa tadi siang telat” tanya ali
“gue kesiangan dodol, gara-gara semalam begadang gak bisa tidur”
tibalah pesanan makanan kami datang
“ini neng, kasep pesanannya”
“loh kok gak dipanggil buk?” tanyaku
“udah gak banyak antriannya neng jadi ibu anterin aja”
“makasih ya bu” ucapku bersamaan dengan ali dan kiki
“iya neng, kasep sama-sama”
lalu ibu kantin pun pergi dan kita melanjutkan makan sambil bercerita
“tumben lu begadang sil” tanya kiki dan ali hanya menyimak
__ADS_1
“iya gak bisa tidur gak tau deh kenapa”
“apa jangan-jangan ada yang mikirin lu kali” ucap ali spontan
“mana ada gitu li”
“iya kata orang ma ya kalo kita gak bisa tidur itu katanya ada yang mikirin kita”
“halah mitos itu” ucap kiki
“sil sil” ucap kiki melihatku tiba-tiba bengong
“iya”
“lu kenapa”
“ada masalah?” tanya ali
“coba cerita ke kita”
“emmm”ucapku sambil menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal
“iya apa” tanya ali tidak sabar
“semalam itu eko ada chat sisil” ucapku pelan takut terdengar yang lain namun masih bisa di dengar kiki dan ali
“hah” ucap mereka kaget
“diem ih kalian, malu tau diliatin banyak orang” ucapku kesal
“sorry sorry kita cuma kaget aja, yang notabennya musuh tiba-tiba chat kan mengerikan” ucap kiki
“iya bener tu kiki”
“emang dia chat gimana?”
lalu aku memberikan hpku ke kiki
“hah lupa kali minum obat dia” ucap kiki
“lu ati-ati ya sil, kayaknya si eko suka deh sama lu” ucap ali
“iya kayaknya juga gitu, waktu kejadian pulang awal kemarin gue liat kejadian itu, dia natap lu dalam banget sil” ucap kiki
“kejadian apa?” tanya ali
“udah nanti gue ceritain”
ali pun menganggukkan kepala pertanda mengerti
“eko udah punya cewek mana mungkin suka sama gue” ucapku santai
“iya tapi lo harus hati-hati sil” ucap ali
“iya iya bawel”
“kita bawel juga karena sayang sama lu sil” ucap kiki
“iya gue juga sayang sama kalian” lalu merentangkan tangan ke kiki agar memeluknya, saat berpelukan ali pun ingin ikut namun dicegah oleh kiki
“bukan mahram”
“iya iya gue becanda” ucap ali tersenyum manis melihat kedua sahabatnya yang sedang berpelukan.
Setelah jam istirahat selesai mereka pun berpencar untuk kekelaskan karena kelas ali berbeda
__ADS_1
“nanti pulang gue tunggu di tempat biasanya”
“ok” ucapku dan kiki bersamaan.