Kembang Desa

Kembang Desa
Awal pendekatan eko


__ADS_3

Setelah jam istirahat telah selesai, kembalilah aktivitas belajar para murid itu di mulai.


Di kelas sisil


“mana si pak amin kok gak muncul-muncul” ucap salah satu murid


tok tok tok ketuk salah seorang murid di depan pintu kelas


“buka aja”


“ketua kelas, di kelas ini di suruh ke kantor sekarang”


“ok, makasih” ucap ketua kelasku


“udah sono, ke kantor” ucap eko


“elah cerewet amat kek emak-emak, kalian semua jangan ada yang berani keluar kelas” ancam ketua kelasku itu


“iya iya udah sono lu” sahut arif


Setelah kepergian ketua kelas kini kelas sisil riuh ramai, ada yang gosip ada juga yang touch up ada yang curhat ada yang bercanda semua memiliki kegiatan masing-masing.


Namun sisil dan kiki terheran melihat sosok yang ada di belakangnya yang tidak beranjak dari kursi itu pasalnya bila jam kosong seperti ini tiba mereka akan keluar.


“tumben lu pada gak keluar biasanya juga bolos” ucapku ke eko dan arif


“lagi pengen di kelas aja” jawab eko lemah lembut dan membuatku sedikit terkejut


“eh terkejoet aku” ucapku dan kiki secara bersamaan


“biasa aja kali, lembut salah sarkas salah emang ya cowok tu selalu salah di mata cewek heran gue” ucap eko tetap dengan nada lemah lembutnya


“emang, haha” ucapku dan kiki tertawa dan saat kiki dan sisil tertawa sebenarnya ada dua pasang mata


yang curi curi pandang yaitu arif dan eko


“kenapa gue baru sadar ya kalo sisil ini cantik” ucap eko dalam hati


“aku hanya bisa memperhatikanmu dan mencintaimu dalam diam sil” ucap arif dalam hati


ya arif menaruh perasaan kepada sisil namun dia enggan untuk mengungkapkannya karena dia sadar bahwa dia sudah memiliki kekasih dan sudah lama menjalin hubungan dari sekolah menengah pertama itu, dan dia tau bahwa sahabatnya juga memiliki rasa yang sama terhadap sisil.


aku dan kiki pun berhenti tertawa karena seperti ada orang yang sedang memperhatikan



“seneng ya lu pada ketawa puas” ucap arif


"iya donk" ucapku dan kiki


lalu aku pun berbalik ke depan dan mulai berselancar di benda pipih yang sedang aku pegang dan disusul kiki. Namun tiba-tiba bel berbunyi


tet tet tet tet tet [tanda pulang sekolah]


“eh kok bel kan baru jam segini” ucapku sambil melihat jam dinding


“eh iya ya” sahut temanku yang lain


“tunggu-tunggu kayaknya ini bel pulang sekolah deh bukan istirahat”


“iya lo ini bel pulang”

__ADS_1


“iya weh pulang, noh yang lain udah pada keluar”


“iya pulang awal” ucap ketua kelasku yang baru datang


“kenapa” ucap kiki


“guru akan mengadakan rapat jadi, semua murid dipulangkan lebih awal”


“ohhh” ucap ku dan teman sekelasku secara bersamaan lalu mengambil tas dan keluar kelas dengan berdesakan karena ingin pulang duluan


saat berdesakan aku yang terdorong dari depan dan akan terpentalke belakang namun sebelum itu terjadi ada seseorang di belakang yang sedang menahanku agar tidak jatuh dan aku pun reflek menoleh ke belakang dan ternyata eko yang menahanku.


Sesaat aku terkejut siapa yang menahanku dan aku tersadar saat ada suara seseorang yang sangat pelan hingga tak ada orang lain yang bisa mendengar kecuali aku


“hati-hati” ucap arif pelan sekali tepat disampingku namun wajahnya tetap lurus kedepan


“eh, emm makasih” ucapku sambil langsung berdiri dan menjauh


“iya makanya hati-hati” ucap eko sambil tersenyum manis


akupun menganggukkan kepala untuk menjawabnya


Dijalan pulang


“kok aku merasa eko berbeda”


“kenapa tadi dia senyum ke aku” ucapku dalam hati


“sil” panggil ali


“sisil” panggil kiki dengan nada sedikit tinggi


“kenapa ki, li”


“nggak pa pa”


“yakin”


“iya gue gak pa pa ki, li”


“kalo ada apa-apa, lu cerita aja, kita kan sahabat” ucap kiki dan ali bersamaan


“iya” ucapku tersenyum tulus


Malam hari


jam menunjukkan pukul 23.00, namun aku tidak bisa tertidur entah kenapa, tiba-tiba hpku berbunyi notif pesan


“siapa yang chat malam-malam gini” ucapku sambil melihat room chat yang tertera nomor tidak dikenal


Room chat


[sisil, udah tidur ya]


[maaf, siapa ya]


[eko]


[kok belum tidur sil]


“eko” ucapku kaget

__ADS_1


[dapet nomerku dari mana lu]


[ada deh, aku tanya kamu kok belum tidur]


[dih, belum]


[kenapa]


[kepo deh, ini beneran lu eko]


[iya aku eko siapa lagi sil, huft]


[ya siapa tau eko siapa kek, kan nama eko banyak gak cuma lu aja]


[iya iya aku salah, udah sana tidur udah malam, besok sekolah]


[suka suka gue lah, jangan chat gue nanti cewek lu ngamuk ke gue]


[nggak akan]


read


[good night sil]


[mimpi indah ya]


aku pun memutuskan untuk tidur tidak terlalu penting juga menanggapi eko si tukang usil itu sampai pada keesokan harinya, yakni hari jum’at


“aduh aku kesiangan” ucapku langsung bangun dan berlari ke kamar mandi


Aku yang sudah siap pun keluar ke kamar dan berpapasan ibuku


“kesiangan ya kak” ucap ibuku


“iya buk, kenapa ibu gak bangunin aku si” ucapku


“udah ibu bangunin kak” ucap ibuku


“udah sana sarapan dulu”


“gak usah bu aku sarapan di kantin aja udah gak keburu soalnya”


“ya udah ini uang sakumu” ucap ibuku


“iya buk makasih” ucapku lalu mencium tangannya dan pipinya


“kakak berangkat dulu buk, assalamualaikum” ucapku lalu sedikit berlari


“iya kak, hati-hati” ucap ibuku


setelah berlari akhirnya aku pun sampai di depan gerbang sekolah yang akan ditutup


“pak, tunggu”


“ayo neng cepetan” ucap pak satpam


“iya pak, makasih ya pak” ucapku


“iya neng sami-sami, tumen telat neng”


“hehe iya pak bangunnya kesiangan” ucapku

__ADS_1


“sisil ke kelas duluan ya pak”


“iya neng mangga"


__ADS_2