
Novel ini hanya fiksi dan tidak ada kesamaan tempat dan nama, dan novel ini adalah seratus persen hasil pemikiran sendiri.
Pada jaman dahulu semua orang hanya hidup dengan cara masing-masing, dan tidak ada hukum tetap yang mengatur kehidupan masyarakat, kekerasan, pencurian dan pembunuhan seolah-olah adalah hal yang biasa untuk dilakukan.
Suatu hari sekelompok orang menyerang suatu desa yang terletak di selatan, mereka merampok dan membunuh orang-orang yang ada di desa itu, serta memperkosa para wanita.
Pada saat itu perampokan di pimpin oleh seorang bernama Carl gugusian, orang yang dikenal sangat sadis dan hampir semua desa dijarah dan dibunuh oleh kelompok Carl gugusian.
Carl gugusian berusia sekitar tiga puluh tahun dan mempunyai ciri-ciri berkumis, badan agak kurus dan tinggi, serta bersifat lucu dalam memperlakukan tawanan dan orang yang dibunuhnya, Carl sering kali melakukan penyiksaan terhadap wanita dan akhirnya dibunuh.
Carl dan kelompoknya yang berjumlah ratusan orang, kembali beraksi lagi dan kali ini mereka menjarah sebuah desa yang terletak di timur.
Desa yang terletak di timur dikenal sejahtera dan banyak wanita-wanita cantik, saat itu Carl dan kelompok nya melakukan penyerangan terhadap warga desa, mereka teriak dan memohon kepada Carl agar jangan membunuh mereka, tapi Carl tidak peduli dan langsung membunuh pria,wanita dan anak-anak.
Pemimpin desa yang sedang bersembunyi, menyuruh agar istrinya pergi dari desa itu dan membawa bayi mereka pergi jauh.
Untuk mengalihkan perhatian Carl, pemimpin desa menghadapi Carl dan anak buahnya, tapi itu tidak butuh lama buat Carl, saat pemimpin desa hendak menyerang Carl, salah satu anak buah Carl langsung menusuk dada pemimpin
desa.
Saat istri pemimpin desa berlari ke dalam hutan serta membawa anaknya yang masih bayi, dan terdengar oleh Carl bahwa ada bayi menangis didalam hutan, Carl dan anak buahnya mengejar kedalam hutan.
Ibu dari bayi ini merasa bahwa tidak ada harapan untuk berlari jauh, diapun melihat ada pohon besar yang mempunyai lubang, dan menaruh bayi laki-laki nya disitu dengan berharap agar dia selamat.
Ibu bayi itu pun mengalihkan perhatian Carl agar jauh dari lubang itu, dan benar juga perhatian Carl teralihkan, Carl berusaha mengejar wanita itu, dan akhirnya Carl berhasil mendapatka nya, wanita itu sempat melawan dan melempar ranting pohon ke kepala Carl, dan Carl semakin emosi yang akhirnya membunuhnya.
Carl sempat mencari bayi itu dan menyisir semua hutan, namun Carl tidak menemukanya, dan berpikir pasti bayi itu sudah dimakan oleh binatang buas.
Saat semua penduduk telah dihabisi oleh Carl, diapun memutuskan kan untuk pulang ketempat nya.
Pada malam hari bayi itu tidak berhenti menangis dibawah pohon, hanya menggunakan selembar kain sebagai penutup tubuhnya, tiba-tiba bayi itu di lilit oleh akar pohon dan berusaha menenangkan tangisan bayi itu.
Dua puluh tahun kemudian.
Carl terlihat masih melancarkan aksi nya melakukan perampokan dan penjarahan disetiap desa.
Bayi yang selama ini diurus dan dibesarkan oleh pohon telah dewasa, dia diberkahi kekuatan mengendalikan pohon dan ilmu kekuatan, dan pohon memberikanya nama
Pansurya, wajah yang dipenuhi jenggot serta rambut yang panjang dan berantakan.
Suatu hari pansurya berkeliling hutan, dan pansurya sangat perhatian terhadap pohon, apabila pohon telah dilit oleh rumput dia segera membersihkan, tiba-tiba pansury mendengar bahwa pohon-pohon berteriak meminta tolong, pansurya bergegas mendekati pohon yang sedang berteriak, dan ternyata ada beberapa orang yang lagi menebang pohon.
Mereka telah menebang pohon dan banyak yang sudah dibersihkan ranting nya, dan akhirnya Pansurya mendekati orang-orang itu dan hendak mengusir, tapi malah sebaliknya orang-orang itu malah mendekati pansurya dan langsung menendang dadanya hingga terjatuh, dan para penebang pohon tertawa terbahak-bahak saat melihat pansurya jatuh, dan kembali melakukan penebangan.
Saat itu pansurya menggunakan kekuatannya
dia membuat pohon mulai bergerak, dan para penebang pohon berhenti sejenak, "bagaimana mungkin pohon bergerak sendiri" kata penebang pohon, mereka berlari karena ketakutan, tapi sia-sia karena pohon-pohon melilit kaki mereka dan mereka tergantung di atas pohon serta kepala dibawah, mereka memohon agar di maafkan.
"Tolong maafkan kami, kami hanya disuruh oleh anak buah carl, karena istri dan anak kami lagi di sekap oleh anak buah Carl" kata penebang pohon
"siapa itu Carl,?" tanya pansurya
" Dia adalah orang yang suka merampok dan menjarah setiap desa dan bahkan membunuh semua orang-orang yang tinggal di desa lalu harta benda di bawa oleh Carl dan anak buahnya" jawab penebang pohon
Dan akhirnya dia memerintahkan pohon melepaskan mereka, saat itu pansurya mulai berpikir siapa itu Carl, dan dia pergi kepada pohon yang mengurus nya dari bayi, banyak pertanyaan di benak pansurya, dari mana asalnya dan siapa orang tua nya.
"Pohon agung, siapa saya ini sebenarnya,?" tanya pansurya..
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu pansurya,?" jawab pohon
" Aku merasa kalau aku ini bukan anak kandungmu, karena aku melihat ada seorang manusia yang mirip dengan ku" tanya pansurya..
"Baik pansurya, memang benar perasaanmu itu, bahwa kau bukanlah anakku, tapi akulah yang mengurus engkau sejak bayi hingga kau besar sampai sekarang" jawab pohon agung
"Tapi kalau kau bukan orang tua ku, lalu dimana mereka pohon agung, dimana orang tua ku" tanya pansurya..
__ADS_1
"Orang tuamu dulunya adalah kepala suku desa timur, lalu pada suatu hari sekelompok orang menyerang desa orang tuamu, mereka membunuh ayahmu seorang kepala suku, dan ibumu membawa engkau pergi melarikan diri dari desa timur dan menempatkan engkau di bawah lubang pohon ini" jawab pohon
"Lalu siapakah yang membunuh kedua orang tua ku pohon agung?" tanya pansurya
"Yang membunuh kedua orang tuamu adalah Carl, orang yang selama beberapa tahu ini masih terus melakukan aksi nya"jawab pohon
"Lalu dimanakah desaku itu, aku ingin melihat nya" tanya pansurya..
"Tidak jauh dari sini pansurya, kau terus berjalan ke depan, dan menyebrangi sungai, kau akan melihat sebuah desa yang terletak di timur." jawab pohon agung
Lalu pansurya pergi ketempat peninggalan orang tuanya, setelah satu hari perjalanan, akhirnya Pansurya melihat, sebuah desa yang tidak berpenghuni dan dipenuhi dengan tengkorak manusia, lalu pansurya mengelilingi desa itu, dan berharap bertemu apa yang dia cari, tidak lama kemudian pansurya melihat sebuah Keris yang biasa digunakan oleh pemimpin.
Seakan terlihat diwajahnya bahwa sedikit terpukul karena tidak pernah mengenal orang tuanya, teriakan kencang seorang wanita terdengar oleh pansurya, dan dia bergegas menghampiri wanita itu, namun ternyata ada beberapa orang pria yang lagi menangkap wanita itu, lalu pansurya tiba-tiba memukul para pria itu, sehingga mereka tewas seketika dan yang satunya kabur, tapi melihat wanita ini berteriak karena terikat, dia memutuskan untuk membebaskan wanita itu, lalu pansurya meninggalkan dia begitu saja.
Lalu wanita itu memanggil pansurya dan berterima, pansurya akhirnya menoleh kebelakang, dan wanita itu memberitahu namanya, yaitu adinda Ningsih.
Adinda Ningsih seorang wanita cantik, parasnya yang anggun, dan sifatnya sangat ramah, setelah berkenalan pansurya langsung pergi begitu saja.
"Begitu kah caramu memperlakukan seorang wanita, dasar tidak punya adat.!" kata Ningsih
Pansurya tidak menghiraukan kata-kata itu , pansurya hanya berjalan, dan di ikuti oleh Ningsih dari belakang sambil ngomel-ngomel.
"Kamu pulang sana, di hutan ini sangat berbahaya.!" kata pansurya
Tiba-tiba Ningsih berteriak.
"ada ular, ada ular"
Lalu pansurya menoleh kebelakang lalu menghampiri Ningsih.
"Mana ular nya, mana ular nya" kata pansurya.
Sadar bahwa teriakan Ningsih hanya sedang berpura-pura, pansurya pun diam, dan Ningsih terlihat senyum karena berhasil membohongi pansurya, lalu pansurya memerintahkan agar pohon bergerak kearah Ningsih.
Dan Ningsih pingsan lalu terjatuh, dan pansurya menangkap Ningsih lalu membawa
Lalu saat Ningsih terbangun, Ningsih merasa heran apa yang telah terjadi, lalu melihat sambil berjalan disekeliling nya, ternyata pansurya lagi membersihkan semua desa peninggalan ayahnya.
Saat Ningsih hampir pingsan, tapi kalau pingsan tidak ada gunanya, dia hanya teriak kencang karena takut melihat bahwa pohon-pohon sedang bergerak dan sedang membantu Pansurya membersihkan desa.
Mendengar teriakkan Ningsih, pansurya berhenti membersihkan desa, lalu dia pergi kearah Ningsih.
"Kamu sudah bangun" kata pansurya
"Itu pohon bisa bergerak dan bisa mengerti perintah mu" Ningsih malah bertanya
"Jangan takut, pohon-pohon itu adalah teman ku" jawab pansurya
Setelah Ningsih telah mendapat jawaban tentang pohon itu, Ningsih kembali bertanya
"Apakah ini desamu, maaf nama nama anda siapa" tanya Ningsih.
"Ia ini adalah desa orang tuaku, dan desa ini sudah dua puluh tahun tidak ada penghuninya, dan kamu bisa memanggil ku pansurya" kata pansurya.
"Oh.. begitu ya pansurya," lanjut Ningsih
"Nama yang bagus ya, lalu kedua orang tua mu kemana,?" tanya Ningsih.
"Mereka sudah tidak ada, dan saya juga tidak mengenal kedua orang tua ku, karena selama ini aku di besar kan oleh pohon" jawab pansurya
"Lalu kenapa kamu tahu bahwa ini adalah desa orang tuamu,?" tanya Ningsih
"Aku telah bertanya kepada pohon yang telah mengurus ku selama ini, dan dia memberi tahu bahwa kedua orangtuaku tinggal di desa ini" jawab pansurya.
"Lalu apa yang terjadi kepada kedua orang tuamu,?" tanya Ningsih
__ADS_1
Pansurya menarik nafas sejenak,seakan berat
untuk menceritakan tragedi yang terjadi kepada kedua orangtuanya.
"Orang tuaku telah dibantai oleh Carl dan kelompok nya." jawab pansurya
"Maaf jika saya bertanya hal itu kepadamu" lanjut Ningsih
"Lalu kamu kenapa ditangkap oleh orang-orang itu tadi,?" tanya pansurya
"Mereka adalah anak buah carl, mereka juga telah menyerang desa kami, dan orang-orang di desa dijadikan Carl sebagai budak untuk bekerja membangun istana nya, dan sebagian dijadikan sebagai penebang pohon dan kedua orangtuaku dijadikan tawanan agar aku mau menjadi selir nya" jawab Ningsih
"Apa,,! kamu tahu keberadaan Carl,? dia memang sudah keterlaluan" tanya pansurya
"Aku tahu tempat nya, tapi percuma kita kesana, karena tempat itu katanya dijaga oleh ribuan anak buahnya, dan Carl mempunyai seekor naga yang besar, dan itu dijadikan sebagai kendaraan untuk memantau para pekerja di hutan, kata orang kalau Carl mengetahui ada pekerja malas, dia akan menyemburkan api kepada pekerja melalui mulut naga itu" jawab Ningsih.
"Saya tidak peduli, pokoknya tunjukkan aku tempat Carl.!" tanya pansurya dengan amarah.
Lalu Ningsih dengan berat hati menunjukkan tempat Carl, setelah seharian dalam perjalanan, akhirnya Pansurya dan Ningsih sampai ketempat Carl.
Melihat ribuan pekerja paksa disekitar istana Carl, dan dijaga oleh ribuan anak buahnya, membuat Ningsih berpikir bahwa akan sia-sia, lalu menyuruh pansurya agar mereka balik saja sebelum ketangkap oleh anak buah carl.
Melihat pohon-pohon teriak, karena ditebang hati pansurya sangat panas, hingga mendekati para pekerja itu, lalu pansurya menyuruh pekerja itu agar menjauh, namun pekerja itu tidak berani menjauh.
Anak buah carl yang lagi berjaga-jaga serta mengawasi para pekerja, tiba-tiba melihat Bahwa para pekerja hanya berdiri saja, lalu mereka mendekati hutan itu dan sambil mencambuk pekerja.
"Hei apa yang kalian lakukan, kenapa berdiri saja" kata para anak buah carl
Lalu Carl membuat pohon-pohon itu menarik kedalam hutan para penjaga itu, lalu pansurya menyuruh para pekerja masuk kedalam hutan, tanpa ragu para pekerja masuk kedalam hutan.
Lalu menyuruh Ningsih agar memanggil semua pekerja, para pekerja melihat Ningsih berasal dari desa mereka.
"Lihat itu dia Ningsih anak pak Raden, dia memanggil kita ayo kita pergi". para pekerja pun lari kedalam hutan.
Lalu para penjaga keluar semua dari istana Carl, untuk mencegah kabur para pekerja, lalu pansurya membuat ratusan pohon-pohon besar berjalan kearah Istana dan menyerang para penjaga itu.
Pohon-pohon melilit kaki dan tubuh para anak buah carl, lalu melempar mereka kesana-kemari dan beberapa ratus yang mati dalam pertempuran itu, dan sebagian pohon ikut tumbang oleh perlawanan anak buah carl.
Lalu Carl mendengar pertempuran itu, lalu Carl keluar menunggangi naga, dan menyemburkan api kepada pohon-pohon itu, Carl menyuruh lebih banyak lagi pohon-pohon agar menghancurkan istana Carl, dan Carl sebaliknya menyemburkan api yang yang dahsyat hingga sepuluh kali lipat dahsyat nya,
hal itu membuat pohon-pohon terbakar.
Dan sebagian pohon yang berhasil memasuki istana dalam keadaan terbakar, hal itu membuat istana Carl ikut serta terbakar.
Dan semua anak buah carl ikut terbakar, Ningsih berlari kearah Istana untuk menyelamatkan kedua orang tuanya, dan tahanan Carl ikut serta dibebaskan oleh Ningsih. setelah Ningsih berhasil membawa kedua orang tuanya dan para tahanan lainnya keluar dari istana Carl, Carl langsung menyembur kan api kepada Ningsih dan kepada yang lainnya.
Melihat hal itu, pansurya mengirim pohon terakhir yang dekat dengan istana untuk melindungi Ningsih dari semburan api, dan menarik kaki naga itu dengan ranting kayu hingga naga itu jatuh, dan pansurya menghampiri Carl.
Carl merasa heran dan baru mengetahui kekuatan seperti itu.
"Siapa kau sebenarnya anak muda,?" tanya Carl sambil kesakitan
"Aku pansurya, desa yang telah kau bantai dua puluh tahun lalu di timur, saat itu aku masih bayi dan kau telah membunuh kedua orangtuaku." jawab pansurya dengan nada marah
Carl baru mengingat bahwa bayi, yang menangis saat itu ternyata orang yang mengakhiri hidupnya.
"Tolong maafkan aku anak muda, aku tau aku hilaf saat itu" Carl memohon maaf
Namun pansurya terus mendekati Carl, Carl berharap agar tidak dibunuh oleh pansurya.
"kau telah membunuh ribuan jiwa, apa kau membiarkan mereka hidup saat mereka memohon nyawa mereka, malah sebaliknya" tanya pansurya sambil menusuk jantung Carl.
Lalu Carl meninggal, dan pansurya pergi kehutan dan kembali ke desanya, lalu para tahanan dan pekerja yang berjumlah ribuan orang mengikuti Pansurya.
Dan pansurya menoleh kebelakang, dan Ningsih paling depan berlari kearah pansurya lalu memeluk pansurya, dan saat selsai pansurya dan Ningsih berpelukan, para pengikut yang berjumlah ribuan berlutut di hadapan pansurya.
__ADS_1
Bab dua naga menyerang kerajaan timur