
Dari berbagai peristiwa yang di alami oleh orang-orang jaman dahulu baik kekerasan
maupun sihir, dan masyarakat percaya untuk
mengakhiri semua itu, harus dibangun sebuah kerajaan untuk untuk membentuk sebuah hukum dan perlindungan kepada mereka.
Dari berbagai desa datang berkunjung
ke desa Ningsih, untuk merekomendasikan
pansurya sebagai pemimpin mereka, dan taat
pada aturan yang akan dibuat oleh pansurya,
karena Ningsih dikenal sangat dekat dengan
pansurya, para warga dari berbagai kalangan
meminta Ningsih menyampaikan keputusan
mereka kepada pansurya.
"Kenapa kalian tidak datang aja ke desa pansurya, mungkin dia akan mau kalau
kalian beramai-ramai menyampaikan keinginan kalian kepada pansurya" kata Ningsih
Saat itu mereka berbicara satu sama lain, apa mereka kesana saja, dan ada yang bilang kalau bisa mereka pindah aja ke timur tempat
pansurya.
Setelah berbicara panjang lebar, dan mereka
menyampaikan hasil diskusi mereka kepada Ningsih.
__ADS_1
"Ningsih, kami telah berdiskusi dan kami telah memutuskan, bahwa kami akan ketempat pansurya, dan menetap di sana, karena desa itu juga kebetulan kosong penduduk" kata warga
Sekitar seribu warga, dari berbagai suku dan bahasa berbondong-bondong pergi ke desa pansurya yang terletak ditimur dan membawa
semua hasil panen, dan hewan peliharaan, untuk diberikan sebagian kepada pansurya, sebagai rasa terima kasih.
Pansurya melihat dari kejauhan merasa heran.
"Ada apa mereka rame-rame, dan mau kemana mereka.?" kata pansurya sendirian
Ternyata semakin lama semakin dekat, mereka mengarah kepada pansurya, dan pansurya merasa tidak percaya, bahwa sebenarnya dia sudah lama menunggu momen itu.
Tanpa panjang lebar, pansurya telah mengerti
dan mereka pun merasa senang bahwa pansurya mengijinkan mereka tinggal di desa itu, namun pansurya tidak menginginkan hasil
panen dan hewan mereka untuk rasa terima kasih warga, karena di izinkan tinggal di desa timur itu.
Akhirnya dari berbagai suku dan bahasa, mereka menetap di desa timur, dan mereka tidak mengerti bahasa dari berbagai suku, sehingga mereka belajar bahasa yang dipakai pansurya sebagai bahasa mereka sehari-hari.
Setelah beberapa bulan kemudian,lahan mulai terisi semua, mereka pun mulai melakukan pengambilan lahan yang sudah dimiliki suku
lain, begitu juga sebaliknya, sehingga terjadi pertengkaran dan menimbulkan beberapa orang yang meninggal saat kejadian itu, dan pansurya datang untuk menengahi perkelahian itu, dan menanyakan masalah apa yang terjadi,dan para suku-suku itu menceritaka nya, sehingga pansurya marah dan hampir mengusir mereka.
Tapi Ningsih, wanita yang pernah menujukan Istana Carl, mengatakan agar jangan mengusir mereka, mereka hanya salah paham satu sama lain, dan hal itu membuat amarah pansurya reda, sehingga pansurya membagi-bagi lahan pertanian dengan adil, pansurya berkata, tidak ada perbedaan suku kalau kalian sudah tinggal ditinggal di wilayah timur ini.
Melihat tindakan pansurya yang adil, mereka para orang tua dari berbagai suku bersepakat mengakat pansurya sebagai raja mereka, dan menikah kan pansurya dengan Ningsih yang dikenal selalu terlibat untuk menyelesaikan masalah.
Setelah mereka menikah, dan pansurya menjadi raja di desa timur itu, beberapa bulan kemudian mereka mempunyai anak laki-laki, yang dinamai Hafizhndo, yang artinya pelindung, dan para suku-suku datang melihat anak dari pasangan raja dan ratu mereka, dan para suku itu ikut serta berbahagia.
Setelah dibentuk nya satu kerajaan dan warga setuju apabila mereka dipanggil warga kerajaan timur, dan pansurya telah melihat banyak nya masalah-masalah kecil yang harus diselesaikan oleh pansurya, dia memutuskan mengangkat setiap kepala suku, dimana kepala suku bertujuan menyelesaikan masalah warga nya masing-masing.
Dan pada suatu hari hewan mereka hilang, dan bekas darah ada dimana-mana, hal itu membuat warga timur resah dan melaporkan hal itu kepada kepala suku, dan kepala suku memberitahu kejadian itu kepada raja pansurya.
__ADS_1
Raja Pansurya menanggapi laporan kepala suku, dan raja mulai berpikir kalau menjadi seorang yang dihormati ternyata lebih susah,
pansurya meminta saran dari istri nya.
"Adinda,,, menurut adinda apa yang harus ananda lakukan, untuk menyelesaikan semua keluhan warga-warga ini.?" tanya pansurya
Ningsih berpikir sejenak, setelah mendapat ide dia memberi tahu kepada pansurya.
"Ada ananda, bentuk beberapa orang pria yang tangguh, dan latih mereka, agar mereka bisa menjadi suruhan Ananda untuk menyelesaikan masalah." setelah Ningsih mendapat ide
Lalu keesokan harinya raja timur memanggil kepala suku untuk memilih pria-pria tangguh dari setiap suku, dan aku membutuhkan sekitar seratus orang untuk ku jadikan keamanan dan penjaga rakyat.
Setelah terkumpul seratus orang, lalu mereka dilatih oleh pansurya sendiri, dan mereka diberi pedang dan di beri tugas sebagai keamanan dan penjaga rakyat.
Setelah beberapa bulan kemudian, para rakyat selalu mengeluh kan pemangsa hewan-hewan mereka, dan mereka melaporkan lagi kejadian itu kepada kepala suku, dan kepala suku menyampaikan kejadian itu kepada raja, lalu raja memerintahkan kepada prajurit nya, agar mengintai pemangsa hewan warganya.
Lalu pada malam hari beberapa prajurit memberikan seekor kambing di tengah semak lalu diikat, lalu para prajurit menunggu dibalik semak-semak, tiba-tiba ada semak itu bergerak perlahan-lahan, dan mengarah kepada kambing yang diikat itu, ternyata yang keluar seekor Ular yang besar nya sebesar batang pohon, lalu melahap kambing itu dengan sekali lahap.
Para prajurit tidak berani menangkap ular itu, mereka berlari kearah rumah raja, dan melaporkan kejadian itu, mendengar hal itu pansurya merasa heran, karena kalau melahap begitu saja, darah hewan itu tidak bakal keluar, karena pansurya pernah mendengar laporan kepala suku, bahwa hewan yang dimangsa pertama mengeluarkan darah.
Karena rasa penasaran pansurya, pansurya bergegas menuju hutan, dan meminta petunjuk kepada pohon agung yang pernah mengurus Nya.
"Maaf pohon agung, aku datang mengganggu mu" kata pansurya
"Ada apa pansurya, apa yang membuat mu datang kesini, dan kudengar engkau telah menjadi raja bagi suku-suku itu." tanya pohon agung
"Benar pohon agung, saya telah menjadi raja, tapi itu bukan karena keinginanku, melainkan keinginan warga suku" jawab pansurya
"Dan apa yang membuat mu kemari anakku,?" tanya pohon agung
"Maaf pohon agung, ada beberapa binatang buas yang menggangu hewan-hewan warga ku, hewan yang di lihat prajurit dan hewan yang dilaporkan kepala suku berbeda pohon agung" penasaran pansurya
"Apa maksudnya pansurya,?" pohon agung tidak mengerti
__ADS_1
"Maksud saya, pada saat kepala suku melapor kepadaku bahwa hewan warganya diterkam dan darahnya berceceran, tapi setelah saya memerintahkan prajurit untuk mengintai pelaku tersebut, ternyata seekor ular raksasa dan melahap kambing yang kami jadikan umpan, dan tidak mengeluarkan darah, pertanyaan saya hewan apakah yang dilaporkan kepala suku ini pohon agung.?" pansurya penasaran..
Untuk selanjutnya di bab 4