
5 tahun kemudian...
selama lima tahun setelah pansurya berhasil menghabisi semua lawannya, kedamaian pun
telah membuat masyarakat lupa diri kepada raja sekaligus pahlawan mereka.
mereka menganggap masalah sudah tidak ada lagi, dan mereka tidak ingin membayar upeti kepada pansurya raja.
pansurya bisa saja melawan mereka semua, tapi pansurya takut akan berdampak kepada anak dan istrinya, sehingga pansurya memutuskan untuk angkat kaki dari kerajaan
nya sendiri.
Arya yang dikenal selama ini orang yang baik dan suka menolong orang, dan juga dikenal sebagai arsitek pembangunan tembok besar
yang melindungi mereka selama ini.
dan Arya tidak pernah menerima upah sekalipun dalam setiap bantuan yang diberikan nya, karena Arya dikenal orang yang pintar dalam segala hal, baik sebagai arsitek dan mengelola lahan pertanian dia sangat menguasai hal itu.
selama perjuangan pansurya dalam menghadapi monster-monster. ternyata Arya diam-diam memberikan pengaruh kepada masyarakat, dimana Arya sempat berkata.
"sepertinya raja kita hanya mempunyai kekuatan melawan monster, tapi tidak mempunyai kekuatan dalam membangun rakyatnya," kata Arya meyakinkan kepada masyarakat.
Hal itu membuat masyarakat merasa menemukan sebuah ide, untuk menjadikan Arya sebagai pemimpin mereka.
"lihat kita sekarang ini, para monster sudah tidak ada lagi, dan ancaman juga sudah tiada, terus, apa yang harus kita lakukan, apa kita terus membayar upeti kepada raja, sementara dia asik duduk di singgasana?" pidato kecil Arya kepada rakyat.
lalu semakin kuat hati masyarakat untuk menurunkan Pansurya sebagai raja.
"kalau begitu ayo kita menuju istana dan mengusir pansurya !" seruan warga.
lalu kepala suku dari keluarga Ningsih mencegah hal itu terjadi.
"kenapa kita secepat ini lupa diri, raja pansurya sudah mengorbankan nyawanya demi melindungi kita, tapi ini balasan kita ?"
kata kepala suku dari keluarga Ningsih.
"kepala suku ini,, adalah keluarga Ningsih, wajar mereka mendukung Ningsih, ayo kita usir mereka juga," kata warga.
hampir terjadi perkelahian, antara suku-suku lain dan suku keluarga Ningsih. namun kepala suku dari keluarga Ningsih mencegah
perselisihan itu.
lalu masyarakat berteriak di depan istana pansurya. mendengar teriakkan masyarakat pansurya langsung keluar menemui orang-orang itu.
"ada apa,,kenapa kalian berteriak?" tanya pansurya
"kami ingin kalian pergi dari desa ini, karena kami sudah tidak ada ancaman lagi !" kata para kepala suku mewakili masyarakat.
hal itu membuat marah pansurya, dan hendak memukul mereka semua, tapi Ningsih istri pansurya mencegah agar hal itu tidak terjadi.
"ingat Ananda, kita mempunyai anak,!" kata Ningsih.
lalu pansurya langsung tersadar, dan pansurya akhirnya mengalah demi keluarga nya, hingga dia memutuskan untuk membawa pergi keluarga nya dari desa itu.
dua tahun kemudian...
setelah dua tahun pansurya pergi dari kerajaan timur, pansurya telah membangun rumah dan bertani dengan damai. ningsih dan pansurya tidak pernah merasakan hidup indah seperti itu sebelumnya.
__ADS_1
Selama dua tahun Arya menjadi raja, ternyata bukan harapan yang di hadapi oleh masyarakat timur, dimana perbudakan adalah menjadi tujuan Arya untuk kepentingan pribadi.
masyarakat mulai mengeluhkan perlakuan Arya. yang tujuannya adalah bukan membangun masyarakat, namun membangun kekuatan prajurit yang akan menjadi perlindungan dia sendiri.
rasa penyesalan mulai terlihat dari masyarakat, dimana mereka telah mengusir seorang raja yang kuat dan adil. Arya meminta upeti besar kepada masyarakat, dimana setiap tanah lahan pertanian adalah milik raja, dan rakyat hanya mengerjakan.
Arya mengutamakan pembangunan Istana yang megah dan luas, dari hasil kerja rakyat timur. siang malam masyarakat kerja paksa, apabila malas-malasan akan dicambuk oleh Arya.
yang awal Arya terlihat lugu, dan sifatnya baik. ternyata itu hanya sebuah topeng belaka untuk melancarkan siasat nya menjadi raja.
setiap rumah warga dihancurkan dan dijadikan tempat barisan para prajurit, warga di tempat pada tempat yang sempit dan sesak, dan membuat rakyat menjerit-jerit oleh raja baru mereka.
mereka ingin keluar dari kerajaan. namun setiap sudut tembok telah dijaga ketat oleh prajurit, sehingga hal yang mustahil untuk kabur dari tempat itu, kerajaan timur tidak lebih dari sebuah penjara yang tiap hari hanya jeritan dan kelaparan.
tujuan Arya telah tercapai. dan rakyat menderita, mereka ingin mencari keberadaan pansurya, tapi tempat itu telah dibuat tembok besar sehingga masyarakat tidak bisa keluar.
hingga suatu hari Arya pergi keluar, dan membawa beberapa prajurit, karena Arya melewati hutan. lalu terlihat oleh pansury dan mengikuti Arya dan prajuritnya dari belakang.
setelah Arya sampai tujuan. lalu pansurya melihat dari jauh, ternyata tujuan Arya mendatangi ribuan orang barbar pemakan manusia, lalu terlihat oleh pansurya bahwa Arya menyerahkan prajurit-prajurit nya sebagai santapan orang barbar itu.
hingga malam hari. pansurya mendekati perkemahan orang barbar itu, dan mendengar percakapan mereka.
"di kerajaan timur, banyak sekali daging-daging segar, kalian boleh makan sesuka hati kalian !" kata Arya sambil terbahak-bahak.
"lalu kemana pansurya raja mereka yang kuat itu?" tanya orang barbar.
"saya telah berhasil menghasut masyarakat. agar pansurya di usir dari istana," jawab Arya sambil tertawa.
"lalu apa permintaan mu kepada kami. sehingga kau menyerahkan mereka kepada kami sebagai santapan?" tanya orang barbar dengan nada serius.
"lalu kapan kita kesana?" tanya orang barbar.
"seminggu lagi kita kesana!" jawab Arya.
lalu semua pembicaraan mereka telah di dengar oleh pansurya. dia bergegas pulang dan memberitahu kepada istrinya bahwa rakyat timur dalam bahaya.
namun Arya mendengar suara kaki dari luar kemah, dan Arya bergegas keluar. namun tidak ada seorangpun.
karena rasa curiga ada yang menguping pembicaraan mereka, Arya memutuskan untuk berangkat malam itu juga bersama orang-orang barbar yang berjumlah seribu orang.
"adinda,,aku bingung. setelah apa yang mereka lakukan terhadap kita, dan mengusir kita dari tempat kita sendiri, terus apa aku harus menolong mereka?" tanya pansurya dengan dilema antara benci dan melindungi.
"ananda, kau di beri kekuatan untuk melindungi, bukan untuk membenci, mungkin yang mereka lakukan itu salah, tapi ingat !, kebaikan itu tiada batasnya." jawab Ningsih dengan lembut.
"seminggu lagi Arya dan orang barbar yang berjumlah seribu orang, akan berangkat ke kerajaan dan mereka akan dijadikan santapan oleh orang-orang barbar itu." kata pansurya
lantas membuat Ningsih kaget, dan menyuruh agar pansurya berangkat besok pagi.
"jangan ananda menunggu sampai seminggu kesana, Ananda besok pagi-pagi sudah sampai ke kerajaan, untuk memperingati para masyarakat!" desak Ningsih kepada pansurya dengan nada khawatir.
keesokan harinyapansurya berpamitan, dan menyuruh pohon-pohon agar berjaga untuk melindungi anak istri nya.
keesokan paginya Arya telah sampai ke kerajaan, karena mereka langsung berangkat pada malam itu, dan membuat semua warga ketakutan, setiap orang ditangkap oleh para orang barbar itu, dan para prajurit Arya hanya terdiam karena perintah.
para orang barbar itu tertawa terbahak-bahak, karena mereka menganggap layaknya seperti berburu binatang pada umumnya. Namun seorang prajurit yang hendak melawan, langsung dibunuh oleh para orang barbar itu, dan langsung dijadikan santapan pembuka.
dan para warga hanya bisa teriak dan pasrah, menunggu kapan waktunya tiba untuk dijadikan santapan seperti prajurit itu.
__ADS_1
pansurya dalam perjalanan melihat ada bekas telapak kaki yang banyak di tanah, dan bekas kaki itu menuju ke istana, lalu Pansurya sadar bahwa Arya dan orang-orang barbar itu telah mendahului nya.
Pansurya pun masih jauh dari kerajaan, dia berlari sekencang mungkin.
namun para orang barbar itu, telah menangkap ratusan para masyarakat. mereka diikat dan pakaian dilucuti. dan mereka menyalakan api dan mengasah pisau, karena mereka akan berpesta daging yang banyak.
saat selesai menyalakan api dan mengasah pisau, orang-orang barbar itu mengarahkan pisau di tiap-tiap orang, lalu saat hendak menggorok leher para warga yang di ikat itu tiba-tiba pintu gerbang ditendang sangat keras hingga terlepas dari tembok.
mendengar bunyi yang keras itu. lantas membuat orang barbar itu berhenti menggorok leher para warga itu, dan perhatian mereka menuju kepada pansurya.
lalu terlihat di wajah para warga senyum harapan, dan Arya langsung keluar dari dalam istana, dan terlihat diwajahnya rasa ketakutan, lalu para orang barbar itu mendekati pansurya.
terlihat di dada pansurya nafas kencang, dan amarah yang sudah sampai kepuncak kepala.
lalu orang-orang barbar itu menyerang pansurya dengan parang dan pisau di tangannya, lalu pansurya menghabisi mereka satu persatu, lalu pansurya sempat lengah, dan perutnya tertusuk pisau orang barbar itu hingga terjatuh.
Arya mendekati Pansurya yang terjatuh itu, dan merasa bahwa dia telah berhasil mengalahkan pansurya.
"kau kemari untuk membuat kekacauan, hahaha, ternyata kau punya nyali untuk datang kemari." Arya sambil menendang perut pansurya.
Para rakyat hanya bisa melihat, dan berharap pansurya bisa bangkit dan melawan balik, lalu Arya meminta parang kepada salah satu orang barbar itu.
"beginilah kalau kau macam-macam dengan ku." sambil mengayunkan parang ke arah pansurya.
"kau hanya kau hanya kuat karena kau licik.!"
sambil menangkis parang yang mengarah kepadanya. lalu menendang perut Arya dan terjatuh.
lalu pansurya berdiri, dan mendekati Arya. tiba-tiba orang barbar itu menyerang pansurya, sehingga mata pansurya teralihkan dan Arya berhasil kabur kedalam istana.
lalu pansurya menghajar orang-orang barbar itu, hingga tiada lagi celah untuk mengalahkan pansurya, satu persatu orang barbar itu terlempar sana sini, dan ada yang terlempar tepat di depan warga, dan para warga ikut menghabisi orang barbar yang sudah tidak berdaya itu.
karena jumlah orang barbar itu ribuan, dan hanya beberapa ratus yang mati, pansurya mulai menggunakan kekuatannya dengan mendatangkan pohon-pohon.
lalu tiba-tiba tembok hancur, dan orang-orang barbar itu melihat kearah tembok, dan mereka ketakutan karena melihat pohon berjalan, dan satu persatu orang barbar itu dililit oleh rating pohon dan dilempar keluar kerajaan hingga mati, tiada lagi yang tersisa dari kaum barbar itu semua telah dilempar keluar istana.
lalu pansurya bergegas masuk kedalam istana untuk mencari Arya, ternyata dia sedang bersembunyi dan tiba-tiba muncul dari belakang dan menyerang pansurya, namun pansurya berhasil menangkis pukulan Arya dan menendang jatuh.
"aku minta maaf,,aku minta maaf, jangan bunuh aku" Arya memohon ampun sambil menangis.
"aku tidak akan membunuhmu, dan jangan kau meminta maaf padaku," kata pansurya dengan santai.
"terimakasih,, terimakasih," kata Arya sambil tersenyum licik.
"sama-sama, tapi kamu harus minta maaf ke rakyat!" sambil menarik nya keluar istana.
saat keluar istana, Arya melihat. bahwa ada ribuan masyarakat yang telah menunggu sambil membawa kayu dan wajah amarah.
Arya berharap, agar jangan diserahkan kepada warga itu.
"lakukan apa saja yang kalian mau terhadap nya !" kata pansurya sambil melempar kan Arya kepada warga.
setelah warga selsai mengeroyok Arya sampai mati, lalu warga menghadap kepada pansurya, dan menunduk serentak, dan kepala-kepala suku yang mewakili rakyat, berharap agar kembali menjadi raja mereka.
"kalian carilah raja baru, aku sudah tenang di tempat ku." lalu pansurya pulang kembali kerumahnya.
dan untuk episode 7 lebih seru lagi kelanjutan nya.
__ADS_1