
Setelah pansurya telah menghadapi banyak masalah, mulai dari Carl hingga naga yang dendam, kita pansurya dihadapkan dengan masalah yang begitu misterius.
Rakyat banyak mengeluhkan tentang kehilangan hewan mereka, namun hal itu masih belum dapat terpecahkan, karena ada dua jenis pemangsa yang berkeliaran di sekitar kerjaan timur, namun untuk masalah ular raksasa, bisa diselesaikan oleh pohon-pohon, karena pohon tempat ular itu tidur.
Raja memerintahkan kepada prajurit, agar memberitahu kepada masyarakat, bahwa dalam situasi yang masih belum terpecahkan,
agar hewan-hewan disembunyikan dulu untuk sementara, mungkin hewan itu melihat bahwa ada peluang mereka untuk memangsa .
Rakyat timur mengikuti perintah yang diarahkan oleh raja, namun pada malam terdengar suara teriakan yang mengerikan, suara itu berasal dari kandang kambing dan domba, setiap kandang tak satupun berisi kambing dan domba tadi, ketika prajurit penasaran dengan suara itu, mereka pun akhirnya mendekatinya, dan tiba-tiba salah satu dari prajurit itu dimangsa dan dibawa ke dalam hutan.
"Tolong, tolong,tolong," kata prajurit lainya
Dan terdengar oleh pansurya, yang sedang berbincang dengan Ningsih istrinya, lantas
pansurya menghampiri prajurit nya.
"ada apa prajurit, ada apa," tanya raja yang tiba-tiba keluar dari rumah nya
"ampun yang mulia, salah satu prajurit telah dimangsa oleh makhluk mengerikan itu" sahut prajurit yang sedang ketakutan
Tiba-tiba terdengar oleh rakyat yang sedang menikmati istirahatnya, lantas mereka membawa obor api, dan bergegas ke arah para prajurit, dan menanyakan peristiwa yang telah terjadi.
Lantas raja menyuruh agar semua rakyat nya
kembali kerumahnya masing-masing, karena
situasi seperti ini jangan melibatkan masyarakat, tujuan raja agar rakyat nya tidak
mengalami hal serupa seperti prajurit yang dimangsa oleh makhluk mengerikan itu.
"Kalian para prajurit, tetap waspada disini, dan suruh semua rakyat agar mereka pulang kerumahnya masing-masing, dan aku akan mengejar makhluk itu kedalam hutan dan membawa kembali prajurit itu." tegas raja kepada prajurit
"Tapi yang mulia, ijinkan kami beberapa prajurit ikut bersama mu, karena didalam sana sangat berbahaya." kata prajurit yang khawatir dengan rajanya.
"Tidak,, kalian tetap disini, karena aku bisa menjaga diriku.!" raja menegaskan
"Baik yang mulia." sahut prajurit serentak
Lalu pansurya masuk kedalam hutan dan membawa obor, berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan makhluk misterius itu, dan benar saja, dia melihat bahwa ada potongan tubuh prajurit di depannya, karena pansurya terbiasa dengan kejadian mengerikan lantas dia merasa menyesal dan bukan terkejut ataupun takut.
Pansurya lalu mengambil potongan tubuh prajurit itu, dan melihat bahwa Gigitan makhluk mengerikan ini bukan berasal dari hewan buas, tapi semacam gigitan manusia,
namu bekas gigitan ini sangat besar, dan kalau diteliti makhluk yang menyerupai manusia ini, berkisar sepuluh kali lebih besar daripada manusia pada umumnya.
Lalu Pansurya menyimpulkan Bahwa ini bukan binatang buas, tapi manusia raksasa yang bersifat seperti hewan buas.
Lalu pansurya bertanya kepada semua pohon agar memberitahu.
"Wahai para pohon, kemana arah makhluk yang menyerupai manusia ini,?" tanya pansurya berharap menemukan jawaban.
__ADS_1
"Apa yang kau maksud pansurya, kami tidak tahu keberadaan makhluk seperti itu" jawab pohon dengan nada yang terdengar bohong oleh pansurya.
"Baiklah, kalian telah berbohong kepadaku, aku tau kalian menyembunyikan sesuatu" kata pansurya dengan kecewa.
Lalu karena merasa di bohongi oleh para pohon, pansurya bergegas lari ketengah hutan untuk bertemu dengan pohon agung.
"Pohon agung, apa yang terjadi, kenapa para pohon tidak memberitahu tentang makhluk yang memangsa salah satu prajurit ku, dan memangsa ternak rakyatku.!" pansurya bertanya dengan keras, berharap bisa mendapatkan jawaban.
"Pansurya,, sebenarnya pada malam itu saat kau diletakkan oleh ibumu kedalam lubang pohon ini, para raksasa itu hendak memakan mu kalau aku tidak lekas mendiamkan mu."jawab pohon agung
"Apa maksud mu pohon agung, aku tidak mengerti, dan apa hubungannya denganku" tanya pansurya dengan penasaran
"Sesungguhnya, kami adalah makhluk yang sama seperti para makhluk raksasa itu, dan jumlah kami mencapai jutaan, kami sangat menghargai alam beserta makhluk hidup di dalamnya dan kami selalu merawat nya, namun sebagian dari kami ingin alam ini dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan pengetahuan mereka, mereka suka merusak dan membangun kembali, dan tak segan menjadikan alam sebagai alat untuk penelitian, dan penemuan gila mereka. dan hal itu sangat tidak di terima oleh alam itu sendiri." kata pohon agung menjelaskan riwayat hidup mereka
"Lalu apa yang terjadi" rasa penasaran pansurya
"Dengan hasil penemuan mereka, mereka berhasil membuat suatu cairan, lalu memberikan kepada hewan untuk diminum, setelah beberapa saat kemudian tiba-tiba hewan itu diam dan berdiri, dan di badan hewan itu tumbuh daun-daun dan badan hewan itu tiba-tiba mengeras, lalu kaki hewan itu masuk kedalam tanah hingga saat itu hewan itu menjadi pohon kecil." kata pohon agung menjelaskan.
"Lalu kenapa kalian tiba-tiba bisa menjadi pohon,?" tanya pansurya penasaran
"Hingga suatu hari, salah satu dari raksasa itu meminta izin kepada saya, agar penelitian dikembangkan dan diberikan kepada semua jenis hewan, karena saya saat itu selaku raja,
saya malah menyuruh membawa raksasa itu ketahanan karena penelitian gilanya, dan hampir seribu orang yang saya masukan ketahanan karena ikut membantu penelitian itu," jawab pohon agung
"Lalu.?" tanya pansurya semakin penasaran
"Lalu kenapa mereka bertingkah seperti hewan, bukankah kalian orang yang pintar.?"
tanya pansurya
"Mereka bukan bertingkah seperti hewan,
tapi mereka hendak berburu, karena hewan di hutan sudah punah, dan justru mereka menganggap kalian semacam hewan buruan Dimata mereka, karena mereka baru merasakan daging, setelah beberapa puluh tahun tidak pernah memakan daging."kata pohon agung
"Lalu apa yang saya lakukan pohon agung,?" tanya pansurya
"Sebaiknya kamu lebih baik sembunyi saja, dan bawa pergi rakyat mu dari sana, karena kamu bakal tidak bisa melawan nya, dan aku juga tidak berdaya" kata pohon agung
"Apa..! lari..? tidak pohon agung aku tidak akan lari, lagian bukan hal gampang mencari tempat baru karena kami sudah punya persediaan semua disini, aku hanya butuh tempat penghunian mereka.!" kata pansurya dengan nada tinggi.
Lalu terdengar teriakan minta tolong, dan teriakan itu berasal dari desanya.
"Tolong,,,tolong,,tolong,, kami diserang raksasa" teriakan rakyat timur.
Lalu pansurya bergegas pulang ke tempat nya, dan dari jauh terlihat tiga makhluk raksasa lagi berburu manusia, lalu pansurya melemparkan pedang kearah makhluk itu.
"wissssttt" suara lemparan pedang yang mengarah ke arah raksasa itu dan mengenai matanya
"huaaa,,,,huaaa,,huaa." suara kesakitan sambil memegang matanya dengan kedua tangannya
__ADS_1
Lalu pansurya menggunakan kesakitan nya dengan memerintahkan pohon agar rating mengikat leher raksasa itu,
"rrruuuussskkk,,,krikkk,, bub, bab,bub,bab" suara rating kayu mengikat leher raksasa lalu membanting nya dua kali, lalu melemparkan nya sejauh mungkin.
Raksasa yang satu itu mengundang perhatian pansurya, dan bergegas kearah pansurya.
"duarrr" tendangan raksasa
dan pansurya terlempar kedalam hutan hingga dan tubuhnya terbanting oleh beberapa pohon.
"ahhkkk,,akkhh,akkhh" rasa sakit pansurya
Lalu raksasa itu mengejar nya kedalam, dan mengangkat pansurya, lalu melemparkan dia keatas.
"huaahhh,, huaahhh,, huaahhh," teriakan pansurya di atas angin
Lalu tiba-tiba pohon menangkap kaki pansurya, hingga kembali kebawah, dan langsung mengarah ke pundak raksasa itu, lalu pansurya memegang kepala raksasa itu dengan kedua tangan, dan mematahkan leher raksasa itu hingga jatuh terbaring menghadap kebawah, dan saat pansurya memegang raksasa itu, ternyata sudah mati.
Lalu dia kembali ke rumahnya, dan mendekati raksasa yang sedang kesakitan itu, lalu dia bertanya dimana tempat kaum nya, tapi raksasa itu tidak memberitahu, dan itu membuat pansurya kesal, dan hendak menusuk jantung nya, akhirnya raksasa itu memberitahu, setelah raksasa itu memberitahu, langsung pansurya menusuk jantung nya hingga mati.
Ningsih langsung mendekati dan memeluk suaminya, dan sekaligus sebagai raja, saat
melihat aksi pansurya, rakyat timur bersorak kepada pansurya.
Tapi perjuangan pansurya masih belum selesai.
"Adinda,, ananda harus pergi, mungkin beberapa hari.?" pansurya pamit kepada Ningsih.
"kemana Ananda? apa ananda tidak tahu bahwa kita mempunyai anak yang masih bayi?" tanya Ningsih dengan khawatir.
"Adinda, Ananda baik-baik saja, jangan khawatir, kan adinda tau ananda ini siapa, ananda bisa jaga diri, Ya sudah ananda harus pergi dulu," pansurya pamit sambil meyakinkan istrinya.
Dan pansurya dengan gagah berani pergi menuju tempat kaum raksasa itu, setelah berjalan selama Lima hari perjalanan, dan akhirnya Pansurya sampai tujuan.
Ditempat raksasa itu ternyata mereka beraktivitas seperti manusia pada umumnya,
dan namun ternyata raksasa itu menjadi kan manusia sebagai peliharaan, dimana manusia itu lagi dikandang layaknya hewan, hal itu membuat marah pansurya, dan membuat pohon-pohon bergerak kearah raksasa itu.
Dan raksasa itu terdiam sejenak, melihat ke arah hutan bahwa pohon-pohon itu bergerak,
lalu pemimpin yang membuat cairan itu (penemu) keluar dari tempat nya dan dia heran, lalu menyuruh semua raksasanya maju menghadapi pohon-pohon itu, hingga pertempuran hebat dimulai, saat pohon-pohon menggunakan rating untuk melilit dan melempar para raksasa itu, dan begitu juga sebaliknya saat raksasa menebang pohon-pohon itu dan mengupas
kulit nya.
Dan pansurya ikut membantu pohon-pohon melawan raksasa itu, beberapa ratus raksasa yang mati dalam pertempuran itu, hanya puluhan pohon yang mati.
Saat semua nya raksasa itu mati tinggal hanya pemimpin nya yang tersisa, pemimpin raksasa itu melempar batu besar kearah pansurya, dan lemparan itu dapat dihindari oleh pansurya, dan langsung menusuk jantung pemimpin raksasa itu, dan akhirnya mati, setelah semua selesai, pansurya membebaskan orang yang di jadikan hewan peliharaan oleh raksasa itu.
Bersambung....kebab berikut nya
__ADS_1