
Karena kerjaan timur selalu menghadapi berbagai Monster, dan Pansurya memberi perintah kepada prajurit, agar membangun sebuah tembok besar, untuk terhindar dari berbagai serangan.
"karena banyak serangan-serangan yang tidak terduga," kata raja, "hari ini kita akan membangun sebuah tembok yang besar."
hari itu semua prajurit mulai melakukan pembangunan, karena rakyat tahu bahwa tembok untuk kepentingan bersama maka rakyat ikut serta membantu para prajurit.
setelah beberapa bulan, akhirnya pembangunan tembok telah selesai dan pansurya sangat kagum melihat tembok yang dibangun oleh prajurit dan rakyat nya.
"karena telah selesai pembangunan tembok yang luar biasa ini, maka kita akan mengadakan perayaan malam ini di istana ku," kata raja.
malam itu semua rakyat dari berbagai suku, datang berbondong-bondong ke istana raja.
dan mereka berharap akan menikmati malam yang luar biasa, setiap jalan yang yang menuju ke istana raja, telah di didirikan obor agar terang.
hingga menuju ke istana raja, tiba-tiba terdengar jeritan orang-orang dari luar tembok, lantas membuat rakyat yang lagi berjalan menuju istana berhenti, dan mereka
mendengar ada juga suara anak-anak.
karena raja sibuk menyambut tamu nya didalam istana, dan dia tidak mendengar suara yang menjerit-jerit. lalu seorang prajurit berlari ke dalam istana.
"ampun yang mulia, maaf menggangu," kata prajurit tergesa-gesa.
"silahkan prajurit ada apa, dan kenapa kau tergesa-gesa seperti itu?" tanya pansurya.
"diluar tembok yang mulia, ada beberapa orang yang minta tolong, dan sebagian anak-anak," jawab prajurit.
lalu raja pansurya bergegas keluar istana, untuk mendengar suara jeritan itu.
"tolong, tolong buka gerbangnya kami lagi di serang, tolong." suara jeritan diluar tembok.
lalu masyarakat mendesak raja agar membuka gerbang itu, tapi pansurya merasa ada yang aneh di dalam kerajaan nya.
lalu raja mendengar ada suara serigala diluar tembok, lalu raja memerintahkan prajuritnya, agar membuka tembok, lalu mereka masuk, dan tubuh mereka berlumuran darah.
lalu raja mendekati mereka yang berjumlah puluhan orang itu, dan menyinari mereka dengan obor.
"apa yang terjadi, dan bukah kalian membawa anak-anak? tanya raja.
"kami tidak sempat menyelamatkan anak-anak kami dari cengkeraman serigala itu,? kata mereka yang berasal dari luar tembok sambil menangis.
"kalian berasal dari mana?" tanya raja
"kami berasal dari selatan, kami terpaksa pindah karena kami selalu diburu oleh serigala-serigala itu." jawab mereka.
__ADS_1
"ya sudah, kalian sudah aman berada disini sekarang, kalian istirahat dan bersih kan diri kalian" kata raja.
indah nya pemandangan dari ujung ke ujung
kerajaan timur, membuat orang-orang betah tinggal di daerah itu, dari pohon-pohon nya yang hijau, dan suara-suara burung yang berkicau di pagi hari, seakan menjadi khas betapa indahnya kerajaan timur.
setiap warga desa dari berbagai suku, telah berada pada desanya masing-masing, meski mereka tinggal dibalik tembok yang tinggi tidak membuat mereka berhenti melakukan aktivitas dan sosial antar suku.
hingga suatu hari. seorang warga melaporkan
kepada kepala suku, bahwa anaknya telah hilang saat hendak bermain dengan teman-temannya, lalu kepala suku bergegas pergi ke raja pansurya dan melaporkan kejadian tersebut.
"sudah berapa lama mereka menghilang?" tanya raja
"dari tadi pagi tidak kembali yang mulia" jawab kepala suku.
pansurya memerintahkan beberapa prajurit untuk melakukan pencarian terhadap seorang anak, setalah seharian prajuritnya melakukan pencarian.
"maaf yang mulia, kami tidak bisa menemukan anak itu, kami sudah berkeliling dari ujung ke ujung selama tiga hari, namun kami tidak menemukan anak itu" laporan prajurit kepada pansurya.
keesokan harinya. dari suku yang berbeda melapor kepada kepala sukunya bahwa suaminya tidak pulang selama dua hari, dan dari suku yang berbeda melapor kan kejadian yang sama.
lalu dua orang kepala suku bergegas melaporkan hal tersebut kepada raja, bahwa para suami warganya menghilang.
"sudah kuduga, pasti orang-orang yang baru masuk ke kerajaan ini yang melakukan itu semua" dalam hati raja.
"kalian umumkan kepada warga, bahwa jangan ada yang keluar rumah untuk sementara ini." kata raja.
pada malam hari raja pansurya memata-matai pendatang baru di kerajaannya, dia melihat ada gerak gerik yang aneh pada orang-orang itu, dan benar saja seseorang dari mereka membawa sesuatu di dalam sebuah
peti mati dan hendak dibawa kerumahnya.
karena pansurya yakin bahwa yang dibawa di dalam peti mati itu adalah jenazah, dia langsung menuju kedalam rumah orang itu dan memergoki para pendatang baru itu.
ternyata orang-orang itu lagi berduka dan menangis, bahwa keluarga nya telah terbunuh secara sadis, saat melihat mayat itu pansurya
langsung histeris, karena wajah dan tubuh nya dikuliti, sehingga hanya tubuh yang terlihat namun wajahnya telah habis.
saat melihat disekelilingnya, bahwa raja pansurya salah sangka terhadap pendatang baru itu.
"saya minta maaf. karena sempat berpikir, bahwa kalian lah dalang dari semua ini, yang mengakibatkan orang menghilang, namun saya salah" kata raja.
lalu pansurya kembali ke istana tanpa menoleh kebelakang. namun keadaan semakin hari semakin memburuk, ribuan warga telah menunggu di depan istana, menuntut agar pelaku penculikan segera ditangkap dan di adili.
__ADS_1
tiba-tiba raja pansurya muncul dari belakang warga yang sedang menunggu di depan istana nya, dan para rakyat terdiam. lalu pansurya berjalan ditengah mereka sambil membukakan jalan pada raja, dan rakyat melihat wajah pansurya seperti kelelahan.
"aku harap, kalian pulang dulu, aku lelah" perintah raja.
lalu rakyat merasa kecewa dengan jawaban raja, dan mereka semua balik kerumah masing-masing.
lalu raja pergi ke kamar menemui istri dan bayinya, sehingga lelah pansurya hilang seketika.
"ternyata menjadi seorang raja tidak gampang ya Ananda, waktu-waktu untuk bersama serasa jarang kita rasakan" kata Ningsih.
"yah, begitulah adinda. seorang raja itu harus selalu siap menerima keluhan rakyatnya, bahkan, menurut saya raja hanyalah nama."
balas pansurya.
"ya sudah Ananda,, ananda istirahat, besok adalah hari yang berat." kata Ningsih.
saat tengah malam. saat semua tidur pulas, pansurya pergi keluar tembok membawa obor, lalu prajurit menahannya, pansurya langsung membuat pingsan para prajurit nya.
setelah lama tidak pernah keluar tembok, pansurya berjalan sendiri keluar, hanya berbekal obor, setelah berjalan beberapa langkah tiba-tiba pansurya terjatuh karena tersandung sesuatu, dan obornya pun mati sehingga dia tidak bisa apa-apa, tapi dia mencium bau bangkai yang sangat menyengat.
pansurya merasa mual karena bau yang menyengat itu, lalu pansurya menghidupkan kembali obornya lalu melihat hal yang mengerikan didepan nya, ternyata bangkai serigala, lalu pansurya berdiri dan terlihat jelas bahwa bukan hanya satu ekor serigala yang mati, dan melihat beberapa mayat anak kecil yang telah membusuk, dan terlihat di leher serigala itu terpasang rantai pengikat.
lalu pansurya kembali mengingat, saat pendatang baru itu datang.
"ternyata serigala itu bersuara karena kesakitan saat hendak dibunuh oleh pendatang baru itu," dalam hati raja, "dan anak-anak dipaksa berteriak minta tolong agar aku kasihan dan membuka gerbang tembok.
tiba-tiba terdengar oleh pansurya suara anak kecil yang hampir meninggal.
"tolong,,,,tolong,,,tolong" suara anak kecil yang sekarat.
"ia,,ia aku akan menolong mu, kamu harus kuat,!" kata pansurya.
"tidak, aku akan mati sebentar lagi, aku hanya memberi tahu," kata anak itu
"mereka yang datang ke tempat mu itu, adalah orang-orang pemakan manusia," kata anak kecil itu
"apa maksudnya,?" tanya pansurya
"dulu, mereka melakukan hal yang sama di wilayah kami, mereka berpura-pura sekarat, dan minta tolong, dan kami menerima mereka
memberi mereka makan, dan kami sudah menganggap mereka bagian dari keluarga kami," kata anak itu, "lalu tidak lama kemudian, satu persatu orang menghilang, hingga ayah saya sebagai kepala suku menemukan tulang belulang di rumah mereka dibawah tanah.
"lalu apa yang terjadi, dan kenapa dengan serigala ini,? tanya pansurya
__ADS_1
"serigala ini hanyalah serigala Cacat yang tak berdaya, serigala yang sesungguhnya adalah mereka itu sendiri yang menjelma menjadi manusia." jawab anak itu
kelanjutan di bab 5, pansurya membongkar jati diri pendatang baru dengan manusia