KETIKA TAKDIR HARUS MEMILIH

KETIKA TAKDIR HARUS MEMILIH
Episode 1 Alia


__ADS_3

Namaku Alia, aku anak pertama dari bapak Hasan dan ibu halia, aku dua bersaudara. adik ku laki- laki yang bernama wahyu. Dia menderita cacat fisik sejak dia berusia 5 bulan. Ayahku bekerja serabutan kasar dan ibuku tidak bekerja beliau sebagai ibu rumah tangga untuk kami sekeluarga dan kami tinggal di sebuah kampung yang kecil tanpa listrik dan sinyal kami hidup sederhana bahkan bisa dibilang masih serba kekurangan, karena ayahku yang sakit-sakitan beliau memaksakan diri untuk bekerja demi menafkahi istri dan anak-anaknya, walaupun demikian ayahku seorang yang penyayang dia juga orang yang sangat tegas untuk kami, dia mendidik ku dengan tegas walaupun begitu aku mengetahui beliau sangat menyanyangiku. Sekarang aku sudah berumur 12 tahun dan tahun ini juga aku sudah menduduki bangku sekolah SMP.


suatu malam keluarga Alia makan bersama, terlihat Hasan(ayah alia) sedang duduk dihadapan hidangan makan malam, dan Halia(ibu alia) sedang sibuk menyiapkan makanan malam mereka sedangkan wahyu(adik alia) duduk menyandarkan pundak ny di dinding sambil menunggu halia(ibu alia) menyuapinya nasi,


"alia makan yok nong" ujar halia(ibunya alia) adalah sebutan sayang kepada anak untuk bahasa melayu kalbar.


"iye mak"jawab alia terdengar dari kamarnya, alia pun bergegas keluar dari kamar, alia melihat semua anggota keluarganya sudah kumpul diruang dapur untuk makan malam. Alia pun tersenyum melihat sambal goreng ikan tri kesukaannya.


"ii enak makan ni, ade sambal kesukaan ku" ujar alia,

__ADS_1


"iye, makan lh" jawab halia(ibunya alia) sambil menyuapi wahyu(adiknya Alia)


Setelah selesai makan malam, mereka duduk diatas tikar diruang tamu yang hanya diterangi pelita kecil.


"besok sekitar jam 10 kite berangkat, kite ngojek peginye" ujar hasan(ayahnya alia) sambil meneguk kopinya dan tangan kanan ny memegang rokok.


"iyelah pak, mamak pegi gak ke ? " tanya alia kepada Hasan(Ayahnya alia) sambil melihat halia(ibunya alia).


"oyelah mak e" jawab alia.

__ADS_1


Mereka berbincang-bincang sampai pukul 10 malam, mereka membincangkan Alia dititipan dirumah paman dan bibiknya di pasar untuk bersekolah, karena dikampung alia masih belum ada sekolah SMP dan rumah alia dri sekolahan pun sangat jauh alia belum ada kendaraan untuk pergi sekolah terpaksa alia dititipkan dirumah paman dan bibik nya.


"kalo kerumah orang, sikap harus dijage, usah disamekan dengan rumah sorang, dan yang paling penting usah mencuri, biarpun seratus rupiah usah nak curi" pesan Hasan(ayah lia) kepada Alia.


" iye be pak" jawab alia.


"kesana tu harus rajin bantu-bantu bersehkan rumah jadi perempuan usah malas ape agik kerumah orang" sambung halia(ibunya alia) memberi nasehat kepada alia.


" iye lah mak " jawab alia kepada halia(ibunya alia).

__ADS_1


"dah tidok agik, dah malam" ujar hasan(ayahnya alia) kepada alia.


Alia pun bergegas masuk didalam kamar tanpa mengatakan kata sepatah pun. Didalam kamar alia langsung terbaring diranjang, ditarik ny selimut tipis dan diselimutinya kaki sampai dadanya, alia menarik nafas panjang dan dia berpikir bagaimana nasibnya dirumah orang yang asing baginya, selama ini alia belum pernah tinggal pisah dengan orang tuanya, sebenar dalam hatinya alia tidak ingin dititipkan dirumah paman dan bibik nya, hati kecilnya menangis karena tidak bisa melawan orang tua nya, dia sadar bahwa dia harus melanjutkan sekolahnya dan harus membuat kedua orang tua nya bangga, karena itu alia mempunyai cita-cita seorang dokter karena pikirny kalau dia menjadi dokter dia bisa mengobati ayahnya, ibunya dan adiknya tanpa harus membayar dengan harga yang mahal, mengingat cita-citanya itu. Alia pun tersenyum dibibirnya dan alia pun bersemangat untuk pergi dirumah paman dan bibik ny besok, waktu menunjukkan pukul 11 malam, alia pun terlihat sudah tertidur pulas


__ADS_2