
***Pagi yang mendung, langit yang berkehitam hitaman, matahari enggan untuk menampakan diri. Pukul 06:15 Alia sudah berangkat.
Alia sudah berangkat ke sekolah, pagi itu ia berangkat sangat awal karena takut kehujanan. Alia tidak mau telat, karena saat ini Alia ingin menikmati hari hari kesekolah karena ia sadar tidak akan lama lagi ia sudah tamat di sekolah itu.
Sesampainya di sekolah masih belum satu orang pun yang datang, dan Alia duduk di depan kelas untuk menunggu teman-temannya, setelah 15 menit menunggu akhirnya satu persatu teman teman Alia berdatangan.
"eh awal al"sapa rahma kepada Alia sambil menepuk bahu Alia.
"iye lah anak teladan"jawab Alia bangga kepada rahma sambil tersenyum.
"haha iye lah tu"jawab rahma tertawa mendengar gurauwan Alia.
Dan mereka berkumpul di depan kelas, karena saat itu belum pembagian kelas.
Pukul 07:00 wib lonceng sekolah berbunyi hari itu kegiatan mereka adalah pembagian kelas, dan pukul 10:30 wib mereka pulang .
Sesampainya dirumah seperti biasa Alia masuk ke kamar berganti pakaian dan pergi di dapur untuk makan siang, pada hari itu tidak seperti biasa Hasma(bibik Alia) belum berangkat kerja biasanya sudah berangkat ke lokasi pertambangan mas. Dan Hasma(bibik Alia) sengaja berangkat telat untuk menunggu Alia datang dari sekolah.
"Al yok kite pegi kelokasi, orang agik berasil ni Al baleknye malam-malam takut mak long sorang tu, nanti kau ngampas kain orang ade gak buat kau nabong duitnye"ucap Hasma(bibik Alia) kepada Alia.
"yok lah mak long, aku makan lok"jawab Alia cepat tanpa basa basi.
__ADS_1
Setelah Alia makan siang, Hasma(bibik Alia) dan Alia berangkat. Sesampainya di lokasi pertambangan mas Alia duduk-duduk melihat orang-orang kerja.
Setelah orang-orang selesai bekerja Alia ngampas(menghempaskan kain untuk membersihkan pasir yang ada dalam kain tersebut) sisa orang kerja tersebut. Satu hari Alia ngampas kain biasa mencapai 50 kain. Awalnya Alia sangat kewalahan karena ngampas kain perlu tenaga eksra, sitiap Alia ngampas kain keringatnya bercucuran dan nafas nya naik turun. Walaupun begitu Alia tetap bersemangat karena hasilnya sangat memuaskan Alia.
Hasma(bibik Alia) dan Alia pulang dari lokasi pukul 22:00 wib terkadang juga pukul 23:00 wib. Tidak peduli hujan deras Hasma(bibik Alia) dan Alia tidak pernah mengeluh.
Setelah beberapa hari Alia kerja mengumpulkan emas hari ini Alia ngeraksa(mencampurkan butiran emas menjadi satu menggunakan air raksa).
"Al kau jualkan ugak punya mak long ye, jualnye ke Alan "ucap Hasma(bibik Alia) kepada Alia. Sambil memberikan mas nya.
Dan Alia langsung pergi menjual emasnya ditemani kurnia(adik sepupu Alia).
Alia menuju rumah Alan menggunakan sepeda motor.
"om jual emas"ucap Alia sambil memberikan emas itu kepada Alan.
Entah kenapa detak jantung Alia berdetak kencang saat itu, kaki dan tangannya berdinginan. Nafasnya tidak stabil. Apa sebabnya Alia pun tidak tahu. Badan nya gementar, rasanya saat itu Alia mau demam panas tinggi, Alia rasanya tidak mampu untuk berdiri, pada saat itu ia ingin pingsan. Tapi Alia dengan berusaha menenangkan dirinya untuk kuat.
"ini uang nya dan ini ceknya, terima kasih ya"ucap Alan kepada Alia sambil memberikan uang dan cek kertasnya sambil tersenyum.
Langsung saja Alia mengambil uang dan cek tersebut Alia tidak berkata apa-apa, entah kenapa pada saat itu mulut Alia terbungkam dan enggan untuk bicara. Alia hanya tersenyum dan tidak berani untuk melihat wajah Alan. Dan Alia langsung keluar dari rumah Alan.
__ADS_1
Anehnya setelah datang dirumah badan Alia tidak panas lagi, jantungnya juga tidak lagi berdetak dengan kencang, kaki dan tangan nya juga sudah tidak berdinginan. Alia sangat heran dengan kejadian itu, tetapi Alia tidak menceritakan kejadian itu kepada Hasma(bibik Alia) ataupun kepada kurnia(adik sepupu Alia).
"mahal die ngambek emas kite ye Al, kate orang ndak segini die beli emas hargenye. Kalo gini kesana terus kite jual ni"ucap Hasma(bibik Alia) girang melihat ada keuntungan disituasi itu.
"Iye mak long"jawab Alia sambil tersenyum juga kepada Hasma(bibik Alia) .
Ke esokan harinya Hasma(bibik Alia) menjual emasnya lagi ke rumah Alan, saat itu Hasma(bibik Alia) sendiri yang pergi menjual emasnya karena Alia saat itu masih di sekolah.
Tetapi saat itu Hasma(bibik Alia) kecewa karena Alan membeli emas nya dengan Harga murah sama dengan Alan membeli emas orang lain tidak semahal saat Alia menjual emasnya kemarin. Namun Hasma(bibik Alia) tidak berpikir negatif ia berpikir positif. Mungkin emas lagi turun pikirnya karena emas memang suka turun naik harganya.
Beberapa hari lagi kemudian Alia menjual Emas nya lagi ke Alan dan Hasma(bibik Alia) tidak ketinggalan untuk menitipkan emasnya untuk dijual juga.
Lagi-lagi Alia merasakan peristiwa aneh itu sama persis yang di Alaminya waktu pertama ia menjual emas beberapa hari yang lalu. Tetapi Alia dengan berusaha menenangkan dirinya. Dan lagi-lagi harganya emaspun juga mahal Alan membelinya.
Ke esokan harinya Hasma(bibik Alia) menjual lagi emasnya pikirnya tidak akan mungkin secepat itu turun harga emas paling tidak tiga atau empat hari baru ada perubahan harga, tetapi lagi-lagi Hasma(bibik Alia) merasa kecewa karena dibeli dengan harga yang murah. Rasa penasaran Hasma(bibik Alia) semakin bertambah dan Hasma(bibik Alia) mencoba menjual emasnya lagi yang untuk ditabung tetapi karena penasaran nya ia menjualnya ke Alan tetapi Hasma(bibik Alia) menyuruh Alia untuk menjualnya ke Alan. Dan pada hari yang sama Alan membeli emas Alia dengan harga yang mahal, tidak sama seperti Alan membeli emas orang lain termasuk Hasma(bibik Alia). Semenjak saat itu Hasma(bibik Alia) kalau menjual emas nya pasti dia menyuruh Alia.
"orang mana bah kau? "tanya Alan kepada Alia ketika Alia menjual emas dirumahnya.
"orang kampung sebelah om, tapi aku diam kerumah bibik aku di gang sebelah"jawab Alia kepada Alan. Sudah sekian kali Alia menjual emas dirumahnya itu pertama kalinya Alia ngobrol dengan Alan.
Alia memanggil Alan dengan panggilan om karena memang Alan sudah berumur. Walaupun sudah berumur tetapi wajahnya masih kelihatan muda. Warna tubuhnya yang putih, matanya yang sipit, fostur tubuhnya yang tinggi. Dan bibirnya yang tipis.
__ADS_1
setelah itu Alia langsung pulang, ia sangat malu karena Alan melihatnya dari bawah sampai ke atas، Alia tidak biasa di tatap laki-laki seperti itu***.