KETIKA TAKDIR HARUS MEMILIH

KETIKA TAKDIR HARUS MEMILIH
Episode 09 PULANG KE RUMAH TUTANG


__ADS_3

"*Alia besok ikut aku pulang yok ke rumah kakak aku di gombang"ajak tutang kepada Alia


"yok lh, pengen aku ikut kau " jawab Alia kepada tutang


"iye ye kite besok balek sekolah langsung pegi kite pake baju sekolah biar ndak mahal bayar naik bisnye " ujar tutang kepada Alia


" ok sip " jawab Alia


Sepulang sekolah Alia melihat bibiknya sedang menonton televisi di ruang tv dan Alia segera mengucapkan salam


"Assalamualaikum" ucap Alia dari luar


"waalaikumsalam" jawab bibik Alia dari dalam


Alia pun segera masuk dan langsung berganti pakaian di kamar


Setelah itu Alia langsung makan siang seperti biasa


Dalam hati Alia takut untuk meminta izin ke bibiknya untuk pergi ke Gombang tempat kakaknya Tutang. Alia takut tidak di izinkan


Tetapi Alia sudah berjanji kepada Tutang untuk ikut bersamanya besok. Alia tidak ingin tutang kecewa karena Alia ingkar janji


Dengan terpaksa dan takut-takut Alia memberanikan diri untuk bicara kepada bibiknya


Alia sudah siap untuk resiko kalau bibiknya menceramahinya dan memarahinya


"mak long, besok balek sekolah kawan aku ngajak pegi ke rumah kakaknye di gombang. Baleknye hari minggu. Die minta kawankan naik bis. Boleh ke mak long " ujar Alia dengan rasa takut


"boleh be, hati-hati jak i"jawab bibik Alia


Mendengar bibiknya memberi izin Alia sangat bahagia, Alia pun langsung tersenyum manis dan rasa takutnya pun sudah hilang.


Ke esokan harinya, sepulang sekolah Alia dan tutang langsung menuju halte untuk menunggu bis


Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya bus yang di tunggu -tunggu pun datang, Alia dan tutang segera menaiki bus tersebut.


Didalam bus Alia dan tutang saling diam, pandangan mereka tertuju pada pemandangan diluar dan hayut dalam pikiran masing-masing


Tidak terasa setelah sekian puluh menit dalam perjalanan Alia dan tutang sudah sampai di tempat tujuan


"yok turun" ujar tutang kepada Alia sambil beranjak dari tempat duduk nya


"yok"jawab Alia sambil mengikuti tutang dari belakang


"kite nunggu sini ye, pandai nanti abang ipar aku jemput kite kesini" ujar tutang kepada Alia sambil memainkan hp nya


"masih jauh ke rumah kakak mu ni" tanya Alia kepada tutang


"masih jauh, rumahnye masuk kampung agik" jawab tutang kepada Alia


"oo iye lh" jawab Alia sambil mengangguk kn kepalanya


"tunggu sini ye, aku pesan minum lok. Kau mau minum ape " tanya tutang kepada Alia


"terserah kau lh, aku mau-mau jak"jawab Alia sambil tersenyum


Setelah berapa saat tutang kembali menghampiri Alia yang sedang duduk di kursi, terlihat Tutang membawa dua gelas Air es di tangan nya

__ADS_1


"ni punya mu " ujar Tutang sambil memberikan gelas Air es tersebut kepada Alia


"ok,, terima kasih ya " jawab Alia sambil mengambil gelas yang diberikan Tutang kepada nya


Alia dan tutang terlihat sangat menikmati minumannya sambil bercakap dan melihat pemandangan di pasar senakin tersebut.


Sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang.


"udah lama gek kitak nunggu" tanya abang iparnya tutang kepada tutang dan Alia


"udah maok 1 jam kami nunggu " jawab tutang kepada abang iparnya


"jeh lah langsung jak diri" ujar abang ipar tutang sambil membelokkan sepeda motornya


Alia dan tutang langsung menaiki sepeda motor tersebut, mereka boncengan tiga.


Setelah berapa puluh menit mereka sampai di rumah kakak tutang di gombang.


Alia dan tutang langsung saja masuk di rumah tersebut


"mae kakak bang " tanya Tutang kepada abang iparnya karena melihat rumahnya yang begitu sepi, karena hanya kakak dan abang nya saja tinggal dirumah tersebut mereka belum mempunyai anak.


"kakak muka warong kak lapangan bola" jawab abang iparnya tersebut


"oh aok lah" jawab tutang


"kakak nyuruh kao man ayung nyu koa nyaga nya malam minggu nia" ujar abang iparnya


"mulih ba, ada ugak kami ngangok duit jajan" jawab tutang


"iye lh" jawab Alia santai


"yok lah kite mandi lok, nanti kite langsung pegi kesana" ajak tutang kepada Alia


"ayok" jawab Alia


Setelah selesai mandi Alia dan Tutang segera pergi di warung


Malam malam minggu ini pertama kali Alia ngembun sampai pagi, Alia sangat senang karena banyak mengenal teman-teman baru.


Alia terlihat sangat bersemangat melayani pembeli Alia juga sangat ramah sehingga pembeli sangat suka kepadanya


Terlihat malam itu warung kakaknya tutang begitu ramai pengunjung, Alia dan Tutang bahkan sampai kewalahan meyalani pengunjung.


alia dan Tutang tidur pukul 06:00 wib.


Dan mereka bangun pukul 13:00 wib. Setelah bangun Alia dan Tutang bergegas mandi, karena mereka akan pulang lagi di mandor.


"abang pane agik ngantar kita badua ka pasar " ujar kakak tutang kepada tutang


"aok bh" jawab tutang


" bato rami warung diri tumalam wah " ujar kakak tutang sambil tersenyum


"aok koa lh" jawab tutang singkat karena sambil bereskan barang-barang ke tas nya


"sabtu nae atang agik boh ka keant, baba ayung nyu kao agik"ujar kakaknya tutang

__ADS_1


"aok bah pane" jawab tutang


Setelah beres Alia dan Tutang pulang sebelum Pulang kakak tutang memberikan uang kepada Alia dan Tutang sebesar 200 ribu per orang, Alia sangat bahagia. Karena baru pertama kalinya Alia kerja sendiri yang Menghasilkan uang sebanyak itu.


"makasih boh kak " ucap Alia dengan senyum bahagia


" sama-sama dek, sabtu atang agik boh" ujar kakak tutang


"Aok kak " jawab Alia dan Tutang bersamaan.


Mulai saat itu setiap sabtu Alia dan tutang pergi ke tempat kakaknya untuk mencari uang jajan membantu kakaknya tutang menjaga warung.


Mulai saat itu Alia sudah mulai mengenal uang, dan mulai saat itu juga pikiran Alia sudah fokus untum mencari uang. Alia kerja sebagian uang ny untuk di tabung, sebagian lagi untuk belanja membantu org tuanya di kampung dan sebagian lagi untuk keperluannya Alia.


Alia kerja tidak sepengetahuan orang tuanya bahkan bibiknya Juga tidak mengetahui, Alia sengaja tidak memberi tahu mereka. Karena Alia tahu kalau mereka mengetahui Alia kerja pasti Mereka melarang Alia untuk kerja.


Sedangkan dalam Pikiran Alia saat itu tidak ingin menjadi beban orang tuanya karena Alia tahu orang tuanya yang tidak mampu.


Saat itu pula Alia sudah tidak mengikuti kegiatan pramuka lagi di pakar scoot karena Alia sudah memfokus kan dirinya untuk mencari uang.


Setelah mengenal uang dan bekerja Alia sudah tidak fokus untuk belajar, pringkatnya dikelas juga menurun.


Hari demi hari tidak terasa Alia sudah 1 tahun bekerja menjaga warkop kakaknya tutang, dari Alia kelas 1 SMA dan sekarang sudah menaiki kelas 2 SMA.


Dipertengahan semester kelas 2 SMA Alia mendengar kabar buruk dari Tutang sahabatnya sekaligus teman kerjanya.


Saat jam istirahat Tutang mengajak Alia mengobrol dari hati ke hati. Tutang menghampiri Alia di kelas kebetulan Tutang dan Alia pisah kelas semenjak kelas 2 SMA. Karena Alia memilih jurusan IPA dan tutang memilih jurusan IPS.


"Alia kite kebelakang yok ? " ajak Tutang kepada Alia dari pintu kelas


"ayok" jawab Alia sambil membereskan bukunya di dalam tas.


Setelah berapa menit Alia sudah selesai membereskan bukunya dan mereka pun segera menuju halaman belakang kelas tempat dimana Alia dan tutang sering bersama untuk bersantai di jam istirahat.


"Al aku mao di jodohkan same kakak aku " ujar tutang sambil menangis di hadapan Alia


"ha benar lah " ucap Alia setengah tidak percaya.


"benar al, aku mau nolak tapi kakak aku ngancam, kalo aku ndak mau nikah same orang yang mau dijodohkan nye, kakak aku ndak mau agik membiayai keperluan aku, sedangkan selama ini kakak aku yang ngasi aku duit. Soalny mamak same bapak aku udah tue ndak mampu cari duit" jawab tutang sambil menangis tersedu-sedu


"ya Allah tang, tapi sayang sekolah kau ndak lama agik bah kite tamat. Memang die ndak mau ke nunggu kau tamat sekolah baru nikah? " tanya Alia kepada tutang, saat itu pikiran Alia tidak karuan hatinya sakit akan kehilangan anak sahabatnya yang sudah di anggap sebagai keluarga sendiri.


"aku udah bilang same die kalo aku mau tamatkan sekolah aku dulu, tapi die bilang kalo aku tu maok dijodohkan same die, aku harus berkorban putuskan sekolah aku demi nikah same die" jawab tutang pasrah


"ye lah tang serba sulit si, itu tergantung kau agik lah, aku sebagai kawan kau mendoakan kau yang terbaik, semoge kau bahagia" jawab Alia sambil menangis karena Alia sudah tidak sanggup lagi menahan kesedihan hatinya


"maok ndak maok aku harus ikuti kate kakak aku Al, die nekat nyuruh aku nikah same tu cowok kate nye die dari orang yang kaye, kalo aku nikah same die, hidup aku terjamin katenye." jawab tutang


"kaye tu ndak menjamin kebahagian tang, tapi aku doakan semoge kau bahagia" jawab Alia


"iye Al makasih, mungkin ini terakhir kite ketemu. Besok aku udah nikah " jelas tutang kepada Alia sambil memeluk Alia


Mendengar ucapan tutang tersebut hati Alia semakin hancur. Alia hanya bisa menangis melepas kepergian sahabatnya.


Semenjak Tutang putus sekolah karena di jodohkan kakaknya, Alia dan tutang putus kontak. Tidak pernah berkomunikasi lagi. Karena tutang tinggal dikampung yang tidak ada sinyal. Semenjak itu juga Alia sudah tidak bekerja lagi dan Alia juga tidak ada teman seakrab Alia berteman dengan tutang.


Semenjak itu hari-hari Alia disekolah begitu sepi dan sunyi tidak ada lagi teman untuk curhat, tidak ada lagi teman untuk di ajak bercanda*.

__ADS_1


__ADS_2