
selamat membaca... ππ
pagi telah tiba, sinar Mentari masuk kedalam kamar melalui celah gorden penutup jendela. Cita yang merasa silau pun terbangun dari mimpi indahnya, dia bangun bersandar pada tembok disisi tempat tidur dengan mata yang masih terpejam sambil masih mengumpulkan separuh nyawanya, kemudian turun dan melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul enam. cita bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. beberapa menit kemudian dia sudah siap dengan seragam sekolahnya kemudian menuju meja makan, terlihat ibunya masih menyuapi adik tersayangnya.
"pagi mama, pagi adikku sayang " sapa cita dengan senyum lembutnya (sambil menarik kursi untuk dia duduk).
mama dan adiknya pun menoleh dengan senyuman penuh kasih, " pagi juga kakak sayang" ( sambil menyuapi adik kecil cita).
beberapa menit kemudian sarapan telah selesai.
" mama cita pamit berangkat sekolah ", ucap cita sambil mencium tangan mamanya,
"iya kak, kakak belajar yang rajin disekolah, jaga diri baik-baik ya" ucap mamanya.
Cita tak lupa mencium pipi adeknya. kemudian ia pergi meninggalkan rumah, cita berangkat sekolah dengan menggunakan angkutan umum.
πΏπΏπΏπΏ
pelajaran di sekolah pun berlangsung, tak terasa jam sudah menunjukan waktu istirahat, bel pun berbunyi. Cita menyimpan buku dan alat tulisnya, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak cita, ia pun refleks menoleh.
" ta pergi ke kantin yuk " ucap seorang cewek yang menepuk pundak cita.
dia sahabat cita bernama nasya, mereka kenal sejak kelas 1 SMP dan kemudian mereka bersahabat sampai sekarang. cita pun kemudian menganggukkan kepala dan beranjak dari duduknya, mereka berjalan beriringan saling bercanda. cita memang tk memiliki banyak teman dekat di sekolah, namun dia cukup dikenal karna kepribadiannya yang lembut, ramah, kalem, rajin, cantik pula. tak jarang banyak senior yang memperhatikannya, cita bukankah sosok yang mudah didekati.
sesampainya di kantinp cita memesan makanan dan minuman sedangkan nasya masih sibuk memilih apa yang akan dipesannya.
"ta kamu duluan aja ke tempat duduk aku masih pilih2 " ucap nasya sambil nyengir.
" oke sya, aku tunggu di tempat duduk ujung dekat kaca y" balas cita.
Cita pun berjalan ke tempat yang ditujunya. disebrang tempat ia duduk ada sekelompok cowok yang sedang bercanda dan sambil menikmati makanannya, salah satu dari mereka ada yang hanya diam dan mengamati sekitar kantin, dia bernama pras merupakan senior kelas 3 yang cukup populer, dia tipe cowok pendiam dan cool, namun tetap ramah. tak jarang senyumnya bikin cewek klepek2 abis.
Pras diam-diam mengamati cita yang duduk di sebrang tempatnya duduk, cita yang sedang melihat kearah luar kaca entah apa yang dilihatnya. tak lama kemudian pesanan cita datang bersamaan dengan nasya datang dengan membawa pesanan sendiri.
__ADS_1
"lama amat pesananmu baru datang cita" ucap nasya sambil duduk dan menaruh pesanannya.
"iya nih sya tumben lama, cacingku sudah demo" balas cita dengan menunjukan muka memelas,
cita dan nasya pun cekikikan dengan candaan mereka sendiri.
di sebrang sana terdapat cowok bernama pras yang sedang senyum-senyum melihat tingkahnya.
brakkkk!!!
tiba-tiba pras di kejutkan oleh temannya yang tak sengaja memergoki dirinya senyum-senyum sendiri,
" woiii, liatin apa sampe segitunya? " tanya dion (teman yang lain pun menoleh kearah pras dengan tatapan penasaran).
" tidak, aku hanya memperhatikan gadis di sebrang sana, lucu" sambil tersenyum,
reflek temannya menoleh ke sumber arah mata pras melihat. mereka pun berdehem bersamaan,
" dekatin aja pras, manis gitu" ucap rio sambil menaik turunkan alisnya,
beberapa jam berlalu, kegiatan belajar mengajar pun telah usai murid2 pun berkemas untuk pulang,
"Cita tolong buku-buku tugas dibawa ke kantor, letakkan di meja saya ya" ucap bu izah yang berdiri tak jauh dari tempat duduk cita.
" baik bu". balas cita sambil tersenyum.
Cita yang sudah siap dengan tas di punggung pun beranjak sambil mengambil tumpukan buku, kemudian berjalan keluar ruangan bersama sahabatnya.
" eh ta aku duluan pulang y, aku mau pergi sama ayah" ucap nasya.
" iya sya, duluan aja hati-hati sya" balas cita smbil tersenyum,
nasya pun berjalan mendahului cita sambil melambaikan tangan, cita pun membalas dengan senyuman. mengingat tangannya membawa setumpukan buku yang cukup banyak.
__ADS_1
tiba-tiba tangan cita tertabrak murid yang berjalan terburu-buru, cukup keras hingga cita terhuyung.
brukk
buku yang cita bawa pun jatuh berserakan dilantai, namun cita tak sampai jatuh karna ia berusaha menyeimbangkan badannya.
"aw, gimana sih" ucap cita sambil mengerutkan keningnya,
"maaf ya, aku tadi buru-buru", ucap cowok itu, yang tak lain adalah pras. pras membantu cita memungut buku-buku yang berserakan.
cita hanya diam dan memunguti buku tersebut tanpa melihat siapa yang menabraknya, Cita pun menerima uluran tangan yang menyerahkan buku,
" makasih " ucap cita, sambil menoleh ke arah pras.
"sama-sama" balas pras. sambil mengulas senyum.
saat cita akan berjalan, pras memegang tangan lengan cita dan bertanya,
"dek, siapa namamu? ", tangan pras perlahan melepaskan pegangannya.
cita pun menoleh dan menjawab " cita kak", sambil mengulas senyum tipis, karena ia malu walaupun hanya untuk berkenalan saja.
"ingat namaku pras" balas pras dengan senyum terbaiknya.
cita pun cepat-cepat bergegas ke kantor, karna ia juga tak mau lama-lama berada dekat dengan pras, merasa malu, deg-degan, panas. perasaan campur aduk yang cita rasakan.
tak terasa hari berganti minggu, minggu berganti bulan. setelah perkenalan itu cita sering teringat sosok cowok yang membuatnya tertarik sosok itu selalu hadir dalam ingatan cita. cita suka curi pandang dengan pras saat mereka berada dikantin, namun cita tak menyadari perasaan apa itu, dia hanya merasa bahagia saat ia bisa melihat pras, walaupun hanya sesaat tapi sesuatu banget.
" kenapa perasaanku begini, rasanya seperti berdesir saat ku lihat dia dengan tatapan seperti itu" dalam hati cita,
dengan tangan cita yang memegang dadanya sambil merasakan degub jantungnya yang terasa cepat.
pras pun juga merasakan desiran dalam hatinya, disaat ia melihat gadis manis itu. namun ia sadar dengan perasaan itu, tapi ia tau bahwa cita tak belum mengerti akan hal berbau Cinta,
__ADS_1
" aku pasti akan mendapatkanmu gadis manisku, aku akan menunggumu". ucap pras dalam hati.
pras mulai menyusun strategi akan bergerak perlahan dengan sabar tapi pasti, untuk mendapatkan cita yang akan dijadikan kasihnya, walaupun itu entah kapan pras tidak tau pasti.