Ketulusan Yang Terluka

Ketulusan Yang Terluka
T6


__ADS_3

mereka pun menikmati waktu kebersamaan dengan bercanda tertawa bersama. hari sudah sore Pras pun mengantar Cita ke asrama.


kreekk


suara pintu menghentikan mereka yang sedang mengobrol, mereka yang ada di dlam pun menatap ke arah pintu di lihatnya Cita sudah pulang. April, Meli, dan Ana menggoda Cita yang baru masuk kamar.


"Cie cie... yang habis jalan sama bebeb. " ucap April, sambil beranjak dari duduknya.


"PJ donggg yang baru jadian. " ucap Ana, sambil mendekati Cita.


bwahahahaha


mereka melihat Cita yang sedang malu dengan muka yang sudah memerah pun tertawa bersamaan.


mereka pun saling bercerita tentang cowok dari yang paling populer di sekolah, eh sampai ceritanya merambah ke boyband korea.


Sudah beberapa minggu berlalu, di sekolah Cita sedang berada di perpus untuk belajar, namun ia sendirian karena sahabatnya sedang mengerjakan tugas kelompok dengan teman yang lain.


Cita merasa jenuh tak ada temannya, akhirnya dia kembali ke kelas, dikelas sepi karna masih jam istirahat. Cita mengambil hpnya dari saku, karena dari pagi pras belum mengabarinya Cita berinisiatif untuk mengirim chat duluan.


Cita


hai kak, sudah makan siang belum?


Cita


kakak sibuk ya hari ini?


Cita menunggu balasan chat, namun tak kunjung mendapat balasan dari pras. Cita hanya termenung di kelas, ia merasa sepi tanpa kabar dari pras merasa kepikiran, entah dari kapan mulai muncul perasaan seperti itu. Ibarat bunga perasaan Cita mulai mekar untuk pras walaupun belum mekar sempurna.


Tibalah waktunya pulang, saat Cita sedang jalan menuju asrama, hp nya bergetar, Cita pun menghentikan langkahnya dan menggambil hpnya.


panggilan masuk


mama


Cita pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"halo mamaaa". ucap cita sambil tersenyum.


"Cita mama mau pergi ke tempat papa bekerja, mama menginap beberapa hari disana. kalo kamu pulang tinggal pulang aja y mama udah siapin makanan di kulkas, misal kamu pulang biar tinggal panasin aja". balas mama di sana.


"iya ma, Cita gak tau pulang apa gk ini." ucap cita.

__ADS_1


"ooh, ya udah gpp. kamu ambil aja makanan ke rumah, sudah terlanjur mama bikinkan bawa ke asrama makanlah bersama teman-temanmu disitu." balas mamanya.


" hemm ok ma nanti aku ambil." ucap Cita.


"mama pergi dulu sayang, jaga dirimu baik-baik y. " balas mamanya.


"iya mama sayang", ucap Cita.


panggilan telfon pun berakhir.


Sesampainya di asrama, Cita bergegas mandi, selesai mandi dia melihat hpnya ada beberapa panggilan tak terjawab, ternyata pras yang dari tadi menelfon.


drrrtttttt drrrrttttt...


getar hp Cita, kemudian ia meraih hpnya dan mengangkat panggilan tersebut.


"halo kak". ucap Cita.


"iya halo, Cita maaf ya aku baru kasih kabar kamu, aku tadi di sekolah sibuk latihan basket karna sebentar lagi pertandingan antar sekolah." ucap Pras,


" iya kak, gak apa-apa kok aku paham". balas Cita.


Mereka mengobrol lewat telfon cukup lama. kemudian mereka memutuskan untuk bertemu. Pras juga mengantar Cita ke rumah untuk mengambil makanan yang sudah di buat mamanya sebelum pergi.


Sesampainya di rumah Cita.


" mamaku baru saja pergi ke tempat kerja papa ku kak". ucap Cita.


Pras pun di persilahkan duduk di meja makan, sedangkan Cita sedang memanaskan makanan untuk dimakan berdua dengan Pras.


Cantik sekali kamu Cita, gumam pras pelan yang sedari tadi memandangi Cita yang sedang sibuk.


"kakak mau minum apa?" tanya Cita sambil mematikan kompor,


Pras pun buyar dan menjadi gugup, " apa aja Cita." ucap Pras singkat. sambil mengatur nafasnya agar rileks.


Cita menhidangkan makanan di meja makan dan menuangkan susu di gelas. Mereka pun makan bersama, tanpa berbicara hanya suara dentingan sendok.


setelah makan mereka menonton TV di ruang tengah dengan duduk di sofa, mereka tertawa bersama saat menonton, sesekali mereka bercanda pras suka mencubit hidung dan pipi Cita.


Saat filn sudah selesai, tak sengaja saat akan beranjak kepala mereka berbenturan,


Duukk!!

__ADS_1


"aw.. sakit." ucap Cita dengan tangan memegangi dahinya.


"Cita mana yang sakit, maaf ya" ucap Pras sambil mengusap dahi Cita pelan, kemudian meniupnya.


Cita hanya diam melihat Pras yang sedang meniup dahinya. dalam hati Cita " tampannya pacarku nih, gemesin ".


Pras yang sadar di pandangi Cita, perlahan ia menatap mata Cita dalam.


Mereka saling bertatapan, pras mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Cita. mengecup bibir Cita yang halus dan kenyal dengan sedikit lumatan lembut.


Cita yang terkejut membelalakan matanya, ingin menolak namun badannya terasa kaku, detak jantung yang tak beraturan.


sampai akhirnya pras melepaskan ciumannya, tersenyum pada Cita yang masih mematung.


" sayang kenapa diam saja?" tanya pras, sambil memegang wajah Cita.


Cita tak mampu mengucapkan kata- kata, ia hanya menggelengkan dan kemudian menundukkan kepalanya.


Pras mengantarkan Cita kembali ke asrama, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. sesampainya di gerbang asrama, Cita memutuskan untuk masuk kedalam asrama, namun ia tak lupa melambaikan tangan kepada pras.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sekarang Cita sudah melewati ujian nasional tinggal menunggu pengumuman kelulusannya.


Cita memutuskan melanjutkan sekolah di SMK, dia mengambil jurusan farmasi karena dia lebih tertarik di bidang yang berkaitan dengan obat-obatan, dibandingkan bidang yang lain.


Hari perpisahan pun sudah tiba, mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Cita dengan sahabat-sahabatnya saling berpelukan merasa sedih karena mereka akan berpisah, masing-masing melanjutkan di sekolah yang berbeda.


dari kejauhan seorang cowok berjalan mendekati Cita dengan membawa kado ditangannya. kedatangannya menjadi pusat perhatian para siswa siswi yang berada disitu, banyak mata menatap kagum dengan ketampanan cowok tersebut.


"Cita." ucap Pras memanggil Cita,


Cita dan sahabat-sahabatnya pun menoleh ke sumber suara. Cita mengulas senyum tipis, melangkah menghampiri Pras.


Pras melihat betapa anggunnya kekasihnya itu dengan balutan kebaya warna cream, dan polesan make up natural.


" kakak datang untuk ku? ", tanya Cita pada pras.


Pras pun tersenyum, " iya dong, datang untuk kekasih tersayang. " balas pras sambil terkekeh.


Pras pun memberikan hadiah yang sedari tadi di pegangnya pada Cita.


"Selamat gadis manisku" ucap pras sambil memberikan senyum terbaiknya.


"wahh terima kasih kak". ucap Cita, senyum sumringah menerima hadiah dari pras.

__ADS_1


Mereka yang tak sadar jadi pusat perhatian, kaget saat tiba-tiba di teriaki banyak siswa, terutama cewek.


"sweet bangetttt" ucap para cewek dengan tatapan kagum, ngiri. sedangkan para cowok bersiul.


__ADS_2