Ketulusan Yang Terluka

Ketulusan Yang Terluka
T3


__ADS_3

"baiklah ma, papa setuju dengan saran mama, tapi bagaimana pendapat cita ma apa dia mau?", balas papa cita.


"tadinya dia seperti ingin menolak pa, tapi mama memberikan nasihat agar cita mau, baru dia mau pa, tapi kapan y pa waktu yang tepat buat dia mulai tinggal di asrama?" ucap sang mama.


"saat sudah mulai les saja ma" ucap papa cita. sambil menatap langit-langit ruang kerjanya.


mama cita pun setuju dengan usul sang papa, kemudian mereka mengakhiri pembicaraannya. lalu sang mama beranjak menuju kamar cita, dilihatnya sang Putri tersayang sedang fokus dengan buku-buku yang di mejanya. sang mama tersenyum


" kakak jangan sampe larut malam belajarnya ya". ucap sang mama dengan senyum yang tertoreh di bibirnya.


" iya ma, sebentar lagi cita tidur ma, " jawab cita,


tak lama cita bersiap tidur, mematikan lampu belajar, kemudian menyalakan lampu tidurnya.


pagi itu cita terbangun tepat pukul 5 pagi, cita mulai melakukan aktivitas seperti biasa.


tibalah waktunya sarapan cita keluar dari kamar dengan menenteng tas ranselnya, mama dan adeknya sudah berada di meja makan lebih dulu.


sesampainya cita di sekolah dia bertemu sahabatnya di pintu gerbang, mereka pun berjalan bersama. kemudian pelajaran pun berlangsung hingga waktu hampir menunjukan jam istirahat, pelajaran pun selesai, sambil menunggu bel berbunyi murid di kelas cita menyimpan barang-barangnya di loker.


tettttt tetttt


bel pun berbunyi para murid berhamburan keluar kelas. cita berjalan menuju kantin bersama nasya.


" sya besok aku akan tinggal diasrama". ucap cita, sambil menundukan kepala.


nasya yang kaget langsung berhenti dan menoleh ke arah cita, "loh kenapa tinggal di asrama ta? ", tanya nasya.


"mamaku yang suruh sya, mama gak mau aku capek bolak balik dari rumah, mana besok sudah mulai les minggu depan pulangnya sore terus, mau nggak mau aku nurut mamaku dan papku pasti setuju sama saran mamaku", ucap cita sambil menoleh ke nasya.


"ooh gtu, ya udah gak papa ta", ucap nasya,


mereka pun berjalan, sesampainya dikantun mereka memesan minuman. mereka malas untuk makan karna tidak lapar. mereka asyik bercanda tertawa bersama sambil menikmati minumannya.


🌿🌿🌿

__ADS_1


pras yang menjadi murid SMA baru menjadi sorotan kakak kelas terutama para cewek. banyak kakak kelas yang menggodanya, tak jarang yang meminta kenalan, minta nomer hp, bahkan ada yang menembaknya. namun pras tetap tidak menanggapinya karna dia hanya ingin kan cita untuk ia jadikan kekasih, tidak untuk gadis lain.


"pras lo nanti pulang sekolah mau ikut kita gak? " tanya rio, yang berjalan menghampiri pras bersama dion.


pras beranjak dari duduknya, " kayaknya gue gak bisa ikut kalian, ada urusan lain", balas pras.


mereka pun pergi ke kantin bersama, menikmati makanan sambil bercanda. tiba-tiba Rio tanya sama pras,


"gimana pras udah tembak gadis manis iyu belum? " ucap Rio dengan nada meledek.


uhukk


uhukk


pras yang sedang minum tersedak mendengar pertanyaan rio,


" mana ada aku nembak dia, gue masih nunggu waktu yang tepat, butuh proses lah baru aja dekat ", balas pras, sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


dion yang hanya menyimak pembicaraan mereka hanya ketawa lepas.


karna dion paham temannya yang satu itu tak pernah nunggu lama-lama, biasanya baru putus belum ada 1 minggu sudah punya pacar yang baru.


ditempat lain, cita sedang mengerjakan tugas berkelompok di dalam kelas, mereka berlima cita, lilis, Dimas, aan dan sandi. cita yang sedang serius mengerjakan tugas kelompok, tak sadar bahwa Dimas diam-diam sedang mengamati dirinya.


memang cantikanya cita tak dielakkan, khas kecantikan gadis Jawa yang kalem, teduh, dan lembut. Dimas menyukai cita sejak dia kelas 8 namun dia hanya diam dan memperhatikan cita dari jauh. dia tak menyangka sekarang bisa berada dekat dengan cita, dapat menatap lekat wajah cita.


tiba-tiba suara membuyarkan fokus Dimas,


lilis yang menyerahkan buku didepan Dimas.


"dim, ini aku udah selesaiin bagian ini, yang bagian selanjutnya kamu yang selesaiin y" ucap lilis, sambil menunjukkan nomer yang akan di kerjaan Dimas.


"eh iya lis akan aku kerjakan" ucap Dimas, sambil menarik buku pemberian lilis.


tugas mereka selesai tepat bel pulang berbunyi. kemudian mereka membereskan peralatan tulis, dan bergegas pulang.

__ADS_1


saat cita sedang menunggu angkutan di depan sekolah hampir 1 jam, tiba-tiba ada pengendara motor berhenti di depannya. cita yang tidak tau kalo itu pras hanya menatap bingung karna pras menggunakan helm fullface jadi tidak kelihatan mukanya.


pras melepas helmnya.


" cita nunggu siapa? " tanya pras,


"nunggu angkutan umum kak" jawab cita dengan suara lembut, ia malu tiba- tiba bertemu dengan pras,


" cita bareng aja yuk pulangnya, kayaknya angkutannya masih lama deh soalnya tadi aku liat disana macet ada kecelakaan", ucap pras. pras berharap ini kesempatan dia agar lebih dekat dengan cita.


akhirnya cita pun mau pulang bareng pras, sampainya di depan rumah cita, palras langsung pamit pulang sama cita.


tibalah hari dimana cita pindah di asrama, cita hanya diantar oleh sang mama karna papanya belum pulang dari luar kota mengurus pekerjaan.


"sayang jaga diri baik-baik ya disini, ingat pesan mama y, jangan sedih mama akan sering berkunjung ke sini, dan kmu bisa pulang kerumah kapan saja" ucap mama cita, sambil memeluk cita, dan mencium Puncak kepala cita.


cita hanya menimpali ucapan mamanya dengan anggukkan kepala, tak terasa air matanya sudah mengalir karna bagaimana pun ini pertama kalinya cita jauh dari mamanya.


setelah mamanya pulang, cita diantar petugas pengurus asrama ke kamarnya, dalam 1 kamar untuk 4 orang. cita pun berkenalan dengan teman baru yaitu meli, ana, april. kemudian cita membereskan barang-barangnya.


teman baru cita merupakan sosok yang periang, dan penyayang. ia beruntung mendapatkan teman yang seperti itu, karna tak jarang dalam asrama murid bertengkar dengan teman sekamarnya karna ketidak cocokan.


"cita kamu dari kelas apa? " tanya april, yang sedang duduk bersama ana dan meli.


"kelas B", jawab cita singkat. sambil mendudukan diri dikursi belajar.


"ohhh, selamat bergabung cita" ucap meli dan ana bersamaan dengan suara riang mereka,


cita hanya tersenyum senang.


tiba-tiba saat cita sedang bercanda bersama teman 1 kamarnya, hpnya berdering ada panggilan masuk tertera nama kak pras pada layar hpnya.


cita pun mengangkat panggilan tersebut dan berjalan menjauh dari temannya,


"halo kak" ucap cita, dengan perasaan deg-degan.

__ADS_1


__ADS_2