
Sejak obrolan singkat dengan Rey waktu itu, key mulai sedikit mengurangi tingkah abstrak nya hehe
Key disibukan dengan kegiatan yang memang harus diselesaikan. seperti jaga pagi, siang ataupun malam. sebagai dokter residen hal ini termasuk wajar, karena tidak semua bisa diraih dengan cara instan. Bahkan harus ada proses yang berdarah-darah dulu baru bisa menikmati hasilnya.
Tidak sedikit waktu istirahat Key yang harus direlakan demi untuk lulus tepat waktu. begitu juga dengan Rey melakukan hal yang sama.
Bahkan key harus merelakan hanya tidur 1 jam saat jaga malam jika sedang banyak pasien
" dret... dret... " handphone key bergetar menandakan ada notifikasi dari temannya
" key .... siap-siap kita bakalan ada serangan fajar" isi dari pesan WA tersebut
" ok"
Entah sudah berapa lama malam ini key dan yang lain menjalani jaga malam, seakan keadaan sedang tidak berpihak pada mereka. pasien dari malam sampai subuh tidak pernah sepi. petugas yang berada di IGD sudah mulai kelelahan ditambah akan ada pasien yang datang.
__ADS_1
" dokter tolong anak saya dokter, tolong selamatkan anak dan cucu saya" pinta seorang ibu yang sudah sepuh sambil menangis dan memegang lengan Key
" akan saya usahakan Bu, ibu berdoa saja semoga diberikan yang terbaik yah" Key sudah sedikit oleng kepalanya juga sudah berdenyut pusing
Semua petugas medis yang ada di ruangan itu saling membantu mulai dari dokter, perawat,bidan dan petugas lainnya.
" pasang oksigen, cek monitor"
" cek BJA"
Pasien ini rujukan dari puskesmas X, sebelumnya pernah kejang sebelum dibawa k puskesmas dan kondisinya sudah melemah.
Serasa ditampar dan dipaksa sadar Key saat mendengar dokter seniornya mengumumkan jam kematian pasien tadi. karena hal ini bukan pertama kalinya yg dialami oleh Key. Di RS yg sebelumnya juga Key mengalami keadaan yg serupa dan masih teringat dengan jelas di otaknya.
Dokter Rita menyampaikan kepada keluarga pasien, seketika pagi ini diruang IGD ramai dengan suara tangis dari keluarga pasien. pasien tersebut usianya masih sangat muda dan anak yg dikandung nya merupakan cucu pertama bagi kedua keluarga. tetapi takdir dan kuasa Tuhan tidak mengenal usia muda atau tua.
__ADS_1
Keluarga pasien mengurus keperluan untuk pasien dan administrasi untuk pasien dipindahkan ke ruang jenazah. suami pasien menyesal karena tidak memberikan yang terbaik selama masa kehamilan istrinya. nasi sudah menjadi bubur, memang penyesalan selalu datang terakhir.
Hari sudah berganti, Key masih harus jaga pagi. rasanya badan sudah remuk redam dan mata sudah panas, tapi masih harus jaga.
" damm 🤯, ini ga ada istirahat nya apa yah udah 24 Jam gue jaga"
Key mulai grasak grusuk, untung nya untuk hari ini pasien tidak sebanyak semalam. dia jadi sedikit istirahat, tapi tetap saja harus menyelesaikan audit pasien semalam dan prestasi nanti siang.
Diruang yang lain
" mbulll tolongin gue, perut gue sakit banget eh" Rey memegang perutnya menahan nyeri
" Lo kenapa Rey, perut Lo kenapa ? ga biasanya Lo kayak gini ? nyeri haid Lo ?"
" gila Lo mbul, pertanyaan ga bisa satu-satu apa ? panjang banget tu pertanyaan udah kayak kereta"
__ADS_1
" iya dismenorea,ga biasanya gue kayak gini mbulll sakit banget"
mianhe 🙏