
Setelah sekian lama membujuk gadis tomboy yang bernama Nur Adibah Hilya, akhirnya dia pun mau masuk ke pesantren yang sudah ditentukan oleh kedua orang tua nya. Dan hari ini lah, gadis tomboy itu menginjakkan kakinya di pondok pesantren Al-Hidayatul Qur'an.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat pagi semua nya, perkenalkan nama saya Indriani Sasmita, bagaimana kabar kalian semua? semoga kabar kalian semua pada baik baik saja, dan selalu dalam lindungan Allah Swt.." sapa kakak tingkat di pondok pesantren.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdullilah baik kak, aamiin" ucap seluruh santri baru.
"Baiklah, saya disini akan mengajak kalian untuk keliling pesantren terlebih dahulu, sebelum kalian perkenalkan diri kalian, hal fahimtum?"
"Na’am, fahimna" semua santri baru pun mulai berkeliling pesantren untuk melihat lihat, dan juga agar mereka kenal dimana saja letak perpustakaan, asrama cowok dan cewek, dan lain lain.
Saat sedang berkeliling tiba tiba saja gadis tomboy yang bernama Nur Adibah Hilya, keluar dari rombongan. Sebab dia ingin membuang air kecil dan ingin mencari toilet.
Karena Adibah sudah tidak tahan lagi, pada saat ia sudah melihat toilet. Dia malah asal masuk toilet, sebenarnya toilet perempuan ada di sebelah kanan Adibah dan di sebalah kirinya itu adalah toilet laki laki.
Dan jarak antara toilet laki laki dan posisi Adibah jarak nya tidak jauh, sedangkan toilet perempuan jarak nya dengan posisi Adibah lumayan jauh. Jadi dia memilih toilet yang jarak nya tidak jauh dari posisi dia berdiri, karena dia sudh tidak bisa menahannya lagi.
Pada saat ia masuk kedalam toilet itu, semua laki laki yang berada di toilet laki laki itu pun, pada berteriak, sebab mereka semua terkejut saat Adibah masuk kedalam toilet laki laki.
"Astaghfirullahaladzim, kenapa kamu masuk ke kamar mandi laki laki" ucap kesal salah seorang santri wan. Tiba tiba saja datang seorang laki laki tampan dari arah pintu toilet.
"Astaghfirullah, kamu siapa dan kenapa bisa kamu yang seorang perempuan berada di dalam toilet laki laki" ucap seorang laki laki yang berada di depan pintu toilet. Sebab laki laki itu, langsung menghampiri toilet itu pada saat ada suara teriakan.
"Hey, sini kamu. Kenapa bisa kamu berada di toilet laki laki, sedangkan toilet perempuan kan berada di sebelah kanan sana" ucap laki laki itu. Adibah pun dengan santai nya berjalan menuju laki laki itu.
"Sorry, tadi saya sangat kebelet buang air kecil. Jadi saya pun mencari toilet yang jarak nya deket sama posisi saya aja" ucap Adibah dengan gaya santai dan tomboy nya.
"Lain kali kalau mau ke toilet itu liat liat dulu. jangan asal terobos aja ngerti" ucap laki laki itu. Tanpa menanggapi ucapan laki laki itu, Adibah pun keluar dan pergi begitu saja dari toilet itu.
Saat Adibah kaluar dari toilet itu, banyak orang di depan toilet yang sedang berkerumunan. Mereka semua melihat ada masalah apa, dan betapa terkejut mereka semua. Pada saat Adibah keluar dari toilet itu. Tapi berbeda dengan reaksi Adibah, dia biasa saja sepetri tidak ada masalah, dan menerobos kerumunan itu. Kemudian dia mencari rombongan para santri baru.
Kini Adibah sudah masuk lagi ke dalam rombongan para santri baru yang sedang berkeliling.
"Dari mana aja, aku tadi nyari kamu Dibah" tanya sepupu Adibah yang juga masuk ke pesantren.
"Habis dari toilet tadi, ke belet buang air kecil soalnya tadi" ucap Adibah dengan santai nya. Adibah juga tidak menceritakan sedikit pun masalah yang ada di toilet tadi.
"Huft, aku kira kamu ilang Dibah. Kamu nggk buat rusuh kan Dibah pas di toilet atau ngejahilin orang? Kita itu anak baru di pesantren ini" sepupu Adibah pun merasa lega saat Adibah sudah berada di dekat nya lagi dan dia juga bertanya apa dia berbuat kajahilan. Dia takut kalau Adibah ilang dari barisan dan akan membuat ke kacauan di pesantren.
*
*
*
__ADS_1
Tidak terasa mereka sudah hampir setengah jam berkeliling pondok pesantren. Dan para santri baru pun kembali lagi ketempat semula. Saat semuanya sudah pada kembali ke tempat nya masing masing, baik santriwan maupun santriwati. ( Btw ini tempatnya terpisah ya baik santriwati maupun santriwan ).
Disaat semunya sedang istirahat, tiba tiba saja ada yang memanggil nama Adibah, dari arah ruangan para ustad dan ustadzah.
"Panggilan untuk Nur Adibah Hilya, segera ke sumber suara sekarang" Adibah yang di panggil merasa heran, dia berfikir apa dia ada salah.
"Dibah, kamu dipanggil tuh. Kamu buat masalah kah?" tanya sepupu Adibah yang bernama Azizah Safitri. Adibah pun juga merasa bingung sebenarnya.
"Perasaan aku tidak membuat masalah deh Zah, aku kan tadi cuman dari toilet doang. Nggak ada aku buat masalah sama sekali" jelas Adibah.
"Ya udah sana gih" Azizah pun menyuruh Adibah untuk menuju sumber suara. Adibah pun pamit ke Azizah.
Meskipun merasa tak berbuat salah, Adibah pun tetap pergi menuju sumber suara. Dengan santai dan gaya tomboy nya, dia berjalan tanpa ada rasa takut sama sekali.
"Assalamu'alaikum, tadi siapa yang memanggil saya?" tanya Adibah sambil menatap orang satu satu yang berada di hadapan dia, dengan cara yang sangat sopan.
"Saya yang memanggil kamu" ucap laki laki yang keluar dari arah belakang Adibah, dengan menggunakan jubah berwarna putih. Adibah hanya menganggukkan kepalanya saja.
Adibah awalnya sedikit terkejut saat ia melihat laki laki yang mengaku memanggil dia. Adibah pun kembali membenarkan wajah keterkejutan nya menjadi relax kembali.
"Kenapa anda memanggil saya, tuan?" kata Adibah dengan sedikit jengkel. Laki laki itu hanya tersenyum ke arah Adibah dan menagguk.
"Kamu tau apa kesalahan kamu apa?, dan kenapa kamu dipanggil?" tanya laki laki itu. Adibah hanya menaikan bahunya saja dan kembali cuek, yang pertanda dia tidak tahu.
"Apakah kamu tidak ingat dengan masalah di toilet tadi?" kata laki laki itu yang jaraknya sekitar 3 meter dari posisi Asibah berdiri. Sedari tadi mereka berbicara, ternyata terdengar oleh para semua santri, baik santri baru maupun santri lama.
Sehingga banyak para santri yang datang dan berkumpul melihat ke arah mereka berdua yang sedang berdebat. Ada yang berbisik bisik membicarakan santri baru yang berani dengan ustadz muda yang dikenal dingin tapi sangat manis.
"Itu santri baru kan? kok dia berani banget ya sama Ustadz Zaki" kata salah seorang santri yang berbisik ke teman nya.
"iya ya, dia kan baru. Kok berani banget dan udah buat masalah ada, belum juga sampe sehari" kata temannya yang satu nya.
"Kamu ayo ikut saya ke ruangan saya" kata laki laki itu yang ternyata seorang Ustadz yang banyak di kagumi oleh para santriwati.
Tanpa menjawab lagi, Adibah pun mengekor Ustadz Zaki ke ruangan nya.
"Duduk kamu" suruh Ustadz Zaki.
"Mau ngomong apa?" tanya Adibah dengan santai nya. Ustadz Zaki merasa heran sama sikap Adibah, sebab Adibah adalah seorang anak perempuan yang baru pertama kali ia temui yang mempunyai sikap dan kelakuan seperti laki laki tapi menggunakan hijab.
"Kamu tau tidak kenapa kamu saya panggil kesini?" tanya Ustadz Zaki ke Adibah. Adibah hanya kenaikan bahunya sana dan cueknya.
"Kamu tidak ingat kah kesalahan kamu tadi pas di toilet laki laki?" tanya Ustad Zaki lagi ke Adibah. Adibah pun baru ingat kesalahannya dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Gimana apakah kamu ingat kesalahan kamu dan kenapa kamu di panggil kesini oleh saya?" ucap Ustadz Zaki ke Adibah. Adibah hanya berdehem pertanda iya tau.
Sebelum Adibah diberikan hukuman oleh Ustadz Zaki. Ustadz Zaki pun bertanya nama Adibah terlebih dahulu.
"Siapa nama kamu?" tanya Ustadz Zaki ke Adibah.
"Nur Adibah Hilya, biasa dipanggil Dibah atau Hilya" Adibah menjawab pertanyaan Ustadz Zaki tentang nama dia. Ustadz Zaki tersenyum saat mendengar nama Adibah.
"Nama yang bagus, tapi sayang beda dari kelakuannya" ujar Ustadz Zaki tentang pendapat nama Adibah. Adibah merasa tersinggung dengan ucapan Ustadz Zaki.
"Perkenalkan nama saya Zaki Abdulrahman. Saya disini mengajar untuk santriwan kelas 10, dan umur saya 20 tahun" Ustadz Zaki pun juga memperkenalkan namanya ke Adibah.
' Nggak ada yang nanya situ ' ucap Adibah dalam hati. Kini Adibah sudah merasa bosan berada di dalam ruangan Ustadz Zaki. Oh iya, yang berada di dalam ruangan Ustadz Zaki itu juga ada santriwan dan santriwati yang menemani mereka berdua di dalam ruangan itu.
"Ya sudah, sekarang ayo ikut saya kebelakang. Saya mau ngasih kamu hukuman atas kesalahan kamu" Ustadz Zaki pun mengajak Adibah ke kebun sayuran dibelakang pesantren.
"Lah kok saya di hukum Ustadz, saya kan tadi juga udah minta maaf. Kenapa saya jadi di hukum" Adibah langsung menolak, dia tidak suka sama sikap Ustadz Zaki.
"Walaupun kamu udah minta maaf, kamu tetap harus manjalankan hukuman yang sudah di tentukan Adibah" tegas Ustadz Zaki. Adibah masih tidak terima, kalau dia harus dihukum.
"Tapi kan saya juga tadi sudah memberikan penjelasannya Ustadz" Adibah masih tetap menolak. Ustadz Zaki pun menyuruh salah satu santriwati yang berada di dalam ruangannya untuk menarik paksa Adibah.
Adibah meronta ronta saat di tari oleh santriwati ke kebun sayuran di belakang pesantren.
"Ok Adibah, kamu pilih ini ya. Mau menyiram seluruh tanaman sayuran ini atau kamu membersihkan dan memberi makan kambing kambing dan ayam itu?" Adibah merasa kesal dengan Ustadz Zaki.
"Ok ok, saya bakalan menyiram semua tanaman sayuran ini, Ustadz" Adibah pasrah saja dengan semuanya, dan Adibah pun membenci Ustadz Zaki.
"Kamu kerjain ini semua dalam waktu 20 menit harus selesai, setelah selesai semua. Kamu langsung saja temui saya musholla, kamu mengerti?" ucap Ustadz Zaki.
Adibah menanggapi ucapan Ustadz Zaki hanya berdehem saja. Kemudian Ustadz Zaki pun berlalu dari hadapan Adibah.
Setelah kepergian Ustadz Zaki, Adibah pun memulai pekerjaannya sambil menggerutu dan mengupat kata kata kasar untuk Ustadz Zaki. Adibah sangat membenci Ustadz Zaki.
"Aaaaaaaa, kenapa sih jadi kaya gini. Ustadz yang sok ke gantengan itu bikin orang emosi aja" Adibah menghentakkan kakinya ke tanah sambil marah marah.
"AKU BENCI USTADZ ZAKIIIIII, AAAAAAAA" teriak Adibah sekuat kuat nya. Adibah mulai detik itu juga mengaggap Ustadz Zaki adalah musuh nya.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara like, rat🌟5, komentar, vote, dan satu lagi biar nggak ketinggalan update untuk bab selanjutnya. Tambahin ke list favorit cerita kalian
Bye bye, sampai ketemu lagi di bab selanjutnya👋
__ADS_1