Kisah Cinta Anak Pesantren

Kisah Cinta Anak Pesantren
Bab 4


__ADS_3

Adibah kini sudah sampai di depan kamar miliknya, Azizah dan juga Meira. Adibah pun mengetuk pintu kamar sambil mengucapkan salam, agar dibuka oleh Azizah atau pun Meira.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum, Zizah, Mei buka pintu nya. Aku udah pulang nih" tidak lama pintu kamar pun dibuka kan oleh Meira.


"Mana sendal mu Dibah, kok kamu nggak pake sendal sih?" tanya Meira. Sebelum menjawab pertanyaan Meira, Adibah masuk terlebih dahulu ke kamar dan membereskan mukenahnya tadi.


"Nggak ketemu, aku udah nyari nyari, entah lah kemana perginya sendal ku itu. Mungkin dia mencari tuannya yang baru" jawab Adibah, tapi dia tidak menceritakan soal Ustadz Zaki yang ingin meminjamkan Adibah sendal miliknya.


"Ya udah besok kita beli lagi, kamu nanti bisa pinjem sendal ku yang satunya lagi" ucap Meira, karena dia membawa 2 sendal. Maka dari itu yang satunya ingin dia pinjam kan ke Adibah.


"Nggak usah Mei, aku masih ada sendal yang satunya kok" Adibah menolak tawaran Meira, sebab dia juga membawa dua buah sendal. Takut takut kejadian seperti ini dan pas banget, belum sampai 1 hari sendal miliknya sudah ilang.


"Bener?" Meira memastikan terlebih dahulu, kalau kalau saja Adibah lupa membawanya dari rumah. Dan Adibah bisa minjam sendal nya, dan mungkin trs sendal milik dia untuk di kaki Adibah, sedikit ke gedean. Tapi dia pikir tidak apa apa.


"Iya benar, sebelum berangkat semua barang barang ku sudah aku cek satu per satu, kalau nggak di cek, takut ada yang ketinggalan" jelas Adibah. Meira hanya mengangguk.


"Ya udah ayo ambil sendal mu, kita makan malam dulu. Udah jam makan malam ini" kata Meira. Adibah hanya menganggukkan kepala dan mengambil sendalnya, sedangkan Azizah dan Meira sudah menunggunya di depan kamar.


Sekarang ketigabya sudah duduk do tempatnya masing masing dan sudah ada juga makanan yang sudah di ambil oleh mereka setelah sampai di depan dapur tempat makan para santri.


Kini semua santri sudah selesai makan malam, dan mereka kambeli ke kamarnya masing masing lagi. Begitu juga dengan Adibah, Azizah, dan Meira yang langsung pergi menuju kamar.


Saat mereka sudah dikamar, ketiganya pun bercerita sambil menunggu Adzan Isya berkumandang, memanggil para umat muslim untuk melaksanakan kewajibannya. Tidak lama kemudian Adzan pun berkumandang.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, Adzan Isya pun sudah berkumandang, merek bertiga langsung bersiap siap untuk pergi menuju musholla dan melaksanakan shalat Isya berjamaah.


"Ayo kita berangkat, udah siap semua kan?" tanya Azizah. Adibah dan Meira menganggukkan kepala, dan ketiganya langsung pergi menuju musholla bersama sama.


Sekarang ketiganya sudah masuk dan mengambil barisan sepeti shalat maghrib tadi, yaitu barisan nomor 2. Saat sudah sampai, Adibah, Azizah, dan Meira pun melaksanakan shalat sunah 2 rakaat.

__ADS_1


Setelah shalat sunah, semua santri pun lanjut ke shalat Isya. Dan Imam nya masih sama seperti awal shalat maghrib yaitu Ustadz Zaki lagi, tapi yang Adzan tadi santriwan bukan Ustadz Zaki.


Kini semua santri sudah selesai semua melaksanakan shalat isya, dan semuanya langsung kembali ke kamar masing masing. Soalnya jam tidur di pesantren kurang lebih jam 21.00 WIB. Mereka dikasih waktu 1 jam untuk belajar.


Saat dalam perjalanan menuju kamar mereka, Adibah tidak sengaja melihat sendalnya di tidak jauh dari kamarnya.


"Ini kan sendal ku, kok bisa ada disini sih? Aneh banget. Mana ada sendal jalan sendiri" Adibah kebingungan saat melihat sendalnya.


"Adibah itu tadi aku temui di deket pot bunga yang ada di sebelah kanan, di pot bunga nomor 2 dari belakang. Soalnya aku tadi nggak sengaja ngeliat, dan pas aku liat di sendalnya ada nama mu" jelas salah satu santriwati yang bernama Najwa.


"Makasih ya, udah nemuin sendal ku Wa, sekali lagi makasih banget" Adibah tidak lupa mengucapkan terimakasih ke Najwa. Najwa hanya tersenyum dan mengangguk, lalu dia pamit untuk balik ke kamarnya lagi. Kebetulan kamar dia dan Adibah bersampingan.


"Tuh kan ketemu, dasar kamu nya ada Dibah yang nggak keliatan. Kalau kamu nyarinya dengan teliti pasti ketemu" kata Meira. Adibah hanya cengengesan saja, dalam hati dia bilang. Gimana mau ketemu, pas dia lagi nyari aja dateng Ustadz sok ganteng.


"Udah ah ayo masuk" Adibah pun mengajak Meira dan Azizah masuk ke dalam kamar. Saat mereka sudah berada di dalam kamar, mereka langsung belajar terlebih dahulu. Karena besok mereka sudah mulai belajar.


Dan sekarang adalah waktunya tidur, karena jam sudah menunjukan pukul 21.00, dan setiap kamar akan di periksa oleh Ustadz untuk bagian laki laki dan Ustadzah untuk bagus perempuan.


*


*


*


Jam sudah menjukan pukul 03.30 WIB, semua santri yang ada di pondok pesantren Al-Hidayatul Qur'an sudah pada bangun dan bersiap siap untuk pergi ke musholla untuk tadarusan bersama.


Begitu juga dengan Adibah, Azizah, dan Meira yang sudah siap siap untuk berangkat ke musholla. Tapi Azizah dan Meira masih menunggu Adibah yang masih belum ngapa ngapain sedari bangun tidur.


"Dibah cepet dikit, ayo keburu Subuh nanti" teriak Azizah yang takut nanti waktunya habis. Adibah masih mencari mukenahnya, dan saat dia akan keluar untuk meminjam mukenah Azizah atau Meira, tiba tiba saja dia melihat mukenah nya yang berada di atas tempat tidur dia sendiri.


"Astaghfirullah, nih mukenah dicariin kemana aja taunya ada disini" Adibah marah marah ke mukenahnya, mungkin kalau orang yang liat Adibah marah marah ke mukenah bakalan disangka orang setres.

__ADS_1


"Adibah, ihh lama banget dah. Cepet dikit napa" kini giliran Meira yang protes ke Adibah yang sedari tadi belum keluar keluar juga dari kamar.


"Iya iya, ini aku udah selesai. Kalian nggak sabaran banget dah" kata Adibah sambil membuka pintu kamar. Muka Azizah dan Meira sudah lecek gara gara nunggu Adibah yang lama banget siap siap.


"Lagian lama benget, ngapain aja sih di kamar. Sampai aku sama Azizah lumutan nunggu kamu siap siap dari tadi" ucap Meira dengan sedikit lebay.


"Lebay banget kamu Mei, mana coba aku liat kalau kamu nunggu aku sampe lumutan. Mana lumutnya, sini aku mau liat" fikir Meira kenapa Adibah yang kesel ya, bukannya dia sama Azizah yang harusnya kesel sama Adibah.


"Udah udah, jangan ada yang ribut lagi. Sekrang ayo kita berangkat ke musholla" Azizah pun melerai perdebatan antar sepupunya dan temennya.


Akhirnya mereka berangkat juga ke musholla, saat di jalan ketiga orang itu tidak sengaja bertemu dengan Ustadz Zaki yang sama ingin pergi menuju musholla.


"Assalamu'alaikum, Ustadz" sapa Meira dan Azizah. Ustadz Zaki pun membalas salam dari Meira dan Azizah, sedangkan Adibah hanya diam dan tidak ada sama sekali memberi salam atau sapaan untuk Ustadz Zaki.


"Saya duluan ya, Assalamu'alaikum" Ustadz Zaki pun pamit untuk pergi ke musholla terlebih dahulu. Azizah dan Meira mengangguk dan membalas salam Ustadz Zaki.


"Wa'alaikumsalam, silahkan Ustadz" kata Azizah dan Meira, tapi tidak dengan Adibah. Dia hanya dia sedari ada Ustadz Zaki. Sepupu dan temannya juga heran dengan sikap Adibah yang hanya diam saat ada Ustadz Zaki tadi.


"Kamu kenapa sih Dibah?" tanya Azizah dan Meira bersamaan. Adibah hanya tersenyum dan menggeleng membalas pertanyaan dari teman dan sepupunya.


"Ya udah, ayo lebih cepet dikit ke musholla nya" Adibah mengalihkan pembicaraan, supaya Meira dan Azizah bertanya tanya.


Mereka pun sampai juga di musholla dan langsung melaksanakan shalat Tahajjud dan Wirid bersama para santri pondok pesantren Al-Hidaytul Qur'an. Jam menunjukan pukul 04.30 WIB mereka melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Setelah shalat subuh semua santri melakukan Tadarus Qur'an.


Semua santri selesai Tadarusan Qur'an kira kira jam 05.30, dan setelah selesai Tadarusan, mereka kembali ke kamar merek masing masing, lalu mandi dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara like, rat🌟5, komentar, vote, dan satu lagi biar nggak ketinggalan update untuk bab selanjutnya. Tambahin ke list favorit cerita kalian.


Bye bye sampai ketemu di Bab selanjutnya👋

__ADS_1


__ADS_2