Kisah Cinta Sejati

Kisah Cinta Sejati
BAB 73


__ADS_3

Septa diam dan duduk di sofa yang ada di kamar nya dia berfikir kenapa Ranti bisa secepat itu berubah menjadi sosok yang dingin


" Ra ada apa sama kamu ? Kok kamu bisa kaya gini dulu kamu itu ceria hangat dan mudah untuk senyum sekarang kamu senyum aja jarang Ucap septa sambil menyisir rambut nya dengan tangan nya frustasi


" Atau jangan jangan Ranti emang punya pacar baru lagi , nggak gak mungkin dia kan udah punya aku eh maksud nya dia kan fokus dulu ke perusahaan nya aku harus tanya nih ke dia nanti pas kita ketemu Ucap Septa


****


Ranti pulang lebih awal dan langsung pergi ke kamar nya dan mengganti pakaian nya dengan baju hangat karena sedang musim dingin membuat Ranti tidak semangat untuk bekerja


* Aku harus kaya gini sekarang hidup menjadi sosok yang dingin dan gak periang lagi seperti dulu Gumam Ranti dalam hati dan entah datang dari mana lagi air mata Ranti langsung terjatuh dia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit langit atap kamar nya


* Aku sungguh ingin kembali ke kehidupan ku yang dulu , tapi apa daya ku jika aku sudah di percaya ayah untuk menyelesaikan masalah ini Ucap Ranti


Ranti pun tertidur dengan wajah yang masih ada air mata nya sungguh untuk kali ini biarkan dia tidur nyenyak dan tanpa memikirkan beban apapun


Septa masih mencintai Ranti sepenuh hati nya meski dia sudah berusaha melupakan gadis itu septa tetap saja menyimpan Ranti di hatinya sekarang tidak ada lagi rasa untuk wanita lain kecuali untuk Ranti seorang , dan saat ini septa tengah bingung apakah Ranti masih mencintai nya atau kah malah sebaliknya ?


****


Rafi menelfon Devi dan telpon nya pun di angkat


' iya hallo fi gimana kabar kamu Ucap Devi


' iya Devi aku baik gimana juga kabar kamu maaf ya aku belum bisa pulang Ucap Rafi


' iya gak apa-apa kok lagian kan aku juga mau kakak kamu itu balikan sama kak Ranti Ucap Devi


' iya kamu benar aku juga mau nya gitu tapi kayaknya perasaan Ranti udah berubah terhadap kak septa karena pas aku lihat Ranti kayak nya gak mau ketemu lagi sama kak septa Ucap Rafi


' eh udah dulu ya fi aku di panggil ibu Ucap Devi


' oh ya udah salam ya untuk ibu Ucap Rafi


' iya dah


Rafi pun menutup telfonnya dan pergi menemui septa di kamar nya


' kak gimana hubungan Lo


" Rafi ngagetin aja , hmm gue belum bisa taklukan hati Ranti lagi


' iya terus mau gimana lagi kak pokoknya gue mau Lo harus balikan lagi sama Ranti jadi Lo harus berjuang terus demi cinta Ucap Rafi


" Iya fi gue akan terus berusaha untuk cinta gue ke Ara thanks ya gue harus pergi dulu Ucap Septa sambil setengah berlari menuju ke luar


Septa pergi menuju rumah Ranti dan mengetuk pintu nya


' eh den septa silahkan masuk Ucap Inah pembantu rumah itu


" Ranti ada Bi ?


' ada , ayo masuk dulu den Ucap Inah


Septa pun masuk ke dalam rumah Ranti dan duduk di ruang tamu


Tok...Tok...Tok...


' permisi non ada tamu di depan Ucap Inah


Ranti pun membuka pintu nya


* Siapa bi saya masih ngantuk mau tidur lagi Ucap Ranti

__ADS_1


' eh itu non ada den septa di depan katanya mau ketemu non Ara Ucap Inah


* Ngapain septa datang ini kan baru untuk pertama kalinya lagi aku tidur siang ganggu aja deh Gumam Ranti dalam hati


* Ya sudah bi suruh dia tunggu dulu aku mau ke kamar mandi cuci muka dulu Ucap Ranti


' baik non


Tari terkejut ketika melihat septa datang ke rumah nya


' eh septa lagi mau ketemu Ara ya Ucap tari


" Iya kak dia nya ada kan Ucap septa


' eh permisi nyonya ini minum untuk den septa Ucap Inah


' iya makasih bi , Ranti nya panggilin gih bilang ada septa


' udah nyonya katanya dia mau cuci muka dulu habis bangun tidur


' oh ya sudah makasih bi


' iya sama sama nyonya


' septa kakak tinggal dulu ya tuh Ranti nya ada Ucap tari yang langsung pergi meninggalkan septa dan Ranti berdua di ruang tamu untuk mengobrol


* Ada apa kamu mau omongin soal Arya ?


" Bukan !


* Terus ?


Septa berdiri dan memegang kedua tangan Ranti dan Ranti pun ikut berdiri


* Masih ?


" Masih punya perasaan sama kamu Ra


Ranti terdiam jujur dia tidak bisa secepat ini jika harus menerima septa kembali dia masih ada urusan yang harus di selesaikan


* umm maaf septa aku masih belum bisa terima kamu lagi ! Ucap Ranti


Kata kata Ranti sontak membuat septa merasa sakit hati entah untuk ke berapa kali nya kenapa septa selalu saja mempertahankan cinta nya kepada Ranti ?


" Kenapa ? Ra


* Itu karena , karena aku masih mau sendiri dulu


" Ok maaf aku terlalu terburu buru kaya gini dan kamu gak usah khawatir aku bisa kok Nerima ini dan aku juga gak bisa paksa kamu Ucap Septa tersenyum getir


* Maaf ya septa aku gak bermaksud untuk mempermainkan kamu seperti ini !


" Iya gak apa apa kalau gitu aku pamit ya Ucap septa yang langsung pergi meninggalkan Ranti


* Maaf septa aku masih belum bisa terima kamu untuk saat ini Gumam Ranti dalam hati dia pun langsung berlari kecil menuju kamar nya dan langsung mengunci kamar nya


Ranti hanya menangis dan menikmati hujan yang entah sejak kapan turun Ranti pun keluar lewat jendela kamar nya dan mulai bermain hujan hujanan


* Maafin aku septa Gumam Ranti


Di luar septa juga sedang menikmati hujan yang saat ini sangat mewakili perasaan nya


" Ran aku akan tunggu kamu sampai kapan pun , walaupun kamu udah gak cinta sama aku lagi , tapi aku yakin kamu masih ada sedikit aja perasaan sama aku Ucap Septa

__ADS_1


*


*


*


Di luar yang sangat jauh tempat nya seseorang tengah memperhatikan septa


' hallo bos kayak nya cowok itu adalah kelemahan anak perempuan dari Diky itu bos Ujar pria itu


' iya kau awasi terus mereka jangan sampai lolos dan buat Ranti keluar dengan cara menembak pria itu Ujar yang sedang menelfon itu


' baiklah akan aku lakukan


Ranti terdiam di kamar sambil mengecek Cctv yang ada di luar dalam pantauan nya ada seorang pria yang memakai baju hitam hitam mencondongkan pistolnya ke arah septa , Ranti langsung pergi berlari ke arah mobil septa


* Septa awas !


" Ada apa Ra


Seketika Ranti langsung membawa tubuh septa dan mereka berdua menabrak pohon dan


DOR


Suara tembakan itu mengenai mobil belakang septa yang untung saja mobil nya tidak meledak , pelaku nya langsung kabur dan kini tangan Ranti yang tergores karena menahan kepalanya agar tidak mengenai pohon


" Ra kamu gak apa apa ?


' gak , aku gak apa apa ! Kamu ada yang sakit gak biar aku obati , ayo ke rumah aku dulu bentar Ucap Ranti sambil berdiri dan septa menghentikan nya


" Kamu yang terluka kok aku yang di khawatirkan sih udah kamu duduk dulu di sini aku bawa kok kotak P3K Ucap Septa


" Sini mana yang ke gores ? Ucap septa


* Ini tangan aku , tapi gak apa apa kok septa Ucap Ranti


" Ra gak usah so kuat deh ini pasti sakit Ucap Septa sambil mengobati luka nya


* Kamu harus hati hati mulai sekarang tadi aja pas aku gak sengaja liat Cctv kamu lagi di pantau orang yang akan nembak kamu tadi Ucap Ranti


" Iya dan lain kali juga kamu gak boleh gegabah kaya gini Ra , jadi sekarang kamu yang terluka Ucap Septa


* Ya udah aku mau pulang dingin soal nya ini juga udah sore , ingat besok kita pergi ke London dan kamu tunggu aja di sini Ucap Ranti yang kembali dingin


" Aku mau nanya ke kamu Ra ! Ucap septa


* Besok aja deh ya nanya nya aku kedinginan Ucap Ranti sambil meninggalkan septa di jalan itu


Hari keberangkatan ke London pun tiba Ranti yang hanya memakai jas kerja wanita berwarna abu abu , sepatu hak tinggi dan rambut terurai membuat gadis itu terlihat semakin cantik saja


" Ra Ucap septa sambil melambaikan tangan nya


* Kamu udah bilang kan sama nenek kalau kita mau ke London ?


" Udah aku udah bilang ke nenek kok yu kita pergi sekarang ! Ucap septa


Mereka pun pergi menuju bandara memakai mobil milik septa yang baru karena jika memakai mobil yang kemarin kena tembakan takutnya akan meledak jika di gunakan


Vote


Like dan


Favoritkan seikhlas nya 🤗

__ADS_1


__ADS_2