Kisah Cinta Sejati

Kisah Cinta Sejati
BAB 89


__ADS_3

Setelah menyanyikan lagu itu Ranti pun turun ke bawah dan di beri tepuk tangan oleh semua tamu undangan


' Ranti makasih ya udah buat ramai pesta aku ! Ucap Yola memeluk Ranti singkat


* Iya sama sama kalau gitu aku pamit pulang ya ini udah malam juga ! Aku takut kakek nanti nya marah lagi ! Ucap Ranti tertawa kecil


' oh iya kalau gitu makasih ya Ucap Yola


Ranti mengangguk dan kemudian dia pun pulang keadaan di luar tengah hujan deras , Fika dan aji memutuskan untuk menunggu hujan nya sampai reda namun Ranti tetap ingin pulang karena takut Hamid khawatir lagi , septa yang melihat Ranti tengah kesusahan saat ingin menyalakan mobil nya langsung menghampiri Ranti


" Mana kotak alat mesin nya biar aku bantu ! Ucap septa yang melihat Ranti tengah membenarkan mesin mobil nya yang sama sekali tidak di mengerti oleh Ranti


* Gak usah aku benerin sendiri aja ! Ucap Ranti


" Udah aku bantu kamu aja lagian ini juga udah malam ! Nanti kamu malah lama di jalan ! Ucap septa , Ranti hanya pasrah saja dan memberikan kotak alat mesin nya kepada septa , Ranti yang melihat septa mulai kehujanan langsung berdiri di belakang nya dan memayunginya , septa yang merasa air tidak mengenai kepala nya lagi langsung melihat ke atas dan kemudian melihat ke arah Ranti , pria itu tersenyum


* Terima kasih ! Ucap septa tersenyum , Ranti hanya terdiam dan menunduk ke bawah


" Ini kayak nya mesin nya yang rusak kamu harus bawa mobil kamu ke bengkel ! Ucap septa


* Ya udah makasih udah kasih tau aku ! Ucap Ranti


" Kamu mau pulang naik apa ? Ucap septa


* Aku nunggu Fika sama aji ! Ucap Ranti yang tidak menatap septa saat bicara


" Ayo aku antar kamu pulang ! Ucap septa


* Nggak usah aku nungguin mereka aja !


" Kamu mau nunggu mereka sampai kapan ? Tadi aku liat mereka lagi makan ! Ucap septa


Ranti pun membuka ponsel nya dan menelpon satpam di rumah nya


* Hallo mang , bisa jemput saya di jalan xx mobil saya mogok mang ! Ucap Ranti


' maaf non saya kan pulang kampung apa nona lupa ?


* Oh iya saya lupa maaf ya mang kalau gitu saya tutup ya !


' iya non


Ranti pun mematikan telpon nya dan dia pun lebih baik naik ojek dari pada harus pulang bareng dengan septa


" Ra aku akan ikutin kamu , aku gak mau kamu kenapa kenapa ! Ucap septa


Septa langsung mengikuti Ranti dari belakang


* Itu kayaknya mobil septa deh rumah kita kan gak searah ngapain juga dia ikutin aku ! Tapi mungkin emang dia mau pergi lagi kali Gumam Ranti dalam hati

__ADS_1


Tukang ojek itu tidak berhenti saat Ranti suruh berbelok , tukang ojek itu malah membawa Ranti ke tempat sepi dan menurunkannya di gua


' ayo cepat ikut ! Ucap ojek itu


* Anda ini jangan macam macam ya atau saya tidak akan memaafkan anda ! Ucap Ranti


' hhh jaman sekarang itu maaf tidak penting ayo ikut saya ! Ucap ojek itu berteriak dan membawa Ranti ke gua yang sangat gelap dan kosong tanpa basa basi Ranti langsung menendang ojek itu dan dia pun berlari dengan jauh namun ojek itu tidak henti hentinya menganggu Ranti , septa datang dan langsung menghajar ojek itu dan tanpa di duga ojek itu membawa enam orang teman teman nya dan menyeret Ranti beserta septa ke gua itu dan menimbunnya dengan bebatuan besar sehingga Ranti dan septa tidak bisa keluar


* Hei keluarkan kita dari sini ! Ucap Ranti berteriak dia melihat septa tengah terbaring lemas di bawah mungkin karena mereka melemparnya dengan kasar tadi


* Septa kamu gak apa apa kan ! Ucap Ranti khawatir


" Dingin Ra aku kedinginan ! Ucap septa


* Iya iya aku tau kamu sabar dulu ya , sini tangan kamu Ucap Ranti memegang tangan septa dengan erat


* Ini emang gak akan hilangin rasa dingin nya tapi ini juga bisa sedikit demi sedikit buat kamu lebih merasa hangat ! Ucap Ranti


" Makasih ya Ra ! Ucap septa tersenyum


* Iya sama sama , bentar aku tinggal dulu ke situ ya ! Ucap Ranti


Ranti pun mengumpulkan kayu kayu dan untung saja dia membawa korek api dan membakarnya


* Sini ayo kamu harus lebih dekat dengan api agar tidak terlalu dingin ! Ucap Ranti dengan membopong tubuh septa


* Kamu diam dulu di sini aku mau tendang batu batu nya ! Ucap Ranti


" Nggak Ra itu bahaya ! Ucap septa mencegah Ranti


* Tapi kalau aku gak lakuin itu kita gak akan bisa keluar dari sini !


" Iya tapi itu juga bahaya Ra Ucap septa memegang tangan Ranti lebih erat


* Iya aku gak akan pergi , aku akan coba telpon kakek semoga masih ada sinyal !


Ranti pun menelpon Hamid dan untung saja masih bisa tersambung


* Kakek tolongin aku , aku dan septa terjebak di gua yang aku bahkan gak tau kakek lacak balik handphone aku ya plis' kakek aku takut !


' iya nak kakek akan lacak telpon kamu ! Ucap Hamid


Setelah itu Ranti menutup telpon nya


* Septa kamu sabar dulu ya kakek Hamid lagi cari kita Ucap Ranti


" Iya Ra


Ranti merasa septa semakin dingin sementara kening nya sangat panas

__ADS_1


* Septa kamu Demam ! Ucap Ranti khawatir


" Gak apa apa kok Ra ini demam kecil ! Ucap septa


* Gak ini demam nya panas banget ! Ucap Ranti memeluk septa dengan erat dia merasakan septa menangis namun tanpa suara dia bisa merasakan nya karena tetesan air mata terjatuh tepat di atas puncak kepalanya.


* Kamu harus bertahan ya demi aku ! Ucap Ranti


" Iya Ra makasih Ucap Septa dengan wajah yang pucat dan dia merasa terkejut dan senang karena Ranti memeluk nya itu artinya Ranti masih perduli padanya


* Kamu tidur lagi di pangkuan aku , biar kamu enakan dulu ! Ucap Ranti


" Iya


Setelah lama kemudian septa tertidur dan Hamid pun dengan sangat mudah langsung datang menemui cucu nya itu dan langsung membawa septa ke rumah sakit


****


Setelah dua hari septa demam akhirnya dia pun pulang dan di rawat di rumah oleh nenek


' septa apa gak sebaiknya kamu jujur kepada Ranti , nenek sangat kasihan jika Ranti dan kamu terpisah lagi seperti ini ! Ucap nenek


" Sebentar lagi nek aku pasti akan buka kedok orang tidak punya hati itu! Ucap septa


' ya sudah kamu istirahat jangan lupa minum kamu harus banyak minum !


" Iya nek


" Maafin aku Ra , bentar lagi kamu akan tau ! Gumam septa dalam hati


Ranti terbangun agak siang karena dia bergadang semalaman untuk mengerjakan tugas kantor nya


' ya ampun Ara bangun kamu ini ya udah siang tau cepat kamu bangun ! Ucap Hamid sembari membuka gorden nya dan membuat mata Ranti silau


* Iya kakek aku bangun , dan untuk hari ini aku gak ke kantor dulu ya , soal nya dari semalam aku bergadang ngurusin kantor ! Ucap Ranti


' iya kamu gak berangkat dulu tapi kamu harus bangun , mandi setelah itu sarapan ! Ucap Hamid


* Siap aku sayang kakek ! Ucap Ranti memeluk singkat Hamid , dan Hamid hanya menggeleng melihat tingkah laku cucu nya itu


' Dian anak anak kamu akan ayah jaga sampai ayah susul kamu nak ! Sekarang mereka sudah tumbuh dewasa dan dalam pertumbuhan mereka ayah tidak ada di sisi kamu nak maafkan ayah Gumam Hamid dalam hati sambil memeluk foto Dian yang ada di kamar Ranti


Hai aku punya novel terbaru yang berjudul Antara cinta dan Rahasia jika berkenan kalian juga baca ya novel ku yang terbaru untuk sementara aku baru up 1 bab akan aku usahakan untuk up lagi , terima kasih.


Vote


Like dan


Favorit kan 🤗

__ADS_1


__ADS_2