
Eps. 11
Pertama kali ia mengetahui bahwa Cinta memiliki kembaran ia sangat kaget sekali dan begitu syok, saat itu ia masih duduk dibangku SMP dan tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan mamanya dengan kasih melalui telefon. Setelah mamanya selesai berbing, Ia langsung bertanya kepada mamanya siapa yang berbincang dengan mamanya kenapa mamanya berjanji akan segera kembali padahal saat itu orang tuanya baru sehari dirumah. Gino terus mendesak mamanya dan mamanya teru beralasan bahwa yang menelfon hanyalah seorang rekan bisnis mamanya. Namun tidak semudah itu bagi Gino mempercayai ucapan mamanya sehingga ia langsung masuk kedalam kamar orang tua mereka untuk menemui papanya dan menanyakan pada papanya. Karena terus – terusan didesak oleh Gino akhirnya papanya meminta persetujuan mamanya untuk menjelaskan semua yang memang mereka sembunyikan selama ini kepada Gino. Mereka pun menceritakan mengenai Kasih dan bagaimana awalnya sampai Kasih tinggal terpisah hingga Gino, Cinta, Ghea, dan Farel tidak mengetahuinya. Dan saat itu Gino juga menanyakan kenapa Kasih yang selalu diprioritaskan padahal saat itu Ghea dan Farel masih sangat kecil bahkan Farel sendiri saat itu masih bayi tetap ditinggal dan dititipkan pada Bi Ratna karena orang tua mereka harus segera kembali keluar negeri. Gino yang saat itu masih SMP sangat merasakan bagaimana orang tuanya selalu ada untuk Kasih sehingga ia menanyakan hal tersebut. Ia bahkan merasa bahwa orang tuanya pilih kasih dan tidak adil. Ketika ditanya pun orang tuanya hanya bisa mengatakan maaf dan juga meeka mengatakan bahwa saat ini memanglah Kasih yang sangat membutuhkan mereka karena kondisi kasih yang berbeda dengan anak – anak mereka yang lainnya tanpa mengatakan bahwa Kasih sebenarnya memiliki suatu penyakit. Padahal tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya Cinta juga mengalami kondisi yang sama dengan Kasih sedari masih bayi namun sayang orang tua mereka terlalu fokus terhadap apa yang terjadi pada Kasih sehingga perhatian mereka hanya terfokus pada Kasih saja.
Setelah mengingat semua hal itu Gino akhirnya terlelap dengan sendirinya. Ia memutuskan untuk mengikuti alur yang dibuat orang tuanya asalkan itu tidak menyakiti adik – adiknya terutama Cinta. Toh orang tuanya berjanji jika mereka semua beranjak dewasa maka orang tuanya akan segera mengatakan kebenarannya pada Cinta. Karena sejujurnya Gino tidak tega jika harus pergi meninggalkan Cinta untuk mengunjungi Kasih tapi ia juga harus terus menerus berbohong mengenai alasan kepergiannya meskipun hanya sebentar saja perginya.
Pagi ini Gino menawarkan diri untuk mengantarkan Cinta ke sekolahnya sebagai permintaan maaf meninggalkan Cinta di rumah sendiri terlalu lama dan tanpa kabar. Cinta pun menyetujuinya apalagi jarang – jarang abangnya menwarkan diri seperti ini. Dan ketika sampai di gerbang sekolah Cinta ternyata dari arah parkiran ada Galang yang melihat Cinta diantarkan oleh Gino lagi. Itu memunculkan asumsi – asumsi di dalam kepala Galang dan membuat galang semakin yakin bahwa mereka ada hubungan dan itu juga merupakan kesempatan bagus untuk tetap menjutkan aksi balas dendamnya terhadap Gino. Apalagi setelah beberapa hari ini Galang memang menunggu moment ini hingga akhirnya Cinta diantar lagi oleh Gino sehingga dengan segera Galang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia segera memotretnya agar bisa ditunjukkan pada kedua sahabatnya yang sebenarnya masih tidak percaya jika seorang yang terlihat sederhana dan jarang bergaul seperti Cinta bisa mengenal atau bahkan sampai memiliki hubungan dengan Cinta. Setelah memotret Cinta dan Gino, Galang sesegera mungkin pergi dari parkiran agar tidak terlihat oleh Cinta apalagi sampai terlihat oleh Gino bisa gagal rencana yang telah ia buat. Dan Cinta pun setelah berpamitan dengan Gino, ia juga langsung menuju ke kelasnya. Di dalam kelas kedua sahabatnya sudah menunggunya menagih oleh-oleh dari bang Gino karena tadi sebenarnya Caca sempat melihat jika Cinta diantar oleh Gino saat sehabis dari kantin membeli roti untuk sarapan.
__ADS_1
“ eh bang Gino udah datang kan soalnya tadi gue liat lo diantar si abang ganteng, terus mana nih oleh-oleh buat kita karena udah nemenin adik kesayangannya “ ujar Caca
“ oh iya bang Gino udah balik. Kok loe nggak bilang sih Cinta, kan gue mau nagih oleh-oleh juga ke bang Gino “ saut Vina
“ huh dasar kalian ini kalo masalah oleh-oleh aja cepet. Biarin gue duduk dulu kek. Baru nyampe kelas juga “ jawab Cinta pada kedua sahabatnya.
“ Nih kalian itu tenang aja abang gue tu baik jadi nggak bakal lupa bawain oleh-oleh buat adik kesayangannya. Coba kalian buka deh dan itu juga gue bawain makanan masakan nenek Fatma “ ucap Cinta
__ADS_1
“ Wah emang the best banget sahabat kita yang satu ini, iya nggak vin ? ujar Caca
“ Iya bener banget tau aja kalo temennya lagi laper “ saut Vina
“ iya udah sana mau di makan sekarang apa nanti pas istirahat kalo gue sih nanti soalnya masih kenyang juga nih “ ucap Cinta
“ Nanti ajalah ya sekalian biar bareng – bareng kan enak, ini mending nyemilin yang lainnya dulu “ jawab Vina yang disetujui oleh Caca
__ADS_1