
Eps. 13
Dengan terpaksa Galang pun menuruti keinginan orang tuanya, ia berpikir pasti ada yang penting sehingga ia diminta untuk langsung pulang terlebih dahulu. Tanpa membuang waktu Galang langsung menancapkan gas mobilnya agar cepat sampai rumah. Sesampainya dirumah sudah terlihat ada mobil kedua orang tuanya dihalaman membuat ia segera masuk ke dalam rumah dan mencari kedua orang tuanya. Ternyata orang tua Galang menunggu Galang sambil duduk dan mengobrol diruang TV. Galang melihat kedua orang tuanya masih terlihat mesra meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi. Lalu ia langsung menyapa kedua orang tuanya tersebut agar mereka menyadari kehadiran Galang.
“ hmm ma, pa “ sapa Galang
“ Eh sayang udah pulang ya, kok mama nggak denger suara mobil kamu sih “ ucap mama Galang
“ iya jelas lah nggak denger orang kalian lagi sibuk bermesraan gitu kok. Mana mungkin sadar kalo Galang udah nyampe dari tadi. Oh ya ada apa sampe nyuruh Galang supaya pulang dulu, pasti ada yang penting yang mau mama papa bicarain sama Galang kan “ ujar Galang
“ Iya papa mau bicara hal penting sama kamu dan papa harap kamu bisa nurutin maunya papa ini “ ucap papa Galang
__ADS_1
“ Udah – udah papa ini apaan sih kok langsung diajak ngobrol Galangnya, kan anaknya juga baru sampe belum sempet ganti baju apalagi makan. Mending kamu cepetan bersih-bersih badan sekalian ganti baju sana ya Galang habis itu kita makan siang bareng. Kita kan udah lama nggak makan siang bareng. Mumpung bisa ngumpul semua ini dan ada waktunya “ ucap Mama Galang
“ iya ma “ ucap Galang menuruti apa yang dikatakan mamanya agar mamanya tidak mengomel, ia pun segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar. Sedangkan Papa Galang hanya diam saja saat istrinya sudah berbicara seperti itu. Selesai berganti pakaian Galang pun langsung turun ke bawah menuju meja makan dan disana kedua orang tuanya juga sudah menunggunya. Mama galang pun segera mengambilkan makanan untuk galang dan papanya. Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara satu patah kata pun. Setelah selesai makan, Papa Galang meminta untuk ke ruang keluarga untuk membicarakan hal yang tertunda tadi. Sesampainya di ruang keluarga Papa Galang pun memulai pembicaraannya. Dalam hati Galang sebenarnya merasa was – was dan bingung tentang apa yang akan dibicarakan oleh kedua orang tuanya karena tidak biasanya kedua orang tuanya ingin membicarakan sesuatu sampai - sampai mereka pulang ke rumah seperti ini. Mereka lebih sering mengatakan melalui telfon.
“ Papa mau bicara penting sama kamu Galang karena memang kamu satu-satunya anak laki-laki papa. Jadi, papa harap kamu dengerin omongan papa ini baik-baik “ ucap Papa Galang
“ Oke mending Papa to the point aja deh mau ngomongin apa sampai – sampai mama sama papa pulang ke rumah kayak gini. Gausah terlalu berbelit-belit. Papa tau kan Galang nggak suka kalo terlalu basa – basi. Galang pasti dengerin kok “ ucap Galang dengan dingin
“ Pah, Galang itu baru mau lulus SMA. Jalan hidup Galang masih panjang. Galang masih mau kuliah, kerja punya karier yang bagus seenaknya aja udah dijodohin. Galang itu punya pacar dan dia adalah perempuan yang Galang cintai pa. Walaupun sekarang Galang sama pacar Galang lagi LDR. Lagian juga Kayak jaman siti nurbaya aja sih main jodoh – jodohin. Jadi karena ini kalian pulang ke rumah. Mending kalian gausah pulang aja “ ucap Galang dengan nada sedikit tinggi
“ Galang bukan kami mau maksain atau mencoba buat ngatur – ngatur kamu nak. Tapi menurut kami ini yang terbaik buat kamu “ ucap mama Galang
__ADS_1
“ Mama bilang ini yang terbaik buat Galang, ini bukan yang terbaik buat Galang ma tapi pemaksaan “ ucap Galang dengan emosi
“ Papa nggak peduli dengan semua penolakan kamu ataupun dengan alasan kamu tadi yang bilang kalo kamu udah punya pacar. Masalah pacar kan gampang tinggal kamu putusin aja apa susahnya sih. Seperti yang mama kamu bilang kalo memang menurut kami ini adalah yang terbaik buat kamu Galang. Dan Papa nggak menerima penolakan. Mau nggak mau, suka atau nggak suka kamu tetep bakalan Papa jodohin sama anak rekan bisnis papa. Kalo kalian nanti nggak mau langsung nikah bisa saling kenal dulu kok “ ucap Papa Galang dengan tegas
“ Pa please, kalo niat papa ngejodohin supaya galang cepet nikah kan Galang bisa nikahin pacar Galang nggak perlu Galang dijodohin segala kayak begini dong “ jawab Galang
“ Nggak Galang. Lagian kita nggak tau pacar kamu itu perempuan seperti apa. Dan apa tadi kamu bilang kan kalo sekarang sedang LDR apa ia bakal setia sama kamu kalo kalian jauh begini. Pokoknya kamu harus menuruti apa yang papa mau. Anak rekan bisnis papa cantik, baik dan pinter lagi jadi nggak bakalan rugi kalo kamu nikah sama dia “ ucap Papa Galang
“ Galang, mama mohon sama kamu sekali ini aja kamu turutin kemauan mama dan papa ya. Dan mama mohon jangan karena masalah ini kamu sama papa sampai ribut. Mama sedih liatnya “ ucap Mama Galang dengan wajah sendu karena ia begitu sedih sedari tadi melihat perdebatan antara anak dan suaminya. Dan melihat wajah mamanya itu Galang hanya bisa menghela napas saja.
“ Terserah papa aja. Galang nggak peduli. Yang penting Galang udah bilang kalo Galang nggak mau dijodohin “ jawab Galang akhirnya mengalah agar tidak terjadi perdebatan yang makin panas lagi karena tidak ingin melihat mamanya sedih. Selain itu, papanya adalah orang yang keras kepala sehingga percuma jika ia meneruskan perdebatan itu karena pada akhirnya sama saja papanya akan tetap pada keputusannya.
__ADS_1
Galang pun langsung pergi menuju kamarnya tanpa berpamitan kepada kedua orang tuanya. Mamanya mencoba memanggil Galang namun Galang mengabaikan panggilan itu. Sedangkan Papa Galang hanya diam saja sambil menghela napas melihat kepergian Galang. Ia juga tidak berniat memanggil Galang. Ia tahu bagaimana sifat Galang yaitu sama kerasnya sepertinya.