Kisah Cinta Yang Rumit ( Cinta & Galang Story )

Kisah Cinta Yang Rumit ( Cinta & Galang Story )
Eps. 16


__ADS_3

Eps. 16


Setelah kepergian Caca, Vina, Dion dan Vino membuat suasana diantara Galang dan Cinta menjadi canggung karena sejak kepergian teman mereka berdua Galang sama sekali belum membuka pembicaraan. Hal itu membuat Cinta menghela napas dan akhirnya memilih memainkan handphonenya saja untuk melihat sosial media miliknya. Melihat itu Galang pun mencoba memulai pembicaraan.


“ Ehemm “ akhirnya Galang mengeluarkan suaranya meskipun hanya deheman saja. Namun hal itu tidak membuat Cinta mengalihkan perhatiannya dari handphone kepada Galang.


“ Hei dipanggil juga malah nggak nyaut, diem aja. Dasar nggak sopan “ ucap Galang kepada Cinta


“ Eh emang tadi manggil aku yah kok aku nggak merasa namaku dipanggil sih, perasaan tadi Cuma kedengeran suara deheman aja “ jawab Cinta


“ Iya – iya sorry. Cin, berhenti dulu dong mainin handphonenya. Liat sini dulu. Aku paling nggak suka di cuekin begini “ ucap Galang


“ Oke – oke ini udah aku taruh handphone aku. Sekarang mau ngomong apa coba bilang sampe nahan – nahan aku buat masuk ke kelas. Nggak mungkin kan cumabuat nemenin duduk di kantin soalnya dari tadi situ juga Cuma diem aja nggak ada obrolan “ ucap Cinta


“ aku pengen ngajakin kamu keluar nanti sepulang sekolah kalo kamu bisa sih “ ucap Galang           


“ Maaf aku nggak bisa karena aku ada urusan “ ucap Cinta menolak ajakan Galang


“ Kenapa selalu nolak dan banyak alasannya sih, emang lebih suka dipaksa ya kamu dibanding di ajak secara baik – baik begini “ucap Galang dengan kesal


“ Kali ini aku nggak alasan yah. Emang aku nggak bisa karena harus pulang tepat waktu kan tadi denger sendiri ucapan Vina dan Caca kalo orang tua aku mau pulang. Kalo nggak percaya ya terserah sih nggak peduli juga akunya. Karena situ kan juga bukan siapa – siapa aku buat apa juga aku repot – repot jelasin “ ucap Cinta


“ Hah oke kalo hari ini kamu nggak bisa pergi tapi lain kali harus bisa kayak waktu itu. Karena kamu nggak bisa pergi aku punya satu permintaan tapi harus dan wajib kamu turutin “ ucap Galang


“ Waktu itu aku mau pergi karena situ yang maksa ya bukan karena sukarela enak aja kalo ngomong. Dan apa tadi harus nurutin permintaan kamu ya jelas ogah lah jangan ngadi – ngadi deh. Emangnya kamu siapa yang permintaannya mesti banget aku turuti “ ucap Cinta


“ Nggak peduli waktu itu dipaksa apa nggak yang penting kan kamu pergi juga. Dan sekarang aku mau kamu panggil aku dengan sebutan Kak Galang jangan Cuma kamu atau situ kalo manggil orang. Inget ya kalo aku itu lebih tua dari kamu dan juga senior kamu di sekolah ini “ ucap Galang


“ Nggak aku nggak mau manggil kakak. Enak aja nyuruh – nyuruh manggil kakak. Kita nggak seakrab dan sedekat itu sampe aku harus manggil kamu kakak ya “ucap Cinta sambil berdiri karena ia sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan Galang apalagi 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi


“ Mau kemana kamu main pergi aja. Pokoknya sebelum kamu manggil aku kakak maka aku juga nggak bakalan biarin kamu pergi dari sini seenaknya begitu “ ucap Galang sambil memegang tangan Cinta untuk menahan Cinta pergi


“ Oh sial emang ya orang kalo dikasih hati minta jantung. Udah diturutin tadi maunya apa sekarang malah makin aneh aja permintaannya. Lepas nggak tangan aku, ini udah mau bel “ ucap Cinta yang sudah sangat kesal dan mencoba meloloskan diri dari genggaman tangan Galang.

__ADS_1


“ Nggak bakal aku lepas sebelum kamu panggil aku kakak. Ayo panggil kakak dulu. Lihat sebentar lagi bel dan aku nggak bakal lepasin kamu biar kamu telat masuk kelas dan di hukum “ ucap Galang dengan santainya


“ Ishh sial banget sih. Ini orang kok makin gila tau gitu aku tadi ngikut Vina dan Caca pergi. Lebih baik aku turtin dulu biar dia lepasin ini tangan” umpat Cinta dalam hati


“ udah jangan mengumpat dalam hati gitu. Cepet ayo panggil kakak “ ucap Galang lagi seolah tau apa yang dipikirkan Cinta. Dengan muka yang cemberut dan begitu kesal akhirnya Cinta menuruti apa yang diinginkan oleh Galang.


“ Oke fine. Kak pliss lepasin tangan aku ini udah mau bel “ ucap Cinta dengan lirih


“ Apa – apa kok nggak kendengeran sih kamu ngomong apaan. Ayo coba ulang sekali lagi “ saut Galang


“ Kak Galang pliss lepasin tangan aku ini sakit loh soalnya kakak pegangnya terlalu kenceng “ ucap Cinta sekali lagi tapi dengan suara yang lebih keras dan jelas.


“ Oke – oke sorry kalo ini aku lepas dan sorry kalo terlalu kenceng. Yaudah sana masuk ke kelas“ ujar Galang sambil melepaskan tangan Cinta.


Setelah tangan Cinta dilepaskan Galang, Cinta pun hanya menatap Galang dengan wajah kesal membuat Galang yang ditatap Cinta malah jadi gemas dengan ekspresi ajah Cinta yang seperti itu. Cinta pun akhirnya segera pergi meninggalkan Galang untuk masuk ke kelas tanpa berpamitan. Galang yang ditinggalkan Cinta sendirian di kantin tidak peduli dan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Cinta yang sangat berani kepadanya, ia juga hanya memandang punggung Cinta saja yang sudah jalan terlebih dahulu itu dan ia pun mengikuti jejak Cinta untuk pergi dari kantin dan berjalan dengan santai menuju kelasnya juga.


“ Eh lama banget sih loe di kantinnya. Kita berdua takut loe telat masuk kelas tau nggak “ ucap Vina kepada Cinta saat Cinta sudah duduk di bangkunya


“ Iya maaf. tadi mau pergi cepet – cepet tapi kalian tau sendiri kan seperti apa Galang kakak senior kita itu “ ucap Cinta dengan nada kesalnya


“ Nah itu tau kenapa masih nanya lagi sih kalian. Mana yang lebih gilanya lagi nggak Cuma nahan gue tapi dia juga mau gue manggil dia dengan sebutan kakak. Gila nggak tuh. Heran banget gue kenapa tiba – tiba itu orang begitu banget kayak orang habis kesambet aja “ ujar Cinta


“ APAAA “ ucap Vina dan Caca secara bersamaan karena kaget saat mendengar ucapan Cinta


“ Sutttttt kalian ini kok malah teriak sih, berisik tau nggak dan bikin kaget juga. Untung gue nggak jantungan. Gausah lebay gitu deh reaksi kalian “ ucap Cinta


“ Heh kita tuh beneran kaget ya, malah di bilang lebay. Dasar ini bocah satu bikin kesel aja. Terus gimana loe mau disuruh manggil dia dengan sebutan kakak “ujar Vina


“ Ya menurut kalian gimana, gue mau nggak disuruh dia manggil begitu “ jawab Cinta


“ Kalo menurut gue sih loe nggak mau tapi itu kakel terus menerus maksa lo mungkin ancem – ancem loe dan kalian berdebat panjang akhirnya loe nyerah milih nurutin maunya kakel biar urusannya cepet selesai dan bisa balik ke kelas secepatnya sebelum bel masuk karena loe tadi juga udah cerita loe mau balik ke kelas tapi ditahan pasti ada sangkut pautnya sama permintaan gila itu kakel kan. Bener kan apa yang gue bilang cin. Masak gitu aja loe masih nanya sih vin “ ucap Caca


“ Yap loe bener banget. Seratus deh buat loe tumben banget pinter “ ucap Cinta sambil terkekeh

__ADS_1


“ Ya siapa tau si Cinta tetep kekeuh sama pendiriannya nggak mau manggil kakel sang Most wanted dengan sebutan kakak makanya gue nanya meskipun dalam pemikiran gue kayak yang loe bilang tadi Ca “ ucap Vina pada Caca


“ Udah – udah stop bahas itu mending kita duduk diem soalnya itu bel masuk udah bunyi pasti bentar lagi guru bakal dateng.


Sesaat kemudian guru pun masuk ke kelas untuk memulai pelajaran hingga akhirnya tiba jam istirahat. Seluruh murid berhamburan untuk keluar kelas ada yang beristirahat di taman, pergi ke kantin dan ada juga yang memilih pergi ke perpustakaan. Cinta, Vina, dan Caca memilih untuk pergi ke kantin saja karena Caca mengeluh sudah lapar padahal tadi pagi ia juga sudah makan banyak. Meskipun Cinta dan Vina tidak begitu lapar namun mereka tetap mengikuti kemauan Caca pergi ke kantin. Apalagi Cinta yang sebenarnya sangat malas pergi ke kantin karena takut akan bertemu Galang yang hari ini begitu menyebalkan menurutnya. Diantaranya ketiganya memanglah Caca yang mudah lapar dan sangat suka makan. Bahkan Caca sering sekali mengajak Cinta dan Vina untuk berburu kuliner yang berbeda – beda.


Ternyata apa yang ditakutkan Cinta terjadi yaitu ia kembali bertemu Galang seperti tadi pagi karena ia sudah melihat bahwa Galang dkk sudah duduk dan berada dipojok kantin. Ia berharap supaya Galang ataupun kedua teman Galang tidak ada yang melihat ia ataupun kedua sahabatnya.Ia pun menghela napas pasrah mencoba mengumpulkan kesabarannya agar nantinya tidak cepat emosi karena pastinya Galang dkk akan kembali merecoki ia dan kedua sahabatnya. Caca sudah sibuk memesan makanan untuknya, Vina dan Cinta sehingga ia tidak melihat bagaimana ekspresi dan helaan napas Cinta. Sedangkan Vina yang sedari tadi sudah memperhatikan dan berada disamping Cinta jadi bingung mengapa Cinta menghela napasnya seperti itu. Namun saat melihat arah tatapan mata Cinta, Vina jadi tau apa yang membuat Cinta seperti itu yakni karena keberadaan Galang yang saat ini juga sama – sama berada di kantin.


“ Loe kalo nggak nyaman mau balik ke kelas nggak papa sana ke kelas biar si Caca gue yang nemenin makan. Nanti biar gue kasih tau Caca “ ucap Vina tiba – tiba membuat Cinta kaget


“ Eh nggak kok gue nggak papa percuma juga nyoba menghindar dari mereka pasti akhirnya bakal ketemu – ketemu juga. Kan kita satu sekolah Vin “ jawab Cinta


“ Yaudah yuk mending sambil nunggu Caca kita cari tempat duduk dulu aja “ ucap Vina sambil menarik tangan Cinta untuk mencari tempat duduk.


Sebelumnya ia memberitahu Caca terlebih dahulu bahwa ia dan Cinta mencari meja yang kosong untuk mereka makan nanti dan Caca pun menyetujuinya. Dengan segera Vina dan Cinta menemukan meja dan kursi yang kosong dan duduk disana. Saat sudah duduk ternyata Galang dkk menyadari keberadaan Cinta dkk di kantin meski posisi Galang dkk di pojok kantin. Dion yang mengira bahwa Galang tidak mengetahui keberadaan Cinta pun mengatakannya pada Galang.


“ Eh tuh si Cinta sama kedua sahabatnya nggak loe samperin tuh si Cinta katanya loe lagi mau deketin dia buat cari info sekaligus bales dendam sama Gino kalo memang si Cinta ada hubungan sama Gino “ ucap Dion kepada Galang


“ Iya gue juga udah tau kalo mereka lagi di kantin. Tapi udah lah biarin aja dulu nanti baru kita samperin “ ucap Galang dengan mata menatap ke arah Cinta sambil tersenyum tipis


“ Okelah terserah loe aja lang. Gue sama Vino mah ngikut aja gimana maunya loe “ ucap Dion


“ Widih – widih tumben banget nih si bos sampek senyum begitu ngeliatin tuh bocah. Padahal tadi pagi aja mukanya kusut banget. Pasti tadi pagi ada suatu kejadian ya sampe tiba – tiba mood loe berubah secepat ini. Biasanya kan bisa seharian loe badmoodnya mana kalo badmood udah kayak singa yang siap nerkam siapa aja lagi. Serem bro “ ucap Vino dengan sedikit ejekan kepada Galang. Sedangkan Galang hanya diam saja mendengar ucapan Vino tersebut. Selama ini tidak ada yang berani berkata seperti itu terhadap Galang. Hanya Dion dan Vino yang berani mengumpat, menggerutu, sedangkan mengejek atau menyindir Galang karena selain mereka berdua pastilah Galang sudah mengamuk jika ada yang mengatakan hal seperti itu. Dan sekarang di tambah Cinta sampe membuat Galang terheran – heran dengan Cinta.


“ Dasar bego lo vin (sambil memukul kepala Vino). Bagus dong kalo mood si Bos membaik jadi kita juga nggak kena imbasnya “ ucap Dion heran dengan tingkah Vino yang malah mengejek Galang.


“ Iya – iya gausah pake mukul kepala gue segala gilak “ ucap Vino menggerutu. Galang tidak memperdulikan ocehan dan perdebatan kedua temannya itu, ia malah sibuk menatap kearah Cinta yang sedang bersama kedua temannya.


Di sisi lain Cinta, Vina dan Caca sedang menikmati makanan yang sudah diantarkan oleh ibu kantin. Mereka makan dengan tenang dan sesekali bercanda. Cinta merasa tenang karena Galang tidak menghampirinya jadi ia bisa makan dengan tenang. Cinta juga tidak menyadari bahwa sedari tadi Galang memperhatikannya. Namun ternyata Caca yang posisi duduknya menghadap ke arah tempat duduk Galang dkk menyadarinya pun mengatakannya kepada Cinta bahwa sedari tadi Galang sepertinya memperhatikan Cinta terus menerus dari tempat duduknya.


“ Cinta hei loe tau nggak sih kalo dari tadi tuh si kakel ngeliatin loe terus. Natap ke arah loe terus tau nggak sih pas gue nggak sengaja liat ke arahnya kakel “ ucap Caca


“ Apaan sih ca. Kakel siapa maksud lo itu? Yang jelas kek kalo ngomong “ ucap Vina yang penasaran dengan ucapan Caca

__ADS_1


“ Huftt itu lo kak Galang sang most wanted masak gitu aja nggak tau sih vin. Emang siapa lagi menurut loe hah. Dari tadi itu kayaknya dia natap kearah Cinta terus. Gue tadi nggak sengaja liat ke arahnya dan baru sadar kalo ternyata itu si kakel ada di kantin juga “ ucap Caca


“ Oh kalo soal si kakel ada di kantin sih kita berdua juga udah tau dari tadi Ca. Tapi masak sih dia dari tadi natap si Cinta terus “ ucap Vina tak percaya. Sedangkan Cinta hanya diam saja mendengarkan obrolan kedua sahabatnya itu.


__ADS_2