Kisah Hidup Endar

Kisah Hidup Endar
part 2


__ADS_3

ketika aku pulang dari sekolah ku dapati rumahku sepi sekali.Ayah maupun ibu belum pulang dari sawah.Akupun masuk kedalam rumah menaruh tas di kamarku lalu berganti pakaian.kemudian aku menuju dapur untuk makan lalu istirahat karena orang tuaku pulangnya pasti sore sekitar jam 15:00 WIB.Begitulah kehidupanku sehari hari.


Tak terasa waktu terus bergulir.Akupun bangun karena sebentar lagi Ayah dan ibuku akan datang.Karena aku harus menyiapkan kopi ataupun teh buat mereka.Kami memasak masih menggunakan tungku meskipun ibuku dibelikan kakak kompor minyak tanah .Karena waktu itu belum ada kompor gas dan kami


hidup didesa.Sekitar jam 3 Ayah dan ibuku pulang.


''Endar...'' panggil Ayah


''Ea yah ...ini kopinya lagi diseduh'' sahutku dari dapur.


ku hampiri Ayah yang duduk diteras.Sedang ibuku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


''Yah .. ini kan tahun ajaran baru,boleh ga Endar nerusin sekolah ke SMA ..'' kataku.


Ayah menghela nafasnya lalu berkata,


''Bukannya Ayah melarang,tapi Ayah udah gak sanggup biayain kamu'' ujar Ayahku.


Akupun terdiam meresapi kata kata Ayah.Memang benar Ayahku sudah tua terlihat keriput diwajahnya yang memperjelas kalau dia memasuki usia senja.

__ADS_1


''Tapi kata Mas Asdar aku harus sekolah yah..kataku pelan.


''Memang Masmu ngomong apa..''lanjut Ayah.


''Mas bilang dia mau membiayai Endar sampai lulus yah ..''sahutku


''Ya udah kalau begitu terserah kamu saja'' jawab Ayah.


Ya sejak Mas Erik ga ada kabar 3 tahun yg lalu hanya kepada Mas Asdar lah kami


bergantung.Untungnya Mas asdar belom mau menikah jadi bisa menyekolahkan aku sekaligus membantu kebutuhan orang tuaku .


''Ibu lagi keliling cari dagangan yah buat ke pasar besok..''jawabku.


''Ya udah ...Ayah mandi dulu jangan lupa ayamnya dikasih makan" kata Ayah.


Emang ayam kami lumayan banyak.cukup bisa diandalkan kalau lagi kepepet .Di Samping itu ayah juga gemar memelihara ayam bangkok.


Akhirnya ibu pun pulang.Hari ini ibu mendapat dagangan lumayan banyak.Dan aku pun membantunya menata sayuran itu.

__ADS_1


malam pun menjelang .Ibu menghidupkan lampu lampu dan menutup kandang ayam.Ayah sibuk dengan rokok kreteknya.Sedangkan aku menuju dapur untuk memasak makan malam setelah selesai sholat maghrib berjamaah. Menu makan malam kamipun cukup sederhana hanya nasi putih dan tumis pepaya serta kerupuk putih.Tapi kami tidak pernah mengeluh yang penting masih bisa makan dan tubuh tetap sehat.


Akhirnya masakan pun selesai dan ku letakkan di meja diruang tamu.Karena kami tidak punya meja makan.


Kami makan bertiga saja sambil nonton tv pemberian Mas asdar setelah aku lulus SMP dengan nilai memuaskan.


Tiba tiba adik ponakan ku samping rumah nongol.Ceritany mau nonton tv berhubung kami lagi makan dia pun disuruh makan juga sama Ayah.Oh iya dia itu namanya Eni punya adik namanya Umi.Anak dari adik ayah yang rumahnya sebelahan dengan rumah kami.Ibunya janda sebenernya dulu dia punya adik laki laki tapi sudah meninggal karena suatu penyakit.Tp ga tau penyakit apa karena waktu itu aku masih terlalu kecil untuk mengingatnya.


''Bibi Ella kemana ...''kataku pada Eni.


''Ibu lagi pijit..''jawabnya.


''pantes ga ada nongol dari tadi..''kataku.


Karena biasanya bibiku ikut menata dagangan ibu.Nanti kalau ada sisa sayuran yang tidak layak jual bisa di jadikan lauk untuk besok.


Kamipun nonton tv bersama sama melewati malam.Bercanda bersama ,kami merasa bahagia meskipun hidup dalam kesederhanaan.Tak terasa malam pun semakin larut dan kamipun menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2