
Siang itu adalah awal musibah menimpa keluargaku.Saat aku pulang dari sekolah rumahku tampak ramai sekali tidak seperti biasa.Akupun mempercepat laju motorku.Kulihat ibuku menangis dan di sampingnya kulihat bik Ella mengelus-elus pundak ibu sambil sesenggukan.Dan aku pun menghampiri ibu.
''Bu ada apa ini..'' tanyaku.
''Ayahmu , Ayahmu kena musibah Nak..'' jawab ibuku.
''Ayah kenapa buk..''kataku sambil berurai air mata.
''Ayah kecelakaan ..''sahut ibu sambil menangis.
''Terus mana Ayah...''kataku.
''Dibawa ke RS sama Eni dan lek parjo '' kata bik Ella.
''Ya udah buk Endar nyusul Ayah dulu buk'' sahutku.
Aku Pun berlari menaiki motorku mungkin karena saking gugupnya aku hampir jatuh.
Sepanjang jalan tak henti hentinya aku menangisi nasib Ayah.Aku merutuki diriku sendiri karena ga bisa menjaga Ayah dan ibu dengan baik sesuai janjiku pada Mas Asdar.
Dan dalam hatiku aku terus berdoa semoga Ayah dalam ke adaan baik baik saja.
Akhirnya sampailah aku di rumah sakit itu.
Aku berjalan sepanjang koridor rumah sakit.sambil celingak-celinguk mencari sosok Eni.
''Endar...''panggilnya seseorang.
Saat aku menoleh ternyata itu lek parjo tetangga kami yang sering ngantar ibu ke pasar dan dia dan Eni lah yang membawa Ayah ke rumah sakit.
__ADS_1
''Ea ..Lek parjo...dimana Ayah lek..''tanyaku .
''Sedang di periksa ...'' jawab lek parjo
''Ayah ga kenapa napa kan lek...'' tangisku pun tumpah.
''Doakan yang terbaik buat Ayahmu nak Endar..''ucapnya.
Aku Pun mengangguk.Selang setengah jam kemudian Eni menghampiri kami.Dan memberi tahu kami kalau Ayah masih belom sadar karena obat bius.Kata dokter Ayah harus Rawat inap karena luka di lengan dan matanya .Karena penasaran aku pun bertanya sama dokter,
''Emang mata Ayah kenapa dok..'' selidikku.
''Matanya terbentur stang motor..''jawab dokter.
''Dan kemungkinan mata sebelahnya ga berfungsi,kalau mau bisa dioperasi..'' lanjut pak dokter.
''Kalau operasi biayanya kira kira berapa dok..'' tanyaku.
Tiba tiba aku ingat sesuatu.
''Eni...''panggilku.
''Ada apa Endar..''sahutnya.
''Tolong jaga Ayah bentar aku mau telfon Mas Asdar dulu..'' kataku.
Aku Pun pergi ke wartel untuk menelepon kakakku.Karena bingung dengan biaya rumah sakit dan biaya operasi Ayah.Aku menangis meratapi semua ini.Aku harus kuat walau aku ga tau harus berbuat apa.
''Halo...''saat kudengar sebuah suara ditelepon
__ADS_1
''Mas..ini Endar mas..''kataku menahan tangis.
''Ada apa dek,tumben telpon..? tanya kakakku.
''Kemarin uang jatah mu sudah Mas kirim..'' lanjutnya.
''Bukan Mas bukan itu, Ayah Mas..''jawabku sambil menangis.
''Ayah kenapa dek,kok kamu nangis..'' sahut kakakku.
''Mas bisa pulang enggak,Ayah kecelakaan Mas...''tangisku.
''Ya Allah gusti..''seru kakakku dari seberang sana.
''Kamu yang sabar ya dek,Mas akan minta izin dulu...mudah mudahan dibolehin..''ujarnya.
''Terus ibu gimana dek..'' lanjut kakak.
''Ibu masih syok Mas dan ditemenin bik Ella dirumah..''jawabku
''Ya udah tolong jaga Ayah Mas akan segera pulang..''titah kakakku.
''Baik Mas..''aku mengiyakan.
Aku Pun keluar dari wartel dengan hati yang bercabang cabang.Disaat seperti inilah tiba tiba aku teringat Mas Erik.Dimana kamu Mas.
kenapa ga pulang pulang.Sudah lupakah kamu sama Ayah dan ibu.juga adikmu yang cengeng ini.Kenapa gak pernah kirim surat pada Ayah dan ibu.Mereka sangat rindu padamu .Pulanglah Mas.Agar Ayah dan ibu gak pikiran.Lihatlah mereka sudah tua.Dan sekarang Ayah sakit Mas.Aku menangis sejadi jadinya.Rasanya hatiku sedih banget.Kalian pasti tau kan gimana rasanya rindu pada orang yang kita sayangi.Dan itu bertahun tahun lamanya tanpa kabar berita.Ohhh sedihnya tak terkira.Begitupula yang dirasakan Ayah dan ibuku mungkin.Mereka mencoba tegar dan tersenyum meski dalam hati mungkin remuk redam.
Aku menuju ruangan Ayah.Ternyata Ayah udah siuman.Akupun mengucap Alhamdulillah dan bersyukur kepada Allah karena Ayah sudah sadar.Dengan masih memakai seragam sekolah aku menunggu Ayah di rumah sakit.Sedang Eni dan lek parjo pulang untuk menjemput ibuku.
__ADS_1
...****************...