
Hari ini juga Mas ku pulang.Sekitar pukul 5 dinihari Mas ku tiba di terminal kota kami. Tapi Mas ku tidak langsung ke rumah sakit melainkan menemui ibu dulu.
Aku masih menunggu Ayah di rumah sakit. sekitar pukul 6 pagi Mas Asdar ditemani ibu pergi ke rumah sakit.
''Adek..''panggil kakakku.
''Mas..''seruku sambil menghambur memeluknya.
Aku menangis dalam pelukan kakakku.Mas Asdar Pun ikut berkaca-kaca.
''Tenang dek ,ada Mas disini..''hiburnya.
''Ayah Mas..''kataku sambil sesenggukan.
''Tak apa nanti kita pikirkan sama sama..''Mas ku menghela nafas.
Aku ,ibu dan kakakku duduk mengelilingi Ayah.Ayah ikut menangis.
Apalagi ibu ,beliau ga sanggup melihat Ayah seperti itu.
Kakakku mencoba menelepon teman dan famili terdekat siapa tau ada yang punya uang ga kepakai.Alhasil uangnya masih belum mencukupi apalagi buat operasi Ayah.
Akhirnya Ayah menyuruh kakakku untuk menggadaikan ladang kami.Sebenarnya ibu tidak setuju tapu mau gimana lagi uang Mas Asdar dan sedikit tabungan ibu dari hasil jual singkong tidak mencukupi untuk biaya rumah sakit dan biaya operasi Ayah.Akupun asalnya tidak setuju tapi aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku masih bersetatus seorang pelajar.
Akhirnya ladang digadaikan pada anak tirinya bude dari ibuku .Uangnya buat bayar rumah sakit dan sisanya untuk kebutuhan sehari hari selama Ayah belum sehat.Ibu tetap berjualan di pasar setiap hari karena sekarang kami ga punya ladang.Meski Mas Asdar berjanji akan menebusnya nanti tapi entah kapan aku pun tak tahu.
Ibu jadi tidak bersemangat.Mungkin masih kepikiran tentang ladang kami satu satunya.
Beberapa hari kemudian Alhamdulillah Ayah sudah bisa keluar dari rumah sakit.Mas Asdar pun bersiap kembali ke pekerjaannya.Meski mata sebelah Ayah cacat tapi tidak membuat Ayah patah semangat.Sebelum Mas Asdar pergi,dia menghiburku.
__ADS_1
''Dek rajin-rajin sekolah ya biar sukses,biar tidak seperti kakak jadi pegawai rendahan''kata kakakku.
''iya Mas..''sahutku.
Akhirnya kakakku berangkat hari ini.Setflah pamit sama bik Ella kakak pun pamit sama Ayah dan ibu dan berjanji akan menebus ladang kami secepatnya.Ayah dan ibu pun mengangguk.
''semoga niatmu dikabulkan le..''doa Ayah
''mudah-mudahan lancar rezeki mu nak..''sahut ibu
''Aminnn..''jawab Mas Asdar.
Akhirnya aku antar Kakakku ke terminal sore itu juga.Aku harus berpisah lagi sama kakakku.
Ku lambaikan tanganku pada kakakku yang akan mengais rezeki di kota lain demi aku dan kedua orang tuaku.
Dan aku pun berdoa semoga kakak ku selamat sampai tujuan.
''Kamu udah pulang Endar..''tanya ibu mengejutkanku.
''Iya bu..''sahutku.
''kenapa diluar..sudah mau magrib lho..''tegur ibuku.
''iya bu ,sebentar lagi Endar masuk..''kataku.
''Ayah mana bu..'' tanyaku.
''Ada,itu lagi nonton tv..''jawab ibu.
__ADS_1
Akhirnya aku dan ibu masuk kedalam rumah dan bergabung sama Ayah di ruang tengah.Kulihat di sana Ayah diam sambil menatap jauh kedepan.Entah apa yang beliau pikirkan.
''Yah jangan melamun,mau magrib lho..''kataku.
''Eh kamu Endar..udah pulang..'' tanya Ayah.
''Iya yah..''kataku.
''Endar,Ayah mau ngomong sesuatu..''katanya.
Iya yah..''jawabku sambil mendekat.
''Kamu sedih ladang kita digadaikan..''lanjut Ayah.
''Sebenernya Endar ga setuju ,tapi mau gimana lagi yah..''sahutku.
''Misalnya nanti kita ga bisa nebus,Endar sedih gak'' tanya Ayah.
''Sedihlah yah kan itu satu satunya mata pencaharian Ayah..''jawabku.
''Ayah janji kalau Ayah sudah sehat Ayah mau merantau buat menebusnya..''kata Ayah.
''jangan yah, biarin aja Endar ga sekolah biar duwitnya cepet ngumpul..''kataku
''Jangan nanti Mas mu marah ke Ayah..''cegah Ayah.
''Terus Endar harus gimana yah..''jawabku
''Kamu harus tetap sekolah nak,jalanmu masih panjang..''lanjut Ayah.
__ADS_1
Aku Pun mengangguk.Sayup sayup adzan magrib pun berkumandang.Kami pun sholat kemudian aku pergi ke dapur untuk memasak makan malam.setelah makan Aku Pun menuju kamar untuk istirahat karena badanku rasanya capek banget.
...****************...