Kisah Hidupku

Kisah Hidupku
Bab 3. Ungkapan hati


__ADS_3

Seperti biasa aku setiap pagi selalu melihat mentari yang terbit sehingga membuatku merasakan indahnya bumi dan kebahagiaan.


Aku tak pernah lupa akan indahnya ciptaan tuhan yang ada di semesta ini.


Aku pun bergegas pergi sekolah dan biasa aku selalu diantar oleh ayah tiri ku.


Dan entah mengapa brian berdiri di depan pintu gerbang, lalu dia menatap aku dengan senyuman.


"hai ra? Ujar brian


"hai juga, kamu ngapain berdiri disini mau jadi satpam kan jabatan osis sudah selesai! Dengan muka santai aku berbicara dengannya


"aku cuman menunggu kamu ra" dengan wajah merah brian mengalihkan wajah


"kenapa gak biasanya kamu? Ujar aku


"ra ini buat kamu coklat, ra besok mau main gak nanti aku jemput kamu kerumah" ujar brian dengan malu-malu


"baiklah" dengan santai nya


"aku minta pin bbm kamu ra biar bisa kabarin kamu" ujar brian


"ok nih kamu barcord aja" ujar aku


"ok makasih ra" brian pun tersenyum


*****


Lalu aku ke kelas bersama brian karena aku satu kelas dengannya, entah kenapa jantungku berdegup kencang.


"hei kamu bisa bareng sama si brian? Ujar wahyuni


"aku ketemu sama dia di gerbang" ujar aku dengan merapih kan rambut


"kirian kamu pacaran sama brian ra" dengan muka konyol nya eka yang membuat aku tertawa

__ADS_1


"brian kan banyak yang suka ade kelas berarti kamu banyak saingan nya loh" ujar nesya yang mulai kepo


"ih enggak, aku gak pacaran cuman bareng di gerbang dan teman saja" ujar aku dengan nada malu


*****


Seperti biasa pulang sekolah kita mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan ujian nasional meski ujian nya masih lama.


Dan entah kenapa brian sesekali selalu melihatku dan tiba-tiba dia mengirim pesan.


"*hei kamu kenapa?


"aku gak kenapa kenapa kenapa😊


"kamu pulang sekolah sama siapa?


"pulang sendiri!


"pulang sama aku aja, aku selalu bawa motor.


"😁*


*****


Entah kenapa aku merasa senang saat brian begitu perduli kepadaku.


Entah karena aku belum mengerti semu yang ada di hatiku apa.


*****


Bel pulang sekolah pelajaran tambahan pun telah usai, aku pun keluar kelas bersama teman-temanku.


Dan brian tiba-tiba memanggilku dan sontak teman-temanku bertanya tanya


"hei kalian pacaran? Ujar wahyuni yang sangat khawatir dan perduli

__ADS_1


"enggak aku cuman pulang bareng brian" dengan tegas aku berkata


"jangan bohong" dengan nada tegas wahyuni langsung menatap wajahku


"sudah ngomong ajah nanti mama uyun marah bisa ngamuk" ujar eka dengan santai


"enggak aku sama rara belum pacaran" ujar brian


"berarti kalian lagi dekat? Ujar wahyuni


"belum tapi mau" ujar brian


"brian awas ya kamu bikin patah hati sahabat aku, aku botakin kepala kamu" dengan tegas wahyuni mengancam brian


"gak bakal tenang saja, yaudah aku pergi dulu mau anter rara" ujar brian


*****


Akupun lekas pergi pulang bersama brian, dan aku berenti di tempat makan di pinggir jalan.


"kamu laper ga ra" ujar brian


"sedikit sih" ujar aku dengan malu


"yaudah dah kita makan bakso aja ya" ujar brian


"iya brian" dengan nada malu aku terus memandangi brian


*****


Setelah itu brian tiba-tiba mengutarakan perasaannya kepadaku.


"ra aku suka sma kamu sudah lama, kamu mau jadi pacar aku? Ujar brian


"aku gak tau karena aku baru dekat dengan kamu" ujar aku dengan nada kaget

__ADS_1


"ok gak kenapa kenapa, kita jalanin dulu ya untuk saling kenal" ujar brian


__ADS_2