Kisah Kasih Gadis Periang

Kisah Kasih Gadis Periang
4. Masa - masa SMA


__ADS_3

Lulus dengan nilai yang cukup memuaskan membuat gadis itu tidak memikirkan ke sekolah mana dia akan melanjutkan pendidikannya,yang membuat dia sedikit berpikir apakah dia akan ikut tes untuk masuk kelas unggulan yang direkomendasikan dari sekolahnya atau masuk kelas biasa.Hingga akhirnya dia mengikuti tes itu karena fasilitas yang dijanjikan program kelas unggul dari Pemda setempat,dengan fasiltas mendapat buku gratis,les tambahan gratis.Setelah mengikuti tes tersebut tibalah saatnya pengumuman.Gadis itu di terima dengan urutan nilai tes ketiga tertinggi.dia lulus bersama satu temannya yang berasal dari sekolah yang sama.Kehidupan SMA benar - benar telah merubah kehidupan gadis itu.Sekolah yang berjarak dari kampung halamannya mengharuskan dia untuk ngekos.Kegiatan sekolah yang padat diikuti gadis itu masuk jam 7 pagi berakhir jam 6 sore,itu di lalui dari hari senin hingga sabtu.Minggu adalah satu - satunya hari yang dia lalui tanpa buku.tanpa pelajaran dan les tambahan.Sabtu sore menjelang magrib itulah hari yang sangat ditunggu - tunggu untuk pulang ke kampung halamannya.Hari dimana dia akan mengisi perutnya yang sudah kosong,yang sedari hari kamis diisi seadanya dengan sisa uang dan bekal yang dia dapat dari orang tuanya.Kehidupan Sebagai anak kos mengajarkan dia betapa sulitnya bertahan dengan keadaan serba pas - pasan.Keadaan orang tua yang sedari dia memasuki Sekolah lanjutan ini amat sangat menuntutnya untuk bisa mensyukuri keadaan orang tua yang masih bisa mengusahakan uang dan bekal yang akan dia bawa untuk seminggu ke depannya.Orang tua yang sedang menanggung pendidikan kakaknya yang sedang di bangku kuliah hanya sebagai petani biasa.Tak jarang orang tuanya kebingungan terutama ibunya untuk memenuhi kebutuhannya,Ada kalanya detik - detik akan berangkat dan menaiki mobil langganan yang akan dia tumpanginya,ibunya barulah mendapatkan pinjaman dari tetangga,tak jarang air mata sering mengiri keberangkatannya di subuh yang gelap dihari senin tanda akan di mulai rutinitas hingga sabtu ke depan.Dibalik kesusahan orang tua gadis itu dalam memenuhi kebutuhan mingguan sebagai anak kost ,pengumuman beasiswa dari sebuah yayasan kenamaan membuat dia tidak menyesali keputusannya untuk bersekolah di sekolah lanjutannya itu,meski rutinitasnya menututnya untuk belajar sepanjang hari demi target diterima di perguruan tinggi favorit di tanah air dan nantinya bisa bekerja di Pemda setempat yang telah membiayai kelas unggulan yang dia jalani.Beasiswanya tersebut dapat untuk membayar iyuran bulanan sekolahnya.Dia bersyukur beasiswa tersebut dapat meringankan beban orang tuanya.Entah keberuntungan atau berkat doa orang tuanya dia bisa menjadi kebanggaan orang tuanya di kelas unggul itupun dia bisa menjadi juara kelas.Sebenarnya gadis ini bukanlah gadis yang terlalu pintar tidak ada mata pelajaran yang menonjol namun karena perolehan nilainya yang di semua bidang studi bisa dia capai seimbang jadilah dia keluar sebagai juara di kelasnya.Di mata keluarganyapun dia adalah gadis yang bisa dibanggakan karena selalu mendapat juara di kelas dari sekolah dasar hingga jenjang menengah atas ditahun pertama dan ke 2.Namun di tahun terakhir menjelang penentuan perguruan tinggi mana yang akan di pilih,dimana semua teman - temannya bersemangat dalam menentukan tujuannya dia kembali kebingungan baginya hanya mimpi belaka untuk bisa mengenyam bangku kuliah.Keadaan keluarga yang semakin hari semakin sulit membuat dia tidak sanggup mengemukakan keinginannya untuk berkuliah.Gadis itu tidak mencoba mendaftar diperguruaan tinggi manapun.Dia hanya memenuhi kesempatan yang di peroleh mengisi formulir mahasiswa undangan di salah satu perguruan tinggi negri ternama di daerahnya kesempatan ini diberikan karena gadis itu adalah juara kelas.Seharusnya dia memikirkan dengan baik jurusan yang akan dia pilih namun karena dia tau harapannya untuk berkuliah itu sesuatu yang tidak mungkin dia mendaftar jurusan kedokteran,Alhasil kesempatan menjadi mahasisiwa di perguruan tinggi negeri yang menjadi favorit di daerah tersebut sirna karena kedokteran sangat tidak mungkin menerima dia dengan tinggi badan yang tidak memenuhi syarat seorang dokter dan penghasilan orang tua yang sangatlah minim.Saat- saat yang sulit yang di lalui itu membuat keceriaannya semakin berkurang semangat belajarnya sangat menurun,dia sangat malas mengerjakan tugas dan tak jarang dia meliburkan diri,hingga pendidikan menengah atas itu berakhir dia tidak tercatat lagi sebagai pemegang nilai tertinggi di kelas dan tidak menjadi mahasiswi diperguruan tinggi manapun.Keputusannya untuk tidak berkuliah karena dia sangat menyadari sekiranya dia kuliah orang tuanya sangatlah akan di repotkan.Dia tidak tega harus membuat orang tuanya kesusahan demi memenuhi kebutuhannya jika dia tetap memaksakan untuk mengenyam perguruan tinggi.Seperti yang kakaknya tempuh harus berhenti juga di tengah jalan karena keadaan finansial orang tua sangat jauh dari kata mampu.Demi orang tua gadis itu mengubur dalam - dalam keinginannya untuk menjadi seorang mahasiswi.


__ADS_2