
Memiliki telpon genggam atau sebut saja handphone untuk pertama kalinya menyimpan sebuah kisah yang tidak bisa dilupakan oleh gadis itu.Dari zaman SMA dia begitu ingin memiliki sebuah handphone, seperti beberapa teman sekelasnya yang berasal dari keluarga yang berpunya sudah memilikinya bahkan mungkin sudah sering berganti - ganti mulai dari handphone yang biasa sampe handphone yang semakin lengkap fitur - fiturnya yang ter up todate masa itu.Memiliki handphone bagi gadis itu adalah sebuah hal yang tidak mungkin saat itu, karena kondisi orang tua yang ekonominya sangat terbatas hanya sebagi buruh tani , dia sangat menyadari hal itu,mana mungkin dia menuntut membelikan handphone dia sudah memiliki uang jajan dan perbekalan setiap minggunya saja dia sudah bersyukur.Sehingga dia tidak pernah mengungkapkan keinginannya itu.
__ADS_1
Barulah setelah beberapa lama dia di ibukota dan sudah memiliki tabungan dia bisa mewujudkan keinginannya untuk memiliki sebuah handphone. Kisah itu berawal,Saat salah seorang saudaranya memberi informasi bahwa temannya yang baru beberapa hari membeli handphone akan menjualnya kembali karena keperluan mendadak.Dia sangat membutuhkan uang untuk biaya pulang kampung karena orang tuanya sedang sakit keras dan dia harus segera pulang.Dengan berbekal uang handphone yang belum beberapa hari dia beli dengan harga lumayan yang telah menguras simpanannya dia akan segera kembali ke kampung.Dengan berat hati dia melepaskan handphone tersebut untuk dibeli gadis itu.
__ADS_1
Tak berselang beberapa lama cincin itu berada di tangan pria itu gadis itupun kembali menebus cincin tersebut dengan uang yang berasal dari kakaknya karena kakaknya tidak tega gadis itu tidak memakai cincin kesayangannya. Setelah cincin itu berada di tangan gadis itu komunikasi gadis itu kini tetap berlanjut dengan pria itu,mereka berkomunikasi lewat sambungan telpon dan sms karena gadis itu sudah memiliki handphone.Gadis itu sangat senang bisa berkenalan dengan pria itu.pria itu sangat rajin mengirim pesan kepadanya,dia mengirimi pesan - pesan mengingatkan untuk tidak telat makan dan shalat tepat waktu.Hari - hari gadis itu berlalu dengan bahagia dengan perhatian - perhatian kecil dari pria itu. Namun perhatian - perhatian itu sirna setelah gadis itu sudah tidak melihat kehadiran pria itu lagi setelah liburan habis lebaran tahun itu.Pria itu seperti hilang di telan bumi.pesan - pesan singkatnya juga tidak pernah mendarat di handphone gadis itu lagi.Kabar angin yang dia terima bahwa pria itu telah kembali ke kampungnya untuk mengelola usaha keluarga pria tersebut.Sempat untuk beberapa lama dia merasa seperti kehilangan namun dia kembali mencoba berdamai dengan hatinya ,dia hanya bisa menyimpan sebagai kenangan,dia hanya bisa mesyukuri dia pernah berkenalan dengan orang baik seperti pria itu.
__ADS_1