
Kim turun dengan penuh kebingungan..
'Ko dia bisa tau si rumah gue dimana' gumam gue memberi helm
"Eh..." ucap Kim terpotong karna spontan dia pergi tanpa menampakkan wujud aslinya
"Biarin aja dah" ucap Kim masuk kedalam
Keesokan harinya
(DIKANTIN)
Kim masih memikirkan siapa yang mengantar dia pulang
"Eh gue boleh duduk disini ga?" Tanya Fiza ke Kim
"Woe Kim bengong bae" sahut Yunna menyambat
"Eh iya gue minta es doger atu" pinta Kim
"Dih itu si Fiza pen duduk.. bagi lapak woe jan maruk" cetus Hiro terlanjur kesel
"Eh maap gue kira apaan" ucap Kim
"Whahaha gapapa.. esnya gue pesenin ya" ucap Fiza pergi
"Adahh parah bat lu Kim, nyuruh orang" cetus Ameel
"Salah mulu gue" ucap Kim menghampiri Fiza
"Biar gue aja ya" ucap Kim
"Loh? Lu duduk aja disana biar gue yang nganterin" ucap Fiza
"Ish, seriusan nii" ucap Kim
"Gapapaa Kimmm" ucap Fiza mendorong Kim duduk
"Agila mesra-mesraan dia dikantin" ucap Monna
"Ga bisa dibiarin ini mah" cetus Lala menjatuhkan minuman hangat Kim saat lewat
"Aww" cetus Kim merasa kakinya kepanasan spontan jatuh
Tetapi disela sela jatuh ada seorang lelaki menarik tangan Kim dan berada didekapnya
"Kaa.. Marcel?" Tanya Kim
__ADS_1
"Lu gapapa Kim?" Tanya Ka Zero tiba-tiba datang
"Kaki kamu melepuh ayo ke uks" cetus Zero membawa Kim tetapi
"Biar gue aja" ucap Marcel spontan mengangkat Kim
"Kaa Marceell.. kaki kaka berdaraahhh" cetus ciwi-ciwi merasa kasian
(DIUKS)
"Kompres sampe udah merasa mendingan ya" ucap dokter
"Lagi-lagi Marcel.. kamu bertengkar mulu" cetus dokter
Dokter merobek celana Marcel dan mengobati lukanya.. Kim melihat ada banyak tatto
"Dokk.. saya kompresnya dikelas aja ya" ucap Kim panik pergii karna ternyata Marcel anak pank *preman
"KIIMMM" teriak Lelaki membuat Kim larii
'AISSHH GUE TAKUTTT' gumam Kim bersembunyi
"Baa.." cetus lelaki menongolkan kepalanya spontan Kim menonjok wajah itu
"Loh Fiza?? Eh maaapp" ucap Kim memeluk
"Eiya idung luu" ucap Kim mengelap dengan baju bagian lengannya
"Eh nanti baju lu kotor" ucap Fiza mengelap sendiri
"Sekali lagi maap yaa" ucap Kim
"Maap mulu ga bosen??" Ucap Fiza mengelus kepala Kim
"BISA BISANYA DIA.. PAKE SUSUK APAAN SII" Teriak Lala dari semak-semak
"La sabar la.. gue yakin si Fiza jodoh lu" ucap Monna
"Gue cariin, ternyata lu disini.. ayo balik ke kelas" ucap Meyra
"Oh iya.. ni es doger lu.." ucap Fiza langsung balik kekelas
"Lah gue kan belom bayaar" ucap Kim ditarik Meyra masuk kelas
Sepulang sekolah
"Eh nge moll yu" cetus Dullia
__ADS_1
"Besok kan belom libur neng" sahut Hiro
"Lu bawa mobil kan yo?" Tanya Yunna
"Engga, mobil ada dirumah.. gue pake motor" ucap Lio
"Kim mana euy" tanya Ameel
"Nohh.. ama si Meyra" ucap Dullia
"Kim gue duluan ya.. emak gue nungguin" ucap Meyra
"Baayy" ucap Kim melambai
"Eh Kim, mau ngemoll ga?" Tanya Dullia
"WADOO MAU BANGEETT" Teriak Kim
"Dih caper" cetus Lala lewat
"Bodo amat" sahut Kim
"Adah bocah ngajak ribuut" ucap Lala ditahan Monna
"Udah La, jan bikin ribut" ucap Monna menarik Lala pergi
"Kalian ga pada balik?" Tanya Fiza baru keluar kelas
"Kita mau ngerencanain ngemoll.. lu mau ikut?" Tanya Yunna
"Boleh ni?? Kayanya asik" cetus Fiza
"Eh iya ni duit es doger" ucap Kim
"Dasar tukang utang" cetus Ameel
"Syut diem" ucap Kim menunjuk membekap ameel
"Jadinya kemoll mau naek apaan?" Tanya Alex
"Mending naik motor dulu.. trus keruma lio ambil mobil" ucap rencana Yunna
"Enak bat ya lu ngomong.. lah gue sama siapaa" tanya Ameel kesal
"Kan ada Fiza, jadi Kim sama Fiza, elu ama si entu Lio" ucap Yunna
"Yauda ayo" sahut Dullia
__ADS_1