kisah perjalanan hidupku

kisah perjalanan hidupku
dari pada jadi pengemis lebih baik jadi pemulung


__ADS_3

apa ini barang bekas ?


untuk apa ini semua dikumpuli dx?

__ADS_1


untuk di jual bg kataku,emang laku kata sumai laku lah bg. tadi aku melihat ibu ibu mengumpulkan barang bekas seperti ini ,jadi aku juga mengumpulkannya untuk di jual .ku kira suamiku marah ternyata gak dia malah membantu juga ,seandainya suami gak buat ulah ngutang ke pada rentenir rentenir itu, mungkin hidupku tak seperti ini jadi pemulung .aku tak malu mulung barang barang bekas itu aku lebih malu meminta atau pun mencuri karna kakiku masih mampu tuk berjalan tanganku masih mampu tuk berkerja pikirku kadang hasilnya cuma dapat 30 rb saja. pernah sih ada orang yang menyuruhku kerja di rumahnya jadi tukang cuci tapi karna aku punya anak kecil orang itu tidak jadi memperkerjakanku sebagai tukang cucinya ,setiap harinya kami cuma makan sehari sekali dalam batinku menangis rasanya aku gak sanggup hidup harus seperti ini dan rasa rasanya aku gak sangup dengan ujian yang di berikan oleh allah. aku ingin pulang aku rindu kampungku. rasa bau dari bau busuknya tempat sampah sangat menyegat namun rasa lapar dari perutku mengalah kan rasa dari bau bau sampah itu pernah sekali di depan supermarket ada roti roti yang sudah kadar luarsa mungkin makanya di buang tapi masih pakai bungkusan plastik aku memungutnya sapa tau masih bisa di makan saking laparnya kamipun memakan roti itu untuk menganjal perut oh tuhan rasanya aku gak sangup lagi aku ingin pulang kampung semiskin miskinnya orang di kampung ku pasti makannya sehari 3 kali ni apa kadang kami pernah dak makan juga,bg aku ingin pulang saja aku gak sangup kayak gini tapi dx nanti rentenir itu datang kerumah gimana bilang aja aku udah bg tingalkan karna aku tu udah gak sangup tingal di sini aku ingin pulang pulang.ya sudah kalu kamu mau pulang pulang ke rumah bapak saja ,gak bg aku mau pulang kerumah kita saja ,ongkosnya gimana nanti ongkosnya di sana di bayar setelah sampai di tempat aku minta sama dx ana.


pagi itu aku di antar ke terminal untuk naik ankot uang sepeserpun aku tak punya waktu mobil angkot mau berjalan aku mau turun lagi tak sangup rasanya aku meninggalkannya sendiri di kota B ini aku menangis air mataku mengalir rasanya aku wanita yang tak punya hati meningalkannya sendiri sudahlah ini mungkin takdirku dan anakku sementra waktu kami harus terpisah dulu dari suami dan bapak dari anakku.

__ADS_1


benar dugaanku dan suami bahwa rentenir itu datang aku jawab saja suamiku pergi gak tau kemana dan gak pernah pulang capela juga datang karna motor kami sudah nungak beberapa bulan dia mengancam kalau keretanya gak dibayar dan keretanya sampai hilang aku harus bertangung jawab dan masuk penjara mungkin itu ancaman sangking polosnya aku memberitahu keberadaan kereta itu banyak lagi rentenir yang laen berdatangan sampai sampai rasanya nyawaku di ujung tanduk...


episode kali ini menguras air mataku lagi.

__ADS_1


gak like ,gak komen, gak vote ,gak tekan paporit, kalian kebangetan.


__ADS_2