
siang dan malam aku berada di rumah sakit merawat ibu.
seperti dia merawatku dulu.
di rumah sakit tidak ada pekerjaan cuma duduk saja menemani ibu di samping tempat tidurnya,dan melihat orang yang keluar masuk rumah sakit,
sampai sampai suster mengenaliku.
kadang aku merasa lelah karna harus selalu di rumah sakit namun apalah daya aku harus berada di sisi ibu untuk merawatnya menyuapin makan menganti bajunya.
setelah seminggu ibu keluar dari rumah sakit,seminggu kemudian masuk lagi karna dadanya sesak.
apa penyakit ibuku?
penyakitnya komplikasi jantung, paru paru, lambung.
pas ibu masuk rumah sakit yang ke dua
baru gantian aku dan kakku menjaga ibu siang dan malam,kalau malam aku yang jaga siang kakku yang menjaganya begitu juga sebaliknya bergiliran.
aku pergi ke rumah sakit jalan kaki, pulang pergi", karna gak ada kendaraan yang kami miliki,mau naik becak gak punya ongkos karna gak ada uang.
kami emang gak ada uang tapi kalau. ibu masuk rumah sakit biayanya gratis dari bpjs.
setelah aku gantian menjaga ibu kalau giliranku dapat siang untuk pulang aku kerja di pabrik kopi dp.
dp kopi itu menyotir kopi,kopi yang busuk ,di pilih. dan kopi yang bagus di timbang. perkilonya di hargai 500, perak. sehari kadang dapat tiga puluh ,
__ADS_1
empat puluh ribu.
malam hari giliran aku yang menjaga ibu,tapi kini tingkahnya percis seperti anak kecil.
suka merajuk gak mau makan bangun di bangunin harus di angkat seperti tak berdaya lagi persis seperti anak bayi, buang air besar buang air kecil di tempat tidur kami yang membersihkannya.
waktu itu sempat aku kaget ibu menanyakan keberadaanku,
padahal aku berada duduk di belakangnya tapi dia menanyakkan keberadaanku kepada adik bungsuku aku bingung apa ibu tak merasakan keberadaanku di belakangnya
aku sempat sedih kenapa ibuku seperti itu..
tapi aku tak menghiraukan perkatan ibu
malamnya juga ibu ku bawel banget aku sepertinya kelelahan aku sempat membentaknya ibu aku ngantuk ibu minta inilah minta itulah ,
ibu selalu minta minta pulang dia menyuruh kami untuk mengemasi barang barang.
ya nanti kita pulang bu.
aku sempat cerita kepada kakk sepupuku tentang kondisi ibu sekarang.
jangan tingalkan ibu sendirian dx kalian
harus tetap di sana.
ya kak kataku.
__ADS_1
telor telor! kacang kacang!
orang jualan triak di jendela rumah sakit.
bu aku beli mie aja
ibu menganguk kepalanya padaku
ya,
ibu mau?
kumelihat ke arah ibu
lalu ibu mengeleng kepalanya .
cepat bereskan barang barang kita biar pulang kata ibu berkata pelan.
di luar jendela rumah sakit, kak sepupu dan abangku yang besar datang dan masuk melalui jendela karna pitu masuk di tutup karna jam besuk sudah habis ayok kita pulang kata ibu berkata pelan.
ya ya kita pulang bu bereskan semua mur barang ni kata kak sepupuku biar pulang kita.
kakak seppupuku menyuruh abang ku dekat dengan ibu ternyata ibu mau sakaratul maut dan menghebuskan napasnya, aku juga melihat ibu menghembuskan napas terskhirnya dari pertnya hanga naik ke tengorokan dan keluar dari mulutnya,. la ilah hailalah
ibuuuuuu aku terjatuh lemas ke lantai dan hampirr pingsan setelah aku sadar aku mutah mungkin keluar angin dari tubuh ku ibuku kini telah menghembuskan napasnya inalillahi wainalillahi rojiun
ibuuuuu !!! ibuuu! huuu uuuu huuuu kini kami telah menjadi anak yatim piatu dan ibuku di kuburkan di perkuburan keluarga.
__ADS_1