
setelah aku pulang kekota seperti biasa aku langsung mengantarkan hutang hutangku,
sakit hati ku ku tepiskan dan ku abaikan keesokaanya aku kembali pulang ke kampungnya,
aku langsung pulang ke rumah kaknya menyuruh dia menjemputku dari rumah kakak Lisa ,ternyata dia berada di rumah bapak mertua Mereka sepertinya menganggap ini adalah masalah ya ini emang masalah tapi demi anak aku rela bertahan.
setelah suami tau aku di rumah kak Lisa dia menjemputku ke rumah bapak mertua tenyata di sana ada kak ipar dan Abang iparku entah apa yang mereka perbincangkan aku tak memperdulikannya beberapa saat kemudian dia berpamitan mau kerumah kak Lisa dan di ikuti oleh kedua mertuaku entah apa yang mau mereka perbincangkan.
perasaanku tak enak pasti mereka mau membicarakan tentang kami aku katakan pada suamiku, suamiku mau menyusul dan mau tau apa yang di bicarakan oleh kelurganya itu aku mmenahannya agar tak usah ketempat mereka yang jelas aku mau dia memelukku dan mengegam erat tanganku rasanya tak ingin dilepas..
paginya bapak mertua ku bertanya padaku apa aku mau tetap ikut ke kebun tomat atau pulang ke kota saja,
kalau suamiku mengijinkan aku pulang ke kota aku pingin di kota saja biar Abang kerja di kebun tomat ya udah terserah pada kalian gimana baiknya.
akhirnya suami mengantarku ke terminal atas ijinnya aku tinggal di kota pagi itu juga suami mengantarkan aku ke terminal dia mengatakan jagalah anak kita baik baik ya entah perasaaan apa yang ku rasakan saat itu sedih harus berpisah lagi,iya aku akan menjaganya kataku.
__ADS_1
setelah tiga hari aku di kota ,
saat itu aku kerja di pabrik kopi,kata yang menimbang kopi mur kamu ada tamu...dalam hatiku bertanya siapa ya,,,?
ternyata pak ustadz,,,
pak ustadz berkata ini ada amah surat dari suamimu kemarin dia mengatarknya padaku bersama abangnya agar di sampaikan kepadamu.
dan aku pun menerima surat itu ternyata surat talak langsung dia menalak tiga kanku ,
apa yang saat itu kupikirkan sedih berkecamuk di dada kenapa dia tega seperti itu padaku,
hmmm rasanya saat itu aku ingin mengakhiri hidupku hari hariku di penuhi air mata, makan tak enak tidur tak nyenyak, air mata di pipiku tak henti hentinya mengalir.
kenapa setelah hutang hutang pada rentenir itu lunas dia menghempaskan ku begitu saja ,
__ADS_1
sementara hutang sama kak ani belum lunas aku terpuruk aku merasa hancur,
yaallah,,,, manusia seperti apakah suamiku itu apa dia tak memikirkan anaknya yang bersamaku anaknya masih kecil yang membutuhkan ayahnya.
aku serba salah kalau ketemu sama kak Ani dia pasti selalu menagih maharnya itu padaku rasanya aku ingin teriak oh tuhan inikah hidupku yang harus ku jalani rasanya aku gak sanggup menerimanya kenapa harus aku tuhan.
abangku yang besar menyuruhku agar anak ku di berikan pada bapaknya.
aku menolak perintahnya ini anakku bg aku gak mau pisah dari anakku toh aku yang akan membesarkannya Abang tak usah takut aku tak akan membebankan Abng, aku pasti bisa membesarkan.
ya sudah kalau itu keputusanmu kata abangku.
saat kejadian perpisahan itu menimpaku rumah yang ku tepati yang di samping rumah almarhum ibuku dulu di bongkar karna tanahnya akan di bagi bagi pada anak anaknya Abang dan kakakku termasuk aku dan adikku,.
Alhamdulillah ada tetanga yang baik hati memberikan tumpangan walaupun rumah gudang pembuatan batako...syaratnya ya aku harus menyetak batako.
__ADS_1
air mataku kembali mengalir saat menulis tulisan ini terima kasih ya kalian sudah membaca tulisanku ini jangan lupa like komen dan tekan paforit ya agar aku semangat nulis nya Oya jangan lupa vote juga .