
seminggu ku berada di rumah
sore itu kak Lisa datang,kakak Lisa adalah kakak iparku kakak kadungnya suamiku dia bilang suami ku menyuruhkuku ke kota B katanya suamiku memangil mangil nama anakku disana seperti orang gila.
tapi kak aku gak punya uang nanti kak yang kirim uang setiap bulannya dan tiket mobil angkot juga sudah kak beli sekarang kemasi baju mu biar berangkat malam ini juga katanya.
lalu aku mengemasi baju ke dalam tas kami tartik alias tarik tiga ke rumah kak yang paling besar terlebih dahulu aku kira bener yang di katakan kakak aku akan berangkat ke kota B lagi hahaha kejutan gak lama aku duduk trnyata suamiku sudah pulang dari kota B kemarin malam gak tau harus ngomong apa yang jelas aku senang karna dia sudah pulang dan kami bisa ngumpul lagi.
paginya suamiku di suruh ke rumah mertua mau pergi ke kota membayar hutang ke pada rentenir rentenir itu ,ternyata kebun bagian untuk suamiku yang di jual.
mereka tak mengajakku pergi aku merasa sakit hati seperti tak di hargai.
aku di tingal bersama kak ipar yang Besar ,karna pikiranku kacau saat itu diam diam aku kabur membawa anakku pulang ke kota karna aku merasa tak di hargai aku berjalan kaki tapi untung ada mobil tebuka lewat aku minta tumpangan,.
__ADS_1
setelah sampai ke termal aku naik bus yang menuju kotaku ,
paginya keluarganya datang dan mempertanyakan kenapa aku pulang kabur aku menceritakan kepada mereka apa yang membuatku kabur dari sana ,
lalu mereka membujukku tuk kembali akhirnya akupun menurut mengikutinya.
bapak mertua tak mengijinkan suami kembali ke kerja jadi tukang becak mungkin mereka takut terulang kembali kalau kalau suamiku buat ulah lagi,
abang yang besar membuaatkan rumah untuk kami tingali di samping rumahnya,
kini perasaanku seperti sudah tenang .
ternyata hutang ke ani belum di lunasi tiba tiba kak ani datang menagih hutang tapi tak di tangapi aku merasa sedih karna kak iparku mengacuhkannya.
__ADS_1
aku masih labil dan tampa di dengar oleh suamiku aku mengatakan kalau hutangnya belum di lunasi lebih baik aku pisah dari suamiku dari pada sama kakakku ,kalau suami bisa di cari tapi kalau kakakku gak bisa tergantikan.
,sudah sore suamiku tak jua masih kembali karna Masih di kebun tomat,
tampa bertemu dengan suamiku kak ani pulang dengan tangan kosong ,sesudah suamiku pulang dari kebun kak ipar ku yang macam nek lampir itu bercerita ke suamiku dan suaminya tentang perihal kedatangan kak ani dan apa yang ku katakan tadi mereka seperti marah dan aku pasrah apapun yang terjadi aku tak mau lagi tingal di rumahnya,.
malam itu juga aku mengajak suami tidur di rumah kak lisa tapi ternyata mereka mengikuti kami juga untuk tidur di sana,
di motor suami menanyakan apakah aku tak mencitanya dan menyangainya,
aku menjawab aku sayang padanya dan mencintai dia tapi aku tak mau tingal di sana aku ingin pulang saja ke kota biar suami saja yang di sini menanam tomat bersama abang, akhirnya dengan berat hati dia mengatarku ke terminal dan aku pun naik bus bersama anakku.
sebenarnya kalau gak ada hutang ke kak ani dan hutang di tempat kerjaku yang belum lunas aku tak mau pisah rumah dengan suamiku tapi kenyataan nya inilah yang terjadi aku tau dalam hatinya pasti menangis dan hatiku jua.
__ADS_1