
Saat kita bertemu untuk pertama kalinya. Aku pikir itu sebuah takdir. Tapi kau malah mengatakannya, itu hanya sebuah kebetulan. Dan saat kita bertemu kembali untuk yang kedua kalinya. Kau masih tetap sama, tetap mengatakan bahwa itu hanyalah kebetulan. Dan saat pertemuan kita yang ketiga kalinya itu terjadi. Bukankah itu semua adalah sebuah takdir?
...***...
Sudah satu minggu Kelly bekerja sebagai Office Girl di perusahaan Rex Company. Perusahaan paling berkuasa di kota Peak. Perusahaan itu di pimpin oleh putra pertama dari Tuan Rex William, yang bernama Rui Mahendra William. Dia memiliki adik laki-laki bernama Danish Mahendra William.
Danish sendiri bukanlah saudara sekandung Rui. Ibunda Rui meninggal saat dia berusia 10 tahun. Ibunya pergi dari rumah membawah sebuah koper isi pakaian. Koper itu sangat besar. Saat Rui melihat ibunya melangkahkan kaki keluar dari rumah. Rui mengejar ibunya.
Terlihat, wanita itu sedang menangis pilu. Hujan turun tepat saat Rui mengejar ibunya.
“Ibu ... ” Teriak Rui kecil.
“Ibu ... ” Teriaknya kembali.
Saat Rui meraih tangan ibunya. Ada sebuah mobil melintas dengan kecepatan penuh. Mobil itu melaju tepat kearah Rui. Dengan sigap, sang ibu mendorong dengan kuat anak kecil itu agar menyingkir. Dan hasilnya, wanita itulah yang tertabrak. Dan mobil yang menabraknya langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Hujan turun membasihi tubuh anak laki-laki itu. Menatap wanita yang tergeletak di jalanan dengan lumuran darah. Teriakkannya tak berhenti memanggil nama ibunya. Hujan itu pun terus membasahi bumi. Seakan tak ingin orang lain melihat anak kecil itu menangis.
“Ibu ... ” Teriak Rui yang bangkit dari tidurnya. Wajahnya di penuhi keringat. Lagi-lagi, dia harus memimpikan atas apa yang menimpah ibunya.
Bangkit dari tidurnya. Menyandarkan bahunya di kepala ranjangnya. Menyeka air mata itu agar berhenti keluar. Dilihatnya jam yang berada di nakas tepat dekatnya. Arah jarumnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Rui segera bangkit dari ranjangnya lalu menuju kamar mandi. Setelah membersihkan tubuhnya. Ia langsung menuju kantornya.
Memasuki lift yang khusus hanya untuk dirinya. Dari arah balik pintu utama kantor Rex Company. Terlihat seorang gadis begitu terburu-buru dan tepat memasuki lift yang Rui masuki.
“Kenapa kau ...” Belum menyelesaikan ucapan Shi. Rui memberikannya kode gerakan tangan agar tetap diam. Shi pun menganggukkan pelan kepalanya. Sedangkan Rui, masih tetap datar, fokus kearah pintu lift.
Kelly yang melihat Shi melototinya tampak panik, tubuhnya gemetar. Meremas kuat celana yang ia pakai. Jantungnya hampir copot saat mendengarkan gertakan Shi tadi.
Saat pintu lift itu terbuka, Kelly membiarkan dua manusia kaku itu keluar terlebih dahulu. Menatap punggung itu dengan penuh kebingungan. Siapa mereka?
__ADS_1
Saat mendaftarkan diri di perusahaan tersebut. Hanya Salim yang ia kenal. Yang ia tahu, Salim adalah orang sudah merekruknya. Salim bekerja sebagai Human Resource Development atau HRD.
Kelly keluar dari lift langsung menuju ruang, di mana tempat para Office Girl dan Office Boy berkumpul sebelum bekerja.
“Kau terlambat lima menit,” ucap seniornya.
Seketika Kelly terkejut, ternyata selama dia berjalan keruangannya. Ia melamun. Memikirkan dua orang yang tadi. “Ma-maaf kak,” ucapnya terbata-bata lalu tertunduk.
“Huft, baru juga seminggu kerja sudah teledor.” Ejek salah satu rekan kerjanya.
“Tidak masalah, hanya lima menit.” Ucap senior.
“Sekarang, kau buatlah kopi hitam dengan sedikit gula. Lalu bawah keruangan Presdir.” Perintahnya.
“Baik kak,” ujar Kelly. Sedangkan Mia, Mia menatapnya dengan tatapan tidak suka. Ya, Mia yang tadi mengejeknya.
__ADS_1