Konspirasi Alam Semesta

Konspirasi Alam Semesta
Bab 4


__ADS_3

“Kakak,” Ucapanya di balik pintu. Rui menatap kearah sumber suara itu.


“Ada apa?” Tanya Rui.


“Uang lagi?” Tanyanya kembali.


Ternyata yang memanggil Rui dengan sebutan kakak adalah adik tirinya, Danish. Perbedaan usia mereka terbilang cukup jauh. Rui saat ini berusia 28 tahun. Sedangkan Danish, baru berusia 22 tahun. Di otak Danish hanya uang dan uang. Walaupun Rui tahu itu bukan adik kandungnya. Tapi dia tetap memperlalukan Danish layaknya seorang adik.


“Aku sudah meng-transfer nya.” Danish langsung keluar dari ruangan kakaknya dengan wajah yang sangat bahagia.


Kini, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Seperti biasa, para Office sudah bisa pulang. Tapi, karena Kelly karyawan baru. Maka dia harus menghabiskan masa Training nya selama sepuluh hari. Dan dia harus pulang jam delapan malam.


Rui yang sedang asik di depan layar laptopnya. Menatap fokus. Tiba-tiba dentingan suara berasal dari ponselnya yang sedang ia charger tepat di sampingnya. Siapa? Gumamnya.


Satu pesan di balik layar ponselnya. Ternyata dari mata-matanya. Mata-matanya ngirimkan sebuah foto Ansel dengan pria lain di sebuah Restaurant mahal dengan wajah begitu bahagia.


Dengan segera, Rui menuju Restaurant di mana Ansel berada. Melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Tak selang lama, dia pun memarkir mobilnya dan turun dengan langkah yang begitu cepat.


“Kau ... Berani sekali kau,” teriaknya saat melihat laki-laki itu menyentuh pipi calon istrinya.

__ADS_1


Ansel terkejut mendengar suara teriakan itu. Bukan hanya dirinya. Tapi pengunjung lain pun ikut terkejut. Dengan cepat. Rui langsung menghajar laki-laki yang ada di hadapannya.


Laki-laki itu tidak bisa tinggal diam, dan terjadilah perkelahian yang mengacaukan restaurant itu.


“Cukup ...” Teriak Ansel. Ansel langsung memeluk tubuh laki-laki itu yang sedari tadi bersamanya.


“Ans,” lirihnya dengan nada pelan.


“Cukup Rui, cukup!” Bentaknya.


“Kau tahu, aku tidak akan bisa mencintaimu. Kita ini di jodohkan secara terpaksa demi kepuasan masing-masing orangtua kita. Aku tidak bisa hidup bersama orang yang tidak aku cintai. Please, jangan lakukan lagi. Dia kekasihku, kami sudah lama menjalin hubungan sebelum aku bertemu denganmu. Jadi aku mohon, hentikan semua ini.” Tenggorokannya hampir kering karena nada bicara yang begitu keras agar manusia yang ada di hadapannya itu paham dan mengerti.


Sedangkan Rui yang mendengar itu rasanya tidak percaya. Ternyata, selama ini. Rui sudah menyimpan hati pada Ansel. Ansel begitu baik padanya. Awalnya dia pikir, bahwa Ansel sama dengan wanita lainnya yang hanya mengincar hartanya. Tapi, sikap Ansel berbeda. Dia begitu baik pada Rui. Suka menegur Rui jika boros karena membelikannya sesuatu yang tidak begitu penting. Tapi apa? Ternyata Rui salah menafsirkan rasa perhatian itu.


Dia kembali ke kantornya, dan membawah minuman beralkohol. Langkahnya begitu cepat menuju ruangannya. Ruangan itu tidak jauh beda dengan Apartemennya. Sepi, sendiri. Hanya itu yang ia rasakan. Semenjak ibunya pergi delapan belas tahun yang lalu. Dia merasakan kesepian yang amat sepi.


“Aku sudah jatuh hati padanya, tapi apa balasannya padaku?” Teriaknya.


Rui menendang kuat meja yang ada di hadapannya itu. Melempar botol yang ia pegang kesembarangan arah. Kelly yang mendengar itu terkejut. Saat ini dirinya yang tengah asik membersihkan lantai atas yang sudah kosong. Ada apa? Mengapa ruangan Presdir tampak rusuh di dalam? Gumamnya.

__ADS_1


Shi yang mendengar itu. Kebetulan bersebelahan dengan atasannya itu langsung berlari menuju ruangan tersebut. Shi melihat atasannya yang sudah sangat kacau.


“Tuan, ada apa denganmu.” Shi menghampiri Tuannya yang sudah tergeletak di lantai.


“Shi, keluarlah.” Lirihnya dengan mata sembab.


“Tuan, anda mabuk. Biarkan saya membantu anda.” Berusaha membantu Tuannya agar segera berdiri.


“Shi, aku bilang pergi ya pergilah.” Gerutunya.


Dengan nafas yang berat. Shi akhirnya meninggalkan Tuannya itu. Dia sangat kasihan pada Tuannya. “Dulu, kekasihnya bunuh diri karena tidak tahan dengan sikap Tuan begitu cemburu. Tapi Tuan salah, nona Lia bunuh diri karena hamil di luar nikah dan selingkuhannya tidak mau bertanggung jawab. Sekarang, entah apa yang membuat anda begitu menyedihkan Tuan?” Gumam Shi.


Setelah membersihkan seluruh ruangan. Kelly kembali keruangannya. Menatap arah jarum di jam dinding. Terlihat jarumnya sudah menunjukkan pukul 19.45 masih ada lima belas menit. Karena semuanya sudah beres. Dia duduk sambil memainkan ponselnya.


“Kell,” sapanya.


“Senior, anda belum pulang?” Tanya Kelly.


“Belum, tolong kamu antarkan laporan kerja ini pada Pak Presdir. Kalau kamu di tanya, bilang saja ini laporan bulanan yang bekerja di sini sebagai Office Girl.”

__ADS_1


“Mmm ...” Dengan anggukkan cepat dan langsung berjalan kearah ruangan Presdirnya.


Eh, tunggu dulu. Bukankah tadi Kelly mendengar suara amukan di balik ruangan Presdirnya? Kelly mengatur nafasnya. Semoga saja tidak terjadi sesuatu padanya. Tapi Kelly sudah merasakan ada yang aneh di benaknya. Perasaannya tidak menentu dan gelisah.


__ADS_2