
Masing-masing peserta diberi kesempatan 3 kali. dikta memulai kompetisi menembak itu dan sukses mendapat 8 poin. Kedua kalinya, dia sukses mendapat 10 poin. Dan ketiga kalinya, sepertinya dia kurang konsen dan akhirnya cuma mendapat 8 poin.
Para peserta lain juga cukup ahli dalam memanah, tapi dikta tetap berhasil memimpin poin. Sekarang giliran keylan yang belum menembak satupun sedari tadi.
keylan pun mulai bersiap menembak, tapi posturnya saja sudah salah. Sepertinya dia tidak memperhatikan dikta padahal tadi dikta sudah menyuruhnya untuk memperhatikan postur tubuhnya.
dikta langsung membenarkan posisinya dan memberinya berbagai instruksi... ujung-ujungnya, dikta memposisikan dirinya di belakang keylan hingga posisi mereka seperti back hug.
Dan saat dikta memegangi tangannya untuk menarik busurnya, keylan kontan kehilangan konsentrasi dan teringat kembali insiden tabrakan bibir mereka kemarin.
"Konsentrasi." Perintah dikta
Tapi keylan malah memalingkan wajahnya... tepat saat dikta melepas pelatuk pistol dan jadilah bibirnya tak sengaja nempel ke dahinya keylan.Hehe. keylan kontan canggung memalingkan mukanya dari dikta.
__ADS_1
Sayangnya, walaupun mereka mendapat poin, tapi poin mereka tidak dihitung karena itu dilakukan dua orang. Kesempatan keylan tinggal dua sekarang.
keylan ngotot kalau dia bisa sendiri, tapi dikta tak yakin, keylan bahkan tidak bisa memegang busurnya dengan benar. Lagi-lagi dia membantu keylan.Mereka sukses lagi mendapat 10 poin, tapi tetap tidak dihitung karena mereka melakukannya berdua.
Kesempatan terakhir keylan,kali ini dia harus melakukannya sendiri. Posturnya sudah mulai benar, keylan pun membidik sasarannya dengan serius. Dia melepaskan anak panahnya dan... meleset jauh dari papan target. Wkwkwk! dikta kontan menatapnya setajam golok dan keylan cuma bisa nyengir garing.
Dalam perjalanan kembali, keylan galau memikirkan insiden kecup dahi dan bibir di antara yang dua-duanya terjadi secara tak sengaja. keylan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heboh, berusaha mengusir kedua ingatan itu.
Si MC akhirnya mengumumkan para pemenangnya. Sayangnya,dikta dan keylan hanya mendapat ranking ketiga. Jadi mereka baru bisa mendapatkan giliran ketiga untuk memilih kostum dansa mereka.
Setelah memilih salah satu amplop, keylan ingin mengatakan sesuatu, tapi dikta langsung menutup kupingnya lagi.
Kompetisi dansa akhirnya dimulai. Peserta pria dan wanita terpisah di kedua sisi panggung. Saat tiba giliran mereka, keylan membuka tirai panggung dengan gugup, tapi ujung-ujungnya malah harus menahan tawa melihat dikta ternyata pakai kostum mongkey Wkwkwk!
__ADS_1
Kontan saja para penonton langsung heboh kasak-kusuk begitu melihat dikta muncul di panggung pakai kostum itu. Mereka pun mulai berdansa ala-ala Beauty and The Beast.
keylan tampak gugup dan dikta menyadari itu. Maka dengan dinginnya dia mengingatkan keylan bahwa terlepas dari apapun yang keylan pikirkan, ini hanyalah pekerjaan. Jadi seriuslah dikit.
keylan akhirnya mencoba lebih serius dan profesional hingga mereka berhasil menyelesaikan dansa mereka dengan baik lalu cepat-cepat melarikan diri dari panggung mendahului dikta.
Saat tanasia masuk ke ruang ganti mereka tak lama kemudian, diam-diam dia memotret mereka lalu mengucap sampai jumpa. Setelah mereka ganti baju, keylan tanya apakah reuni kelasnya dikta harus pakai dress code?
"Terserah kau mau pakai baju apa."
"Kalau begitu, apa warna favoritmu?"
"Biru." Jawab dikta singkat, padat dan jelas.
__ADS_1