
sesampainya dirumah nanda langsung merebahkan badannya di atas kasur yg lembut berbalut sprei berwarna nevy dengan corak putih.
" tok tok tok...non.." panggil bibi sambil mengetuk pintu.
" masuk bi.." nanda masih dengan posisi awalnya " ada apa bi?"tannyannya sembari bangun dan duduk menyender di senderan kasur.
" non tuan besar sudah datang...dan sekarang sedang menunggu non di ruang kerjanya ".
" oh ok bi nanda nanti kesana,ganti baju dulu".....
" baik non bibi permisi dulu ".nanda hanya mengangguk.setelah bibi menutup pintu nandapun bergegas menuju ruang ganti bajunya.
" tok tok tok pah.." nanda mengetuk pintu sambil mebuka kenopnya.
" masuk...papah mau bicara" tegas papah nandapun berjalan menghampiri dan duduk di sofa.
" kenapa" santai nanda.
" papah sudah sering bilang ini sama kamu,dan mulai besok kamu akan sekolah kusus bisnis sepulang sekolah.setelah lulus sekolah papah akan kirim kamu ke London untuk training tes buat menjalankan perusahaan selama 3 bulan.jadi mulai sekarang seriuslah belajar jangan malas dan banyak tingkah."tegas papah nanda seakan tak menerima penolakan.
nanda hanya mendengus kesal dengan sikap papahnya setelah kepergian mamahnya.nanda memulai bicaranya.
" pahh..." lantang nanda.
" nanda bosen di atur atur terus,apapun permintaan papah nanda selalu nurut.tapi tolong buat yang kali ini biar nanda memilih jalan sendiri.nanda udah gede udah bisa atur hidup sendiri,dan papah kan tau nanda tidak suka jalur perbisnisan apalagi perusahaan." jelas nanda.
sontak guntur papah nanda mendadak emosi tinggi dan membentak serta memarahi nanda.
" nanda....papah tidak memberi tawaran,itu P-E-R-I-N-T-A-H dan kamu harus nurut." tegas guntur papah nanda dengan bentakan yg jelas menyakitkan.
nanda mulai menaikan intonasi suaranya.
" pahh.."teriak nanda
" berani kamu teriak sama papah hah...mau jadi apa kamu melawan sama papah. mau kayak mamah kamu yang enggak tau diri heh...sudah papah tidak menerima tolakan, pokonya kamu harus nurut apa yang papah katakan.pergi sana kekamar jangan ganggu papah " teriak marah guntur.
nanda mulai menjawab kembali dengan nanda yang gentir menahan rasa sakit atas sikap papahnya.
" pahhh..papah gk bis egois gitu, nanda pingin melanjutkan studi jalur kedokteran."
sontak guntur papahnya menyeringai senyum meremehkan.
" hahaha...kedokteran jangan ngawur kamu...sok sokan jadi dokter buat apa heh...kamu sama mamah kamu memang sama aja wanita pembangkang......
sudah keluar sana..besok sekolah kususnya bisnisnya akan di mulai..belajarlah yg benar jangan nyusahin papah ".
nandapun berlalu pergi meninggakan ruang kerja papahnya menuju kamarnya.
sesampainya di kamarnya nanda menangis sejadi jadinya,merasakan sakit akan sikap kasar papahnya.
"" pah....kenapa harus nanda yang jadi korbanya hiks hiks kenapa papah berubah hiks"" tangis nanda sudah tak terbendung lagi.
"" mamah...ini semua karna mamah...kenapa mamah pergi bersama pria sialan itu..dan tega ninggalin nanda hiks hiks..nanda benci situasi ini hiks hiks nanda benci benci benci hiks hiks...""
__ADS_1
(kejadian dulu)
" dasar wanita murahan,pergi kamu dari sini.saya jijik..." teriak guntur emosi.
" hahaha dengan senang hati....saya bosan dengan anda...pria gila kerja cuihhh" timpal rere mamah nanda emosi tinggi.
" wanita sialan,tidak tau malu,pergi kamu dan jangan menginjakan kaki di sini lagi.
dan jangan harap kamu bisa menemui Ananda pergi kamu bersama laki laki gila itu.. " teriak emosi guntur.
" saya tidak peduli dengan anak sialan itu...dan saya sudah tidak sudi untuk merawatnya.kou ambil saja anakmu itu dengan senang hati aku terbebas dari anak manja itu..." jelas lantang rere berkata tanpa menyadari ananda suddah mendengar semuanya.
sontak guntur dan rere menoleh.guntur langsung marah memuncak atas kata kata rere,sedangkan rere memilih pergi tanpa menoleh kepada putrinya yang telah dia sakiti.
" wanita sialan..." teriak guntur sembari pergi menuju kamarnya.
sedangkan ananda yang mendengar kata kata mamahnya terduduk lemah dan menangis.
waktu itu ananda baru kelas 3 smp.begitu berat dan sakit rasanya atas ucapan mamahnya yang selalu ia banggakan.
dari semenjak itulah sikap guntur berubah jadi emosional dan ananda lebih menutup diri.
\\\
pagi pagi pukul 07:05 di kelas
" ehhhh gue mau nanya dong guys" jesi memulai perbincangan dengan kawanya.
" kalo melamun terus di tambah pucet bukanya hamil ya " celetuk jesi sembari melirik nanda.
ya jesi memang sangat benci terhadap nanda entah apa penyebabnya.sehingga bersikap nyinyir itulah kebiasaannya.
tiba tiba asta datang dan langsung menimpal.
" maksudloh apa " ketus asta melirik tajam jesi.
" apasih lo cewek ganjen di larang nyaut" ketus wibi menatap asta tajam.
asta tak menghiraukan wibi dan lebih memilih duduk mendekati nanda.
jesi merasa menang atas diamnya asta.
sedangkan asta lebih memilih menyapa nanda.
" nan lo pucet...sakit? " tanya asta sembari memegang dahi nanda.nanda hanya merspon dengan gelengan kepala.
" mita mana..? tumben belum datang" tanya nanda lemas.
" oh si mita ijin mau ke luar kota" jelas asta.nanda hanya mengangguk anggukan kepala.
__ADS_1
gang gama masuk kelas.
" hey hey everibodyyyyy...." teriak geo lantang sambil bertingkah di depan kelas.
" berisik lo...minum obat sana " ketus jesi.sembari menduduki kursinya.
" serah gue lah mulut mulut gue apa peduli loh heh..." jawab lantang geo sambil berjalan menghampiri angga.
" stresss " celetuk ketus wibi menatap tajam geo.
" psikopat" ketus geo melirik wibi.membuat emosinya tambah naik.
pelajaranpun di mulai.hari ini asta duduk dengan nanda karna mita ijin masuk.
didalam kelas hening layaknya anak anak di padahal bukan karna itu.tetapi gang rusuhnya tidur hehehe....
(Bell jam istirahat....)
anak anak mulai keluar menuju kantin untuk mesngisi sang cacing yang sudah meronta.
sedangkan di kelas nanda hanya ada nanda dan asta.
" nan lo sakit? gue liat dari tadi pucet banget" tanya asta khawatir.
" enggak kok..cuman kurang tidur aja" jawab singkat asta.
tiba tiba angga masuk menghampiri asta yang sedang membaca di sebelah nanda.asta sadar dan tau angga menghampirinya.
" as gue mau ngomong " pinta angga lembut.
" ngomong aja..." santai asta dengan pandangan yang tak lepas dari bukunya.
angga membuang nafas kasar..
" huuuuu...ikut gue sebentar aja" pinta lemah angga.sontak asta menoleh padanya dan menoleh pada nanda.nanda menganggukkan kepala,sebagai ekpresi nyuruh asta ikut.
astapun berdiri dan langsung berjalan di ikuti angga dari belakang.nanda yang melihat hanya menggelengkan kepala.
beberapa detik kemudian gama masuk dengan santainya dan langsung duduk sembari mengangkat kakinya ke atas meja.nanda tidak menghiraukannya bahkan melirikpun tidak.
" ( cihhh ni orang apa robot datar amat )" gumam gama sembari agak meledek.
"( kok gue penasaran ya...coba gue deketin lah hehe)" batin angga tersenyum.
gama mulai mendekati dan duduk di tempat asta.tetapi tetap saja nanda tak menghiraukannya.
" ( sialan ni cewek gk nganggep gue...liat aja kalo nanti lo suka sama gue.gue tolak mateng mateng.)" gumam kesal gama.gamapun memulai bicaranya.
" lo sendiri di sini gak bosen" tanya gama memulai bicaranya.
" enggak..." nanda menjawab sambil menggelengkan kepala.namun tiba tiba ge datang membuat kericuhan.
" woyyyy...pantesan di cariin gak ada,mana gue di tinggalin lagi memang jahanam lo pada. si angga pacaran di sana lah lo disini sibuk pdkt an,gue di buang kayak kulit kacang” sewot geo sambil nyerocos.
__ADS_1
" berisik lo..." ketus gama kembali pada kursinya.sedangkan nanda menanggapi acuh saja.
Lanjuttt.......