Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness

Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness
seharum bunga sedap malam bagian 2


__ADS_3

Tak terasa hari ini pernikahan nuan, aku tak sangub berada di keramaian. Tapi demi nuan adik ku aku mencoba hadir di acara pernikahan nuan.


" ellin, apa kabar kamu kapan nyusul nuan?. Oya lin kok muka kamu pucat?." tanya kerabat shūshu.


" gak papa, nainai saya... Uwek... Uwek" ucapku lalu mual kepalaku pusing.


ai menghampiriku dengan tergesa - gesa dan mengusab punggungku.


"kamu tidak apa - apa lin?." tanya ai


" aduh... Sepertinya kamu dapat kemalangan, karena anak angkat mu ini." ucap nainai kerabat shūshu.

__ADS_1


" permisi nyoyah saya mau urus anak saya dulu." ucap ai smbil memapahku.


Lalu kami di kamarku sambil mengosok punggungku dengan minyak kayuputih.


" ai, kok nainai itu berkata saya membuat ai malu?" tanyaku sambil menangis


" tidak, kamu anak yang baik. Ai percaya kamu lin, kamu bukan perempuan sebarangan." ucap ai sambil mengusap punggung ku.


Aku merasa di pojokan selama acara itu berlangsung, seolah - olah tatapan mereka hina denganku. Dari tadi aku menahan kepedihan ini hingga asam lambungku naik dan kepalaku pusing. Aku sebenarnya tidak ingin hadir di acara ini tapi, karena nuan sendiri yang meminta aku hadir jadi aku hadir di sini. Aku yang tidak tahan kerumbunan dan suara kebisingan, membuat aku cemas. Sepanjag aku bertahan tadi aku hanya menundukan kepalaku dan tanganku mulai gemetar dadaku berdebar setiap melihat tatapan mereka.


Sehina ini kah aku di mata mereka?, apakah setatus itu penting menikah atau tidak di usia ku sekarang begitu penting kah?, yang aku pikirkan aku hanya takut kehilangan orang - orang yang aku sayang. Aku hanya ingin tetap bersama shūshu dan ai di hari tua mereka. Lagi pula aku takut kalau aku menikah aku takut dengan rasa kehilangan.

__ADS_1


...****************...


Terkadang apa yang aku inginkan tidak sesuai harapan. tak semanis rencana - rencana orang lain yang terkabul. Mudah memiliki kekasih, setelah lulus kuliah menikah, menikah paling maksimal usia dua puluh lima tahun. Hèh... Terkadak kisah hidup tak semanis itu. Ada yang mau perjuang mati - matian agar terhindar dari stikma itu. Mungkin tuhan punya cerita manisnya di akhir cerita.


Meski aku sadar dengan ketakutan - ketakutanku mungkin aku di ajarkan untuk sabar dalam menghadapi kehidupan ini. Meski terkadang rindu ini masih membayangiku. baba dan mama pasti sedih melihat anaknya begini. Di kucilan karena setatus, sepenting itu kah setatus pernikahan?. Jika keputusanku melajang ini salah maka kuatkan lah hatiku tuhan untuk menghadapi apa yang telah jadi takdirku. Namun jika suatu saat aku memiliki pasangan itu yang terbaik bagimu tuhan.


PTSD (Post Traumatic Stres Disorder)


Terjadi pada penderita yang pernah mengalami kejadian atau situasi yang menakutkan, hingga penderita mengalami trauma. Biasanya terjadi pada korban perang , bisa juga daerah komfik, karban kekerasan atau korban bencana alam.


Penderita susah damai dengan trauma yang bisa terjadi menggagu tidur seperti mimpi kejadian, teringat selalu dengan kejadian, membuat perasaan bersalah, terisolasi dan susah bersosialisasi dengan orang baru. Lalu

__ADS_1


Sering mengalami insomia dan depresi.


__ADS_2