Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness

Kumpulan Cerpen Wanita Dengan Mental Health & Mental Illness
sakura gugur di malam hari bagian 2


__ADS_3

Aku tak sempat menanyakan nama mu pada saat itu. Lalu aku berdoa pada saat itu Semoga kita bisa bertemu lagi, seharusnya aku tidak berdoa seperti itu biar lah pertemuan itu pertama dan terakhir kita.


Aku tidak pernah banyak bercerita dengan orang baru tapi kau pandai membuat aku nyaman berbagi cerita denganmu. Seakan aku bertemu dengan kebahagian tersendiri ketika berbicar denganmu.


...****************...


Malam itu aku putuskan turun lagi di halte sebelum halte dekat rumahku, entah apa yang aku harapakan hanya sebuah keberuntungan bisa bertemu denganmu. Lalu aku tak sengaja melihatmu dengan jaket hitam tebal dan sarung tangan besandar di batang pohon sakura, lalu kau menyapaku.


" hai... Bertemu lagi kita." ucap kau menyapaku.


" hai... Kok kamu tau aku berhenti di halte sana?" tanya ku dengan maksud ramah.


" oh... Aku masih ingin menikmati sakura saja walau belum banyak yang bermekaran tapi aku suka menunggu prosesnya." ucapkau

__ADS_1


"ya... Penikmat proses..." ucapku kambil mengangukan kepala.


"oya kemarin kita belum sempat berkenalan." ucap kau, sambil memberi tangan kananmu.


" namaku qumairah" ucap ku.


"kamu muslim?." tanya kau.


" ah... Aku hanya kaget saja, maaf aku tidak bermaksud menanyakan agama mu. Sekali lagi aku minta maaf." ucap kau, sambil membukuk.


Sepanjang jalan kau dan aku menikmati, cerita satu sama lain. Lalu kita makan bersama dan melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Baru kali ini aku merasa kehangatan yang tulus. Walau kita hanya melakukan hal - hal sederhana membuat kita merasa bahagia. Pada saat itu kau membuat aku lupa dengan kesedihanku. Ya kita sama - sama tau tekanan hidup kita masing - masing tapi kita tidak pernah bahas itu. Yang kita lakukan hanya kesenangan saja.


Aku melihat anak kucing yang sedang sendirian seperti butuh bantuan. Dengan telaten kamu mengambil anak kucing itu kamu masukan ke dalam jaketmu, lalu kita berjalan menuju kelinik hewan dan merawat bayi kucing itu. Kau membuatku kagum denganmu walau kita baru kenal aku suka kamu dan sifat tulusmu. lalu kita berjanji besok di jam yang sama kita bertemu di tempat yang sama.

__ADS_1


...****************...


Siapa sih yang tidak tertarik dengan dirimu kulit seputih salju maklum peranakan perpaduan barat dan timur, rambut hitam ikal bergelombang degan bentuk wajah diamond jambang dan berjengot tipis, lalu badan propisonal.



Rasanya aku tidak percaya kau begitu tulus sekali, di jaman dan di negara yang sangat sibuk aku bisa bertemu orang setulus kau. Seperti tuhan telah menjawab doa - doaku, kau membuatku merasa nyaman dan aman.


Tak terasa sudah dua minggu kita berkenalan, tapi bodohnya aku tak perna bertanya namamu dan tau namamu. Tak terasa berapa malam kita lalui aku tetap saja tidak tau namamu. Yang selalu ku panggil kau,mu dan kamu. Apa ada yang aneh? Kita sudah sering ketemu lalu bukan orang asing. Aku anggab memang begitu cara mu berteman dengan orang baru.


Sakura sudah tumbuh kuncup yang masih berproses untuk mekar. Ya seperti pertemuan kita sebelumnya kau bilang hargai prosesnya. Memang segalnya dalam hidup ini butuh proses bukan sesuatu yang instan. hah... Kadang mengucap memang mudah tapi jalani saja lah... Air yang jatuh ke bumi pun butuh proses, apa lagi aku yang penuh kebrutungan ini kenapa harus mengeluh?!. Terkadan menginginkan sesuatu yang tidak kita miliki itu berat.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2